Menikahi Gadis Bercadar.

Menikahi Gadis Bercadar.
Percaya


__ADS_3

Devan pulang setelah mendengar kabar penangkapan Ayuni, dia ingin mengecek Cctv di rumah nya tapi sesampainya di rumah Devan malah melihat jika Cctv di teras rumah di tutupi dengan kain.


Ada pun Cctv yang di dalam rumah tidak ada satupun yang memperlihatkan kejadian itu, Devan memang tidak memasang Cctv di ruang tamu nya karena sudah ada dua Cctv di teras rumah nya.


Dia benar-benar kecolongan, di Cctv yang ada di ruangan bersantai hanya terlihat Ayuni yang berjalan terburu-buru, dan bibi pembantu yang datang membawa minum, hanya itu saja.


"Sial!" umpat Devan melihat tidak ada satu pun barang bukti yang bisa di jadikan sebagai bukti jika istrinya tidak bersalah.


Devan tau Ayuni sangat keras pada Anselma, bahkan pertemuan terakhir mereka pun saling jambak menjambak membuat Devan yang mengingat itu mengacak rambut nya prustasi.


"Tidak mungkin, dia seorang gadis muslimah Ayuni tidak mungkin melakukan hal di luar batas" kata Devan sangat percaya jika istrinya tidak bersalah.


Tidak mau istrinya kenapa-kenapa di kantor polisi Devan langsung menelpon Kenzo.


"Halo"


"Bagaimana kondisi istriku?" tanya Devan terdengar sangat cemas.


"Dia seperti kehilangan hidup, tatapan nya kosong dan selama di dalam ruangan investigasi dia hanya mengatakan satu kata" jelas Kenzo.


"Apa?" tanya Devan penasaran.


"Jahat! dia hanya mengatakan itu berulang kali" jelas Kenzo lagi.


Devan menghembuskan nafas nya kasar, dia meminta Kenzo untuk tidak membuat istrinya ketakutan, dan Devan juga menghargai tugas Kenzo yang harus meminta penjelasan istrinya karena saat ini Ayuni masih di jadikan saksi.


Setelah selesai menelpon Kenzo Devan kembali menghela nafasnya panjang, sekarang dia binggung bagaimana dia memberitahu kabar ini pada keluarga istrinya.

__ADS_1


Devan tidak mau membuat suasana semakin runyam, apalagi Ayah Robert baru saja sembuh dan apa jadinya jika mertuanya tahu Ayuni saat ini mendapatkan masalah yang sebesar ini.


Devan pun akhirnya memutuskan untuk ke lepas dia tidak bisa membiarkan Ayuni ketakutan sendirian.


Beberapa menit berlalu..


"Mana istriku?" tanya Devan saat baru masuk ke kantor polisi.


"Dia di dalam, kami tidak bisa melakukan proses interogasi karena Ayuni masih belum bisa di tanyai" jelas Kenzo.


"Bawa aku ke ruangan itu" kata Devan tegas.


Dan Kenzo pun langsung membawa Devan keruangan interogasi, dan sesampai nya di sana Devan sangat sedih melihat wajah istrinya yang seperti orang kehilangan hidupnya.


"Assalamualaikum.." Devan mengucapkan salam.


Ayuni hanya diam dan tak bereaksi apa-apa, bibir nya seolah kelu dan susah untuk mengeluarkan satu patah kata pun.


"Biasnya kau selalu marah jika aku tidak mengucapakan salam, dan kali ini kamu sendiri yang malas membalas salam ku" lanjut Devan sambil duduk di depan sang istri.


Keduanya duduk dengan saling berhadapan, Devan tau istrinya pasti syok dengan apa yang terjadi.


"Honey, jangan lupakan kalau kita punya Tuhan, kamu sendiri yang selalu bilang kalau orang-orang yang bertaqwa tidak boleh takut apapun terkecuali dengan Tuhan sang pencipta, lalu apa yang kamu lakukan sekarang? kamu takut dengan kesalahan yang bahkan tidak kamu perbuat? dimana Ayuni ku yang pemberani?" Devan sengaja mengatakan semua itu dengan lantang.


Dia ingin Ayuni sadar jika diam tidak akan membuat masalah menjadi selesai, tapi yang ada diam hanya membuat pikiran menjadi rusak dan iman yang melemah karena rasa takut.


"Aku tidak bersalah" ucap Ayuni pelan.

__ADS_1


"Aku tau" balas Devan senang istrinya mau bersuara.


"Kamu percaya padaku?" tanya Ayuni matanya menatap suaminya.


Devan mengangguk cepat.


"Tidak ada hal yang membuat ku harus tidak percaya pada mu, kamu istri ku dan sebagai imam mu aku tidak akan membiarkan istriku terluka dengan tidak mempercayai nya" sahut Devan dengan senyum nya.


Ayuni memegang tangan Devan, dia perlahan menjelaskan semua yang terjadi yang semulanya berawal dari kedatangan Anselma, Ayuni menceritakan tanpa ada yang dia lebih-lebih kan, jika Anselma datang untuk meminta Ayuni meninggalkan Devan.


Dan terakhir untuk penusukan itu, Ayuni juga mengaku tidak melakukan nya, Anselma yang menusukkan pisau nya ke perutnya dan Ayuni tidak tau jika Anselma akan melakukan hal senekat itu.


"Dia benar-benar nekat, Anselma yang aku kenal tidak seperti itu" ucap Devan merasa kecewa bercampurnya marah.


"Dia begitu karena sangat mencintai mu" kata Ayuni.


"Itu bukan cinta tapi obsesi, cinta tidak menyakiti tapi cinta akan bahagia saat melihat orang yang di cinta bahagia" jelas Devan lagi.


Devan memeluk Ayuni yang ketakutan, dia membiarkan Ayuni nyaman berada di pelukan nya.


"Jangan menangis, semuanya akan baik-baik saja, aku janji" kata Devan.


"Aku takut Ayah Bunda tahu semua masalah ini, ku mohon jangan beritahu mereka" mohon Ayuni.


Dan Devan hanya mengangguk, dia berjanji pada istrinya akan membuat masalah nya cepat selesai.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2