
Hari ini genap dua Minggu setelah kejadian itu, kondisi Anselma sudah sehat dan hari ini Ayuni sudah kembali ke lapas karena dia akan di interogasi lagi.
Kali ini proses interogasi ada dua kali, yaitu dari pihak yang menuntut dan yang di tuntut, Ayuni dan Anselma masing-masing di berikan 20 pertanyaan.
Kenzo masih belum mendapatkan hasilnya, karena bagaimanapun tuduhan yang di layangkan Anselma sangat minim bukti.
Sialan aku lupa memakai satu tangan saat memegang pis*u nya. gerutu Anselma dalam hati.
Andai saja dia hati-hati mungkin bukti nya akan menunjukan jika Ayuni lah pelaku utama nya, tapi karena kecerobohan nya membuat sidik jari nya lebih banyak milik nya.
Proses nya cukup panjang, hampir tiga jam Ayuni dan Anselma di dalam ruangan berbeda dengan pertanyaan yang berbeda.
Hingga Akhirnya setelah selesai keduanya di pertemukan di ruangan yang sama.
Anselma di temani pengacaranya nampak menatap sinis Ayuni, sedangkan Ayuni sendiri dia tidak hanya di temani pengacaranya tapi juga di temani suaminya.
"Dev sayang seharusnya kamu di sini, menemani aku bukan dia, wanita jahat" kata Anselma jahat.
Ayuni tidak mendengarkan ocehan wanita di depan nya, dia mencoba untuk tidak terhasut dengan tuduhan-tuduhan yang di layangkan wanita jadi-jadian di depan nya.
Devan memegang tangan sang istri nya, membuat Ayuni sedikit menyunggingkan senyum nya di balik cadar hitam yang dia pakai.
"Aku akan mengobrol dengan dia" kata Anselma.
"Hem, ayo" balas Ayuni cepat.
"Cepat sekali kau menjawab, gadis jahat" menatap Ayuni dengan tatapan kesal nya.
"Menyindir sendiri?" Ayuni berlalu meninggalkan suami dan pengacara nya juga Anselma yang menatapnya dengan tatapan tajam nya.
Sial, dia sudah berani padaku, awas saja aku pastikan dia akan kehilangan segalanya. batin Anselma dengan senyuman jahat nya.
Anselma mengikuti kemana Ayuni pergi, hingga tak lama kemudian keduanya kini sudah duduk saling berhadapan di salah satu ruangan.
__ADS_1
"Apa mau mu?" tanya Ayuni.
"Hah? mau ku? kau bertanya pada ku?" tanya balik Anselma.
"Tidak, aku hanya bertanya kenapa kau melakukan dosa besar ini dengan menyalahkan orang lain agar mendapatkan perhatian" Ayuni dengan lantang mengatakan nya.
Anselma mendengar ucapan Ayuni tersenyum miring, dia mendekatkan wajah nya ke wajah Ayuni.
"Karena aku ingin Devan menjadi milik ku, aku ingin kau hancur dan menghilang dari dunia ini" jawab Anselma dengan wajah santainya.
"Oh ya? tapi bagaimana kalau semua itu berbalik pada mu?" tanya Ayuni matanya menatap tajam ke arah Anselma.
Anselma yang mendengar itu seketika tertawa, lalu tangan nya menarik kerudung Ayuni hingga hampir membuat cadar Ayuni hampir terlepas.
"Dengar baik-baik aku tidak akan membuat mu menang dalam kasus ini, kau yang akan di tuduh menusuk ku karena aku sudah melakukan semuanya dengan baik, dan kini tinggal menanti hari-hari di mana kau tinggal di dalam jeruji besi yang dingin itu, camkan itu!" Anselma melepaskan tangan nya dari kerudung Ayuni.
Ayuni menarik nafasnya panjang, dia membenarkan cadar dan kerudung nya lalu matanya melihat ke bawah meja.
Dia mengedipkan mata nya pada Cantika yang sedari tadi bersembunyi di bawah meja.
Apa maksudnya?. Anselma ikut berdiri.
Ayuni mengulurkan tangan nya ke bawah meja dan di saat bersamaan juga keluarlah Cantika yang sedari tadi sudah bersembunyi.
"Astaga di bawah bau kaki" Cantika mengibas-ngibaskan tangan nya untuk menghirup lebih banyak oksigen.
"Bagaimana?" tanya Ayuni.
"Beres dong, siapa dulu Cantika cantik" balas Cantika sombong.
Anselma terdiam nampak menimbang sampai akhirnya dia melihat Cantika yang memegang ponsel.
"Tidak akan aku biarkan kau merusak rencana ku!" Anselma merebut paksa ponsel Cantika.
__ADS_1
Awww !
Ponsel ku! " Cantika ingin mengambil ponselnya.
Sampai akhirnya..
Prenkk !!
Ponselnya pecah, dan bisa di pastikan Anselma akan aman.
"Sudah ku katakan kan kalau aku akan membuat hidup nya hancur" Anselma tersenyum penuh kemenangan.
Cantika melihat ponselnya, lalu tiba-tiba dia mengeluarkan satu ponsel lagi dari tangan nya.
"Kakak dengar kan? dia sudah mengatakan semuanya, ayo tangkap wanita jadi-jadian itu" kata Cantika santai.
"Hey! berani nya kau__" tangan Anselma melayang di udara karena tahan oleh Ayuni.
"Jangan sakiti adik ku, jika kau melakukan nya maka aku akan benar-benar membunuh mu!" bisik Ayuni di telinga Anselma.
"Kurang ajar!" geram Anselma ingin menampar Ayuni dan lagi-lagi tangan nya di tahan oleh seseorang.
"Berhenti membuat drama, kau memilih lawan yang salah dan selamat menikmati masa-masa di penjara" kata Devan menepis kasar tangan Anselma.
Anselma menatap Devan penuh kekecewaan, dia pikir dia akan mendapatkan tempat yang cantik di hati Devan.
"Dev.. aku__" Anselma menangis.
"Sudahlah jangan drama, sadar diri kak Devan udah nggak cinta lagi, nanti pas keluar lapas cari ganti aja" Cantika menatap miris pada Anselma.
Sedangkan Devan dia tidak perduli pada Anselma, dia akan memberikan Anselma pada pihak yang berwajib.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏