
Ayuni bisa menghela nafas lega karena bukti jika dirinya pelakunya belum ada, di pisau itu bukan hanya ada sidik jari Ayuni tapi juga ada sidik jari Anselma yang hampir memenuhi bagian pisau.
Kondisi Anselma yang masih belum pulih di rumah sakit membuat Ayuni harus menjadi tahanan rumah, dan beberapa polisi juga ada di rumah guna untuk mencegah Ayuni kabur.
Devan setuju dengan usul Kenzo meski sebenarnya dia merasa tidak terima, dia rasa lebih baik Ayuni di rumah di bandingkan harus tinggal di jeruji besi yang dingin.
"Mas" panggil Ayuni yang baru selesai masak.
Sudah dua hari dia menjadi tahanan rumah, dan Ayuni ingin menghabiskan waktunya untuk melayani suaminya sebelum bukti membuat dirinya benar-benar harus mendekam di penjara.
"Kebiasaan, pasti lagi kerja" Ayuni menggeleng pelan.
Satu-satunya alasan dia takut jika dia di tangkap adalah satu, suaminya tidak ada yang mengurus hingga membuat magh nya kambuh.
Ayuni melangkah naik ke lantai atas, dia berjalan agak cepat dan sengaja tidak bersuara karena ingin membuat suaminya senang.
Ceklek..
"***.. " ucap Ayuni terhenti karena dia mendengar suara Devan.
"Apa kau bilang? kenapa semua itu bisa terjadi hah!" bentak Devan terlihat marah besar.
"Pokok nya aku tidak mau tahu, cari siapa penyebar berita palsu itu dan hapus semua itu dari semua media, kalau perlu tuntut semua oknum pihak yang menyebarkan Vidio itu agar mereka tahu siapa yang saat ini mereka hadapi!" lanjut Devan sambil mematikan panggilan nya.
Devan menghembuskan nafas nya kasar, dia melihat lagi ke layar ponselnya di mana ada berita viral yang mengatakan istri seorang pengusaha muda adalah seorang pembun*h.
Ayuni mendengar suara di ponselnya, tubuhnya seketika mematung dengan wajah yang berderai air mata.
__ADS_1
Devan mendengar suara isakkan itu, dia langsung melihat ke belakang dan seketika matanya membulat sempurna karena melihat istrinya yang menangis.
Aku tidak bersalah, tidak.. aku di jebak aku tidak bersalah, Tuhan. Ayuni terisak dalam diam.
"Honey" panggil Devan sambil mendekati Ayuni.
Dan saat Devan mendekati Ayuni tiba-tiba tubuh Ayuni ambruk, beruntung dengan cepat Devan bisa menangkap tubuh istrinya sehingga Ayuni tidak jatuh ke lantai.
"Honey, hey.." Devan mencoba menepuk pipi istrinya pelan.
Dan Ayuni masih pingsan, membuat Devan akhirnya memilih membawa istrinya ke kamar nya, tak lupa Devan meminta seseorang untuk memanggilkan dokter karena Ayuni butuh penanganan.
Beberapa menit berlalu..
Telpon terus keluar masuk dalam ponsel Ayuni ataupun Devan, keluarga Ayuni yaitu Radit dan Joy tidak berhenti menelpon karena cemas dengan keadaan Ayuni.
Tentunya mereka sudah melihat berita itu karena berita Ayuni yang melakukan percobaan bun*h dirrrri pada Anselma sudah sangat Viral.
Dretttt !
Telpon Devan menyala memperlihatkan panggilan telpon dari Daddy nya, Devan rasa mengangkat telpon Daddy nya lebih baik karena saat ini dia memang butuh bantuan untuk masalah yang dia hadapi.
"Halo Dad"
"Anak kurang garam! sudah Mommy bilang kan jangan berhubungan dengan wanita jadi-jadian itu, lihat apa yang kamu dapatkan sekarang hah! istri mu kan yang jadi korban" bukan suara Dad Darrel, melainkan suara cempreng Mom Tara yang marah-marah.
"Mom bisakah tidak berisik? aku tau ini salah ku yang dari awal tidak tegas, Mommy bisa memarahiku nanti dan bukan sekarang" balas Devan mengaku jika dia telah buta akan sosok Anselma yang dia pikir wanita baik-baik.
__ADS_1
Terdengar helaan nafas panjang Mom Tara, dia benar-benar kaget saat mendapatkan kabar dari teman-teman nya yang mengirimkan link Vidio itu.
Dan saat dia menelpon Ayuni ataupun Devan keduanya kompak tak membalas ataupun mengangkat telpon nya, membuat dia langsung meminjam ponsel suaminya.
"Bagaimana kondisi Ayuni sekarang?" tanya Mom Tara nada bicara nya sudah melembut.
"Ayuni masih pingsan, aku sedang menunggu dokter Mom" jelas Devan.
"Kasihan, mantu ku yang malang dia harus jadi korban si wanita jadi-jadian itu, huh.. Mommy akan kesana nanti, ingat jangan buat menantu Mommy sedih hibur dia selagi kau bisa bersama nya!" tegas Mom Tara, dan setelah itu mematikan panggilan nya sepihak.
Devan mengerutkan keningnya bingung, dia tidak mengerti dengan ucapan terakhir Mommy nya.
Selagi dia masih bisa bersama istrinya? Devan bahkan berniat sampai kakek nenek bersama Ayuni.
"Mas" Ayuni tiba-tiba bangun.
Devan langsung menyimpan ponselnya, dia mengambilkan minum dan memberikan gelas berisikan air putih itu pada sang istri.
"Maaf merepotkan mu" ucap Ayuni setelah minum.
"Tidak apa, tidurlah dokter dalam perjalanan kesini" kata Devan sambil mengusap lembut kepala istrinya.
"Batalkan saja, aku tidak apa Mas" sahut Ayuni lagi.
"Kenapa? apa masih banyak lagi yang kamu sembunyikan dari ku?"
🌹
__ADS_1
Jeng..jeng...
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏