Menikahi Gadis Bercadar.

Menikahi Gadis Bercadar.
Cinta manis.


__ADS_3

3 tahun berlalu..


"Mas"


"Mas!"


Ayuni terus menerus memanggil suaminya.


"Aku di sini!" teriak Devan di kamar mandi.


Ayuni yang tidak sabar itu berjalan ke kamar mandi, tapi langkahnya terhenti karena mendengar suara yang tak asing.


"Mas aku tunggu di kamar, cepat" ucap Ayuni.


"Iya.." balas Devan sedang menuntaskan hajat nya.


Ayuni pergi ke kamar nya dengan senyawa indah di wajah nya, dia benar-benar sangat senang dengan apa yang dia dapatkan hari ini.


Empat tahun sudah dia menikah, dan Ayuni benar-benar sangat senang karena Tuhan telah mendengar doa-doa nya.


Pagi ini Ayuni melakukan tes kehamilan lagi, dan dia hasilnya positif dia mendapatkan dua garis merah yang membuat Ayuni senang bukan main.


"Honey ada apa?" tanya Devan yang baru sampai di kamar.


Ayuni melirik ke arah suaminya, dia tersenyum dan memperlihatkan tespec yang di pegang nya.


"Kamu hamil?" Devan begitu specles.


"Alhamdulillah, Tuhan memberikan kepercayaan pada kita Mas" Ayuni menatap sendu suaminya.


Sudah sejak lama dia bermimpi untuk menjadi seorang ibu, dan keinginan nya kini akan terkabul dengan kehamilan nya yang baru dia ketahui sekarang.

__ADS_1


Keduanya berpelukan, Devan juga sejak lama sangat ingin memiliki anak dari pernikahan nya dan dia tidak menyangka jika hari ini Tuhan mempercayai nya untuk menjaga buah cinta bersama sang istri.


"Aku akan menjaga mu, jika kamu ingin apa-apa jangan sungkan pintalah, oke" ucap Devan sambil tersenyum.


Dan tanpa ragu Devan mengecup bibir istrinya berulang kali, dia benar-benar sangat bahagia.


"Aku belum ngidam, yang harus kita lakukan saat ini hanya pergi ke Dokter, oke" balas Ayuni sambil mengusap perut nya yang masih rata.


"Kamu benar, ayo ke dokter aku tidak sabar melihat bagaimana bayi kita hadir dalam rahim mu" sahut Devan sangat bersemangat.


Ayuni dan Devan pergi mengecek ke dokter dan benar saja Dokter mengatakan jika kehamilan Ayuni sudah masuk di Minggu ke tiga.


Dokter juga memberikan obat penguat untuk Ayuni, dia salah besar karena dulu sempat berpikir Ayuni akan susah hamil karena penyakit yang di deritanya di masa lalu.


Nyatanya setelah menjalani hidup yang nyaman dan tenang Ayuni dan Devan akhirnya di berkahi buah hati oleh sang pencipta alam semesta, dan Ayuni bersyukur untuk hal itu.


"Aku akan mengabari pada keluarga kita Mas, Bunda dan Mommy pasti bahagia dengan kehamilan ku"


Kehamilan Ayuni cepat tersebar di telinga keluarga nya, Ayah Robert dan Bunda Anasya sangat antusias mendengar kabar baik itu.


Bukan hanya keluarga Ayuni saja, tapi juga keluarga Devan yang sangat bahagia dengan kehamilan Ayuni, Mom Tara dan Dad Darrel bahkan sampai membuat acara syukuran karena kehamilan Ayuni adalah cucu pertama nya.


Kehamilan Ayuni semakin terlihat seiring berjalan nya waktu, tanpa terasa 8 bulan berlalu.. Ayuni menjalani harinya sebagai seorang ibu hamil.


Ayuni tidak manja meski sedang hamil, bayi nya tidak rewel banyak meminta hanya saja Ayuni selalu ingin mencium leher suaminya saja, dan Devan selalu di landa kegelian karena kebiasaan istrinya.


"Tinggal beberapa hari lagi, tinggal bersama Mommy ya sayang takutnya kamu melahirkan pas tidak ada siapa-siapa" kata Mom Tara.


"Tidak apa Mom, aku akan cuty" balas Devan.


Dia tidak akan melewatkan sedikit pun masa-masa bersama istrinya, apalagi perjuangan istrinya menjadi seorang wanita seutuhnya akan datang.

__ADS_1


Devan ingin berada dalam erat nya pegangan tangan sang istri, dia benar-benar ingin menjadi suami yang bisa di andalkan dalam segala keadaan.


"Baiklah, kalau begitu Mommy pulang dulu ya cantik, Mommy akan kesini lagi lusa karena besok Mommy akan pergi ke kota A" jelas Mom Tara.


"Untuk apa Mom? apa Om Babas ada acara?" tanya Devan.


Mom Tara menggeleng pelan,


"Tidak ada, hanya saja Daddy ingin mengunjungi makam Oma Dena, dan Mommy juga akan bertemu teman-teman Mommy, biasalah acara reuni" jelas Mom Tara.


Devan dan Ayuni hanya mangut-mangut mendengar penjelasan Mom Tara, dan setelah itu Mom Tara pun akhirnya pulang.


"Mas aku mau ke kamar saja" kata Ayuni.


"Aku bantu, ayo" Devan membantu istrinya berjalan.


Ayuni di perlakuan manis benar-benar sangat senang, dia beruntung mendapatkan Devan yang sangat penuh perhatian padanya.


"Love you, Mas" bisik Ayuni.


"Love you too, mau makan puding?" balas Devan bertanya.


Ayuni mengangguk cepat.


"Suapin"


"Siap honey"


🌹


Yang belum Mampir ceritanya Daffin dan Jessy yuk gercep..ke judul ^^Gadis Virgin Milik CEO^^

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2