Menikahi Gadis Bercadar.

Menikahi Gadis Bercadar.
Pertengkaran


__ADS_3

Setelah sampai di bandara Devan tidak mau sesuatu yang tidak di inginkan terjadi, dia langsung membawa Ayuni ke rumah sakit.


Sebenarnya bukan hanya itu alasan Devan ingin membawa Ayuni ke rumah sakit, dia juga penasaran dengan semua sikap yang di perlihatkan Ayuni, yang seolah-olah terlihat seperti orang hamil.


Dari mulai makan rujak masam, jajan bakso pentol dan yang terjadi saat ini yaitu muntah-muntah, Devan percaya jika itu tanda-tanda wanita hamil.


"Ini terlalu berlebihan Mas, aku benar-benar tidak apa" kata Ayuni sebenarnya malas ke rumah sakit.


"Tidak ada yang berlebihan, kamu sakit aku harus memastikan jika kamu baik-baik saja" kekeh Devan.


"Tapi aku tidak sakit! Mas lihat aku sehat aku tidak lemas ataupun pingsan" teriak Ayuni yang seketika membuat Devan kaget.


Dia belum pernah melihat reaksi berlebihan dari istrinya, dan ini kali pertama Devan mendengar suara keras istrinya.


"Pak, putar balik" titah Devan.


"Mas.." Ayuni merasa tak enak.


"Putar balik! " teriak Devan yang membuat supir langsung putar balik.


Ayuni diam-diam melirik suaminya, dia menghembuskan nafasnya kasar.

__ADS_1


Maaf. batin Ayuni dalam hati.


Akhirnya keduanya pun tidak jadi ke rumah sakit, selama di perjalanan tidak ada obrolan apapun keduanya saling mendiamkan.


Bahkan setelah sampai di rumah pun Devan dan Ayuni masih saling mendiamkan, keduanya tidak saling menyapa ataupun bercengkrama seperti biasnya.


"Mas.." panggil Ayuni tiba-tiba.


Devan tidak mendengarkan, dia malah pergi ke luar kamar dan hal itu membuat Ayuni semakin merasa bersalah.


"Dia marah, aku memang keterlaluan tidak seharusnya aku berteriak pada nya kemarin, ya Tuhan maafkan hamba mu yang telah berdosa pada suami hamba" gumam Ayuni merebahkan tubuhnya dan perlahan tidur karena sudah waktunya tidur.


Sedangkan Devan yang sedang berada di ruangan baca nya nampak terlihat kesal, dia merasa ada yang berbeda dari istrinya.


"Sebenarnya apa lagi yang akan dia perlihatkan? apa rahasia di balik cadar nya itu masih banyak dan aku belum tahu semuanya?" ucap Devan bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Keesokan pagi nya Ayuni bangun tidur nya, dia meraba ke samping dan Ayuni seketika membuka matanya karena dia tidak merasakan ada bekas kehangatan di ranjang sebelahnya.


Ayuni bisa tahu jika suaminya tak tidur bersama nya karena tempat sebelah nya sangat rapih, dan seperti tidak sempat di tiduri.


"Apa semarah itu dia padaku sehingga tidak mau tidur bersama lagi?" gumam Ayuni tanpa sadar mengeluarkan air mata nya.

__ADS_1


Ayuni pun akhirnya bangkit dari tempat tidur nya, dia berjalan ke kamar mandi dan langsung mandi karena Ayuni berniat membuatkan sarapan untuk suaminya.


Di sisi lain Devan baru terbangun dari tidurnya, dia langsung mandi dan berpakaian beruntung di ruangan baca dia memiliki ranjang kecil dan ada juga beberapa pakaian kerja nya membuat Devan tidak kembali ke kamar nya.


Saat akan pergi ke kantor di saat bersamaan Ayuni baru turun dari kamar nya, keduanya saling bertatapan untuk beberapa saat tapi setelah itu Devan mengacuhkan istrinya.


"Mas aku akan masak, bisakah menunggu 5 menit" pinta Ayuni.


"Ada meeting penting, aku akan sarapan di kantor" balas Devan dan langsung berlalu pergi.


Ayuni meremas pinggir syar'i nya, dia benar-benar merasa di abaikan dengan sikap Devan yang dingin itu.


"Aku bahkan belum sempat minta maaf, huh.. tidak apa aku akan mengantarkan makan siang ke kantor nanti" ucap Ayuni mencoba untuk tidak sedih, dan Ayuni langsung pergi ke kamar nya lagi.


Dari pada memikirkan sesuatu yang membuat nya sedih Ayuni memilih mengaji, dia ingin hatinya tenang dengan cara mendekatkan diri pada sang pencipta.


🌹


Pertengkaran pertama 😁


Sejauh ini masih aman kan? kalau up nya? aman nggak sehari 2 bab🤐

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2