Menikahi Gadis Bercadar.

Menikahi Gadis Bercadar.
Asisten debleng


__ADS_3

"Honey jangan bawa apapun semuanya sudah aku siapkan" kata Devan yang bosan melihat istrinya berkemas.


"Sungguh?" tanya Ayuni tidak percaya. " Pakaian tertutup ku? apa ada?" lanjut Ayuni.


"Ya, semuanya beres dan selama di sana kamu akan berada di samping ku bukan? jadi kurasa aku akan lebih menyukai kalau kamu memakai pakaian terbuka saja" balas Devan sambil memeluk sang istri.


Ayuni menggelengkan kepalanya, dia mencubit gemas pinggang suaminya yang sangat nakal.


"Itu tidak akan terjadi setiap saat bukan, jadi pakaian tertutup ku masih di perlukan" kata Ayuni.


"Ck, kamu benar-benar terlalu sempurna, baiklah bawa sedikit saja, aku hanya ingin kamu memakai lingerie yang di hadiahkan Mommy selama kita di kamar" ucap Devan sambil mencium leher putih istrinya.


Saat ini Ayuni memang baru selesai mandi, mereka baru mandi karena seharian tadi Devan tak berhenti menyerang sang istri tercinta nya.


"Sudah jangan cium-cium, aku panas dingin jika kamu terus seperti ini Mas" Ayuni melepaskan diri dari jerat suaminya.


Ayuni akui dia tidak bisa menolak setiap sentuhan yang di berikan suaminya, dia menyukai suaminya yang selalu memanjakan tubuh nya.


"Baiklah, kalau begitu aku keluar dulu, jangan lupa memakai pakaian dal** atau aku akan menyerang mu lagi" kata Devan sambil keluar.


"Mas!" teriak Ayuni kesal.


"Haha, I Love You honey!" teriak Devan membalas.


Huh..


"I love you too, Mas" gumam Ayuni pelan dengan senyuman yang menghiasi wajah cantiknya.


Nanti sore Devan dan Ayuni baru berangkat, mereka sengaja berangkat sore karena selama di perjalanan Ayuni dan Devan berniat akan tidur.


Keesokan harinya..


Jet pribadi sudah mendarat di bandara, dan Devan yang melihat istrinya masih tertidur pun tidak berniat membangunkan sang istri karena perjalanan masih panjang.

__ADS_1


"Siapkan hotel" titah Devan pada Reno.


"Siap Bos" sahut Reno langsung pergi dengan tangan kosong.


Di belakang nya ada dua bodyguard yang akan menjaga Devan dan Ayuni, dua bodyguard itu di pekerjaan khusus untuk menjaga keselamatan pasutri itu.


Sedangkan untuk Reno, dia adalah anak salah satu teman Mom Tara, lebih tepatnya anak Uncle Toni.


Jika Kenzo anak Hadian menjadi polisi, maka lain hal nya dengan anak Uncle Toni yang baru lulus kuliah S2 ini, dia mendapatkan pekerjaan menjadi Asisten Devan.


"Pesankan makanan" titah Devan saat dia sudah menidurkan istrinya di kamar.


"Siap Bos" Reno berlalu pergi untuk membeli makanan yang di inginkan Bos baru nya.


Dan tak lama kemudian Reno kembali datang dengan beberapa makanan yang di bawa nya.


"Ini Bos, uang nya pakai uang saya nanti di ganti ya" kata Reno santai.


Devan tak menjawab dan hanya melirik sekilas asisten baru nya itu, Reno terbilang pintar karena dia menyelesaikan S2 nya di usia 24 tahun.


"Bisakah kau berhenti bicara?" tanya Devan.


Hah?


"Maksud Bos apa?" tanya balik Reno bingung.


Devan mengeretakan gigi nya menahan kesal, dia heran kenapa Mommy nya tidak pernah merekomendasikan orang benar untuk menjadi asisten nya.


"Kau keluar!" titah Devan dingin.


"Astaga Bos, apa salah saya kenapa baru satu hari sudah di pecat?" Reno merasa tak terima.


Astaga, sudah kuduga kalau anak dari teman-teman Mommy tidak ada yang beres satupun. batin Devan menggerutu kesal.

__ADS_1


"Bos, apa akan mendapatkan uang pesangon?" tanya Reno dengan berat hati.


Devan sekali lagi melongo dengan tingkah asisten baru nya, dia melihat jam di tangan nya lalu tanpa mengatakan apa-apa dia langsung menutup pintunya.


"Bisa setres aku punya asisten banyak drama" gerutu Devan sambil membawa makanan nya ke meja dekat sofa.


Ayuni akhirnya bangun dari tidurnya, dia langsung makan setelah selesai melaksanakan shalat berjamaah bersama suami tercinta nya.


"Ini sangat enak, ternyata makanan Swiss enak juga ya" kata Ayuni sambil makan.


"Memang nya kamu tidak pernah ke Swiss sebelumnya?" tanya Devan.


Dan Ayuni menggelengkan kepalanya, dia menjawab jika Ayah Robert tidak pernah membawa anak-anak nya ke luar negri, mereka lebih sering piknik ke pantai atau ke villa yang ada di kampung Bunda Anasya.


Devan mendengar nya hanya mangut-mangut, di sini dia tau bahwa keluarga Ayuni yang kaya raya tidak seperti keluarga besar nya yang selalu suka berkeliling dunia hanya untuk berkumpul, keluarga besar istrinya lebih suka kesederhanaan.


Setelah selesai makan Devan pun membereskan bekas makanan nya, dan saat dia membukakan pintu Devan hampir jantungan karena melihat seseorang yang ada di depan nya.


"Kau lagi!" geram Devan.


"Bos belum memberikan kepastian berapa pesangon ku" kata Reno yang dari tadi ternyata menunggu Bos nya keluar kamar.


"Siapa yang bilang kau di pecat? hah aku tidak memecat mu!" Devan mengatakan nya dengan kesal.


"Seriusly?" tanya Reno begitu specles.


"Ya, bekerja yang benar dan buang sampah ini" titah Devan.


Reno menerima nya, dia langsung pergi untuk membuang sampah.


"Apa dia kurang satu ons?" gumam Devan melihat Reno yang berjalan sambil bernyanyi kecil.


🌹

__ADS_1


Jika kemarin anak uncle Hadian, sekarang yang nongol anak uncle Toni ya😅


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2