
Mentari bahkan belum menunjukkan sinar nya, tapi hal itu tidak membuat pemilik kamar yang memiliki warna putih semua ornamen nya itu mengurungkan niat nya untuk bangun.
Ayuni sudah mandi dan dia baru keluar dari kamar mandi, Ayuni melangkah mendekati suaminya yang masih dalam terlelap dalam tidur nya itu.
"Kak, bangun yuk bentar lagi adzan subuh" bisik Ayuni di telinga suaminya.
Devan yang mendengar suara perlahan membuka matanya, dia menggesek matanya lalu sedetik kemudian..
Glekk !
Devan kesusahan menelan ludahnya saat melihat apa yang ada di depan mata nya sekarang ini, sebuah pemandangan yang begitu menantang untuk di nikmati.
"Honey kamu mau menggoda ku ya" dengan sekuat tenaga Devan mencoba untuk tidak langsung menyerang istrinya.
Dia tau kalau Ayuni sudah punya wudhu, itu sering terjadi jika mereka selesai melaksanakan sunah rasul nya.
"Bukan menggoda, aku hanya ingin mengingatkan jika sudah waktu nya sholat subuh" balas Ayuni sambil tersenyum.
"Dan dengan memakai handuk tipis, rambut basah mu sangat menggoda iman ku yang tipis honey" Devan menghembuskan nafas nya panjang.
Ayuni terkekeh mendengar ucapan suaminya, dia langsung mengambil pakaian ganti nya dan mukena nya.
"Cepat mandi, jangan lupa baca doa itu ya, kalau lama aku nggak akan tunggu kakak" kata Ayuni sambil berjalan ke ruangan ganti pakaian.
Devan sekali lagi menghela nafas nya kasar, mau tak mau dia bangun dan berjalan ke kamar mandi.
"Aku boleh mengintip?" tanya Devan belum masuk ke kamar mandi.
"Boleh jika mau bintitan" sahut Ayuni asal.
__ADS_1
"Mendoakan suami yang tidak baik itu dosa honey, jika kamu lupa" balas Devan mengembungkan pipi nya sebal.
Dan hanya terdengar suara tawa Ayuni di balik ruang ganti, Devan berniat mengintip tapi lagi-lagi Ayuni bersuara.
"Jangan membuat drama, ingat kakak sudah tua ini sudah waktu nya sholat, wahai Abi dari anak-anak ku" kata Ayuni yang seketika membuat pipi Devan memerah.
Mendengar penuturan istrinya entah kenapa Devan merasa senang, dia membayangkan bagaimana jika nanti dia benar-benar akan menjadi seorang Abi (Ayah) untuk anak-anak nya.
"I love you honey!" teriak Devan sambil masuk ke dalam kamar mandi.
"Ana Uhibbuka Fillah (Aku mencintai mu karena Alloh) " balas Ayuni pelan sambil tersenyum kecil.
Setelah selesai mandi Devan langsung memakai Koko yang di sediakan oleh sang istri, keduanya keluar dengan pakaian rapih lengkap layak nya seorang muslim yang akan menunaikan ibadah shalat.
Ayuni membuka cadar nya, dan untuk kali pertama nya Joy melihat wajah adik nya, tepatnya setelah 3 tahun lalu, dia bahkan sampai mengucapkan lafadz Subhanallah.. pertanda dia mengagumi ciptaan Tuhan.
Sedangkan untuk Nadine dia merasa terpana karena apa yang di pikirkan selama ini benar, jika wajah adik ipar nya itu sangat cantik bahkan ia akui Ayuni lebih cantik dari pada dirinya.
"Aku sudah merasa tenang Bun, Alhamdulillah" balas Ayuni.
Bunda Anasya tidak banyak banyak bertanya lagi dia tau selama ini putri nya selalu di hantui rasa takut, dan dia senang karena hari ini Ayuni mau memperlihatkan wajah cantiknya pada keluarga nya.
Setelah selesai sholat berjamaah Ayuni langsung pergi ke kamar nya, begitupun dengan Devan yang masuk ke kamar nya dan langsung memeluk istrinya.
"Kak" Ayuni merasa risih di peluk seperti ini.
"Tadi kamu menggodaku, sekarang kenapa tidak?" Devan mencium tengkuk istrinya dengan menyibakkan mukena yang di pakai istrinya.
Ayuni melepaskan mukena nya, dan terlihatlah rambut nya yang basah yang saat ini malah semakin membuat Devan tidak bisa menahan diri nya.
__ADS_1
"Kak, kita akan ke rumah sakit jika kakak lupa" Ayuni mengingatkan.
"Hem, satu jam saja" kata Devan sambil menatap wajah sang istri.
Wajah keduanya hanya berjarak 5cm, Ayuni bisa dengan jelas merasakan hembusan nafas panas suaminya.
Dan jangan lupakan degupan dada keduanya yang saling menyahut, Ayuni akui saat ini dia tidak bisa berpaling ataupun menolak keinginan suaminya.
"Kak" Ayuni memejamkan matanya karena Devan mengusap leher nya.
Devan tersenyum saat melihat wajah lucu istrinya saat memejamkan matanya, dia langsung mengecup singkat bibir istrinya lalu dia dekatkan di telinga sang istri.
"Aku akan berhenti jika kamu meminta ku berhenti" bisik Devan sambil meraba perut istrinya.
Ayuni membuka matanya, lalu tatapan keduanya beradu dan Ayuni mengalungkan tangannya di leher suaminya.
"Apa yang sudah di mulai harus di lanjutkan, bukan begitu" Ayuni mengedipkan sebelah mata nya centil.
"Kamu bena honey apa yang sudah di mulai harus di lanjutkan" balas Devan yang langsung merebahkan tubuh istrinya di ranjang.
Dan pagi panas keduanya pun baru di mulai..
🌹
Sesuai dengan judul, nggak fulgar ya nanti kalau mau yang fulgar baca cerita Daffin dan Jessy aja😁
Btw ceritanya Daffin dan Jessy udah 3 bab ya, yuk gercep di baca ♥️
^^Gadks Virgin Milik CEO^^
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏