
Tiga bulan berlalu..
Ayuni bangun pagi-pagi sekali untuk melakukan apa yang dua bulan dia lakukan, mentruasi nya telat satu dua Minggu dan Ayuni sangat yakin jika dia hamil.
Lama Ayuni menunggu hasil dari tespec, hingga akhirnya dia melihat jika sudah lewat 15 menit.
"Bismillah" ucap Ayuni.
Ayuni mencuci nya agar tidak ada najis yang menempel di tespec nya, dan saat melihat Ayuni hanya bisa menggigit bibir bawahnya pelan.
"Tidak apa, aku percaya Tuhan pasti punya rencana yang lebih indah untuk keluarga kecil ku" gumam Ayuni sambil membuang tespec nya.
Dan setelah itu Ayuni memilih langsung mandi, lalu menyiapkan stelan kerja suaminya dan terakhir membuatkan sarapan.
Akhir-akhir ini Ayuni memang selalu membiasakan untuk sibuk di pagi hari, itu dia lakukan agar saat memiliki anak nanti dia tidak akan mengeluh karena telah terbiasa.
"Honey" panggil Devan yang sudah rapih.
Cup..
Devan mengecup dan memeluk sang istri dari samping, Ayuni yang baru selesai masak hanya bisa diam karena ini sudah menjadi kebiasaan suaminya.
"Kalau pagi jangan ngilang" kata Devan.
"Iya, maaf dan tolong pelukan nya di lepasin ya Mas" ucap Ayuni yang risih takut di lihat orang.
Devan pun melepaskan pelukan nya, keduanya lalu berjalan ke ruang makan, dan Devan menarik kursi untuk sang istri tercinta.
__ADS_1
"Honey apa tidak terlalu berat?" tanya Devan.
"Tidak karena kalau kelaparan pastinya akan lemas" balas Ayuni.
"Pinter jawab ya sekarang" Devan gemas mencubit pipi istri nya.
"Habisnya kamu protes aja, aku sengaja masak ini agar kamu nggak kelaparan Mas, dan nggak makan sama si centil lagi deh" jawaban yang simpel tapi terdengar seperti menyindir.
Devan menerima nasi berisi nasi goreng dan ayam goreng yang di buat istri nya, lalu Devan memberikan suapan pertama nya pada sang istri.
"Aaaa" ucap Devan.
Ayuni melihat suaminya, dan Devan langsung memberikan anggukan kecil yang membuat Ayuni langsung melihat sekeliling nya, dan setelah di rasa aman Ayuni langsung membuka sedikit cadar nya.
Devan sudah terbiasa dengan istrinya yang makan dengan cara seperti itu, sebenarnya Devan sudah meminta istrinya untuk makan di lantai atas saja agar istrinya lebih leluasa makan nya.
"Ngeles aja kaya bajai" celetuk Ayuni setelah dia selesai mengunyah.
Ayuni tahu kalau suaminya mengalihkan topik pembicaraan, dan dia kesal untuk hal itu.
"Dia anak salah satu rekan bisnis ku, dan kemarin bukan karena sengaja itu memang karena dia menggantikan papa nya" jelas Devan apa adanya.
"Iya tahu, cantik kan" Ayuni masih berlarut-larut.
Bagaimana tak kesal saat menelpon suaminya Ayuni mendengar suara wanita, dan selain itu wanita itu terang-terangan menyapa Ayuni.
So kenal so dekat. gerutu Ayuni dalam hati.
__ADS_1
Ayuni sebenarnya bukan tipe pencemburu, tapi dia ingin berjaga-jaga takutnya ada yang lebih sadis dari Anselma.
Membayangkan Anselma yang sampai terobsesi saja membuat Ayuni merinding, dan dia tidak tau berapa banyak lagi wanita yang akan menjadi duri dalam hubungan nya, tapi sebisa mungkin Ayuni akan menghalangi jalan pelakor menganggu nya.
"Kamu ngomong apasih, jangan berpikir aneh-aneh aku nggak akan berpaling dari mu" kata Devan seolah ingin meredamkan kekesalan di hati istri nya.
Ayuni tak menjawab dia memilih makan, dan setelah keduanya selesai makan Ayuni mengantarkan suami nya ke depan, dan melihat Reno yang menjemput.
"Hati-hati, maaf terlalu kekanakan" kata Ayuni sambil mencium punggung tangan suaminya.
"Hem, iya aku paham" balas Devan singkat membuat Ayuni manyun.
Devan tidak tau istrinya manyun, tapi dia bisa melihat jika mata istrinya terlihat seperti orang kesal.
"Nanti supir akan menjemput, kita makan siang bersama Mommy dan yang lain nya" bisik Devan.
Hah?.
"Kok Mom nggak bilang sih" Ayuni merasa aneh.
"Bilang tadi sama aku kok, pakai baju pink ya aku suka kamu memakai syar'i warna pink" kata Devan lagi.
Ayuni hanya mangut-mangut lalu Devan pun berangkat bersama Reno, Ayuni kembali ke rumah dan memilih memainkan ponselnya sambil menunggu siang.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗
__ADS_1