Menikahi Gadis Bercadar.

Menikahi Gadis Bercadar.
Ketakutan


__ADS_3

"Kenapa? apa masih banyak lagi yang kamu sembunyikan dari ku?"


Ayuni terdiam mendengar ucapan suaminya, dia juga tidak tahu kenapa beberapa hari ini dirinya menjadi sensi apalagi masalah dokter.


Ia merasa malas untuk ke Dokter dan itu semua karena Ayuni memiliki trauma tersendiri pada dokter.


"Aku tidak bohong apapun, aku__" ucap Ayuni terhenti.


"Aku tidak percaya, kamu selalu banyak menyembunyikan hal yang tidak aku ketahui, dan sekarang aku yakin kamu juga menyembunyikan sesuatu lagi dari ku kan!" tuduh Devan dengan wajah kesal nya.


Ayuni mengelengkan kepalanya, dia mencoba memegang tangan suaminya dan saat mendapatkan tangan suaminya Ayuni memegang erat tangan Devan.


"Sejak lahir aku sudah sakit-sakitan, tubuhku lebih lemah dari kakak kembaran ku sehingga aku harus menjalani kemoterapi terus menerus, dan semua itu tentu memiliki efek yang sangat besar untuk tubuhku" Ayuni menjeda ucapan nya.


Dia semakin mengeratkan pegangan tangan nya. "Untuk bermain pun aku selalu di larang dan semua itu hanya sampai usia ku 12 tahun, kamu tau kan akibat kemoterapi seperti apa? aku takut.. aku takut apa yang aku baca di artikel benar-benar terjadi, aku takut kita tidakmemiliki an_" Ayuni tak mampu melanjutkan ucapan nya.


Devan melepaskan pegangan tangan nya, dia langsung memeluk istrinya dan memberikan kecupan bertubi-tubi di kening sang istri.


"Jangan katakan hal yang tidak-tidak, kamu akan memiliki bayi, kita akan menjadi orang tua" tegas Devan menenangkan Ayuni yang ternyata ketakutan.


Mual nya selama ini adalah efek dari kemoterapi yang dia jalani beberapa tahun lalu, dan untuk rambutnya Ayuni tidak benar-benar memiliki rambut yang indah, rambut bule nya adalah rambut baru karena selama kecil Ayuni tidak pernah memiliki rambut.


"Jika aku tidak bisa hamil apa kamu akan meninggalkan ku?" tanya Ayuni dengan nada sedihnya.

__ADS_1


"Tidak, kita bisa mengambil anak dari panti asuhan, banyak cara agar kita bisa memiliki anak" balas Devan yang membuat Ayuni terharu dan semakin mengeratkan pelukannya.


"Terimakasih sudah menjadi mau menerima ku, Terimakasih" kata Ayuni saat pelukan terlepas.


"Hem, sekarang Dokter akan kesini jadi jangan takut" Devan mengusap lembut pipi Ayuni.


Ayuni hanya mengangguk kecil, dia akan melawan rasa takut nya karena saat ini dia memiliki sosok yang sangat menyayanginya.


Sedangkan di tempat lain nampak Anselma yang saat ini kesehatan nya sudah mulai membaik, dia melihat ke ruangan nya dan menghela nafas panjang karena tidak ada satupun yang datang menjenguk nya.


"Kasihan sekali nasib ku, bahkan sekalipun aku hampir mati seperti ini pun tidak ada yang perduli dengan ku" ucap Anselma tersenyum miris karena nasibnya yang sangat buruk.


Anselma melihat luka tusukan di perutnya yang sudah dijahit, dia tidak menyesal melakukan semua ini karena Anselma yakin setelah ini dia akan mendapatkan apa yang dia inginkan.


Cinta Devan, Anselma sangat yakin jika dia akan kembali menjerat hati pria yang di sukai nya, Devan adalah kekasih pertama nya dan Anselma tidak perduli sekalipun dia menjadi pelakor karena yang dia pikirkan saat ini adalah Devan.


Tiba-tiba..


Tok..tok.. !


Anselma melihat ke pintu dengan wajah penasaran nya, dan..


"Dev.." Anselma tersenyum melihat kedatangan Devan.

__ADS_1


"Akhirnya kamu dat__" seketika senyuman Anselma hilang saat melihat wajah sosok yang dia anggap sebagai pengganggu dalam hubungan percintaan nya.


Ayuni dan Devan masuk kedalam ruangan Anselma, tadi Ayuni memaksa Devan untuk bertemu dengan Anselma.


Dan saat ini di luar ada beberapa polisi yang menunggu Ayuni, Karen bagaimana pun Ayuni masih menjadi tahanan rumah.


"Dev bawa wanita sialan itu pergi, aku tidak ingin melihat wanita jahat itu" kata Anselma sambil menunjuk Ayuni.


"Ansel, aku kesini untuk minta maaf dan tolong jangan menuduhku yang tidak-tidak karena aku bukan seperti yang kamu tuduhkan, kamu yang menusuk perut mu sendiri" ucap Ayuni mencoba untuk tenang.


"Lihat Dev sudah ku bilang dia itu wanita yang jahat, kamu lihat kan sekarang dia malah menuduh ku menusuk sendiri, aku benar-benar tidak habis pikir pada nya Dev" Anselma memegang tangan Devan.


Dan dengan cepat di tepis oleh Devan yang tidak nyaman dengan apa yang di lakukan Anselma.


"Aku kesini hanya untuk mengatakan jika tuduhan mu itu hanya omong kosong, Ansel cepat tarik tuntutan nya atau aku akan benar-benar membuat mu mati!" kata Devan wajahnya terlihat tidak main-main.


"Dev.." Anselma kaget.


"Ayo honey, tidak baik berlama-lama di rumah sakit nanti kita ketularan sakit" Devan dengan santai membawa Ayuni keluar dari ruangan Anselma.


Anselma menatap kepergian pasutri itu dengan penuh kebencian.


Awas kalian, aku pastikan wanita bodoh itu akan mendekam lama di dalam penjara, camkan itu sialan!

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗


__ADS_2