
Sesampainya di rumah Ayuni langsung membagikan sate nya pada pekerja di rumah nya, karena masing-masing di bagi 20 jadi hanya ada 8 bungkus yang di dalam kresek.
Dua bungkus untuk pak satpam, dua bungkus untuk bibi pembantu, dan empat bungkus untuk keluarga begitulah Ayuni membagi nya.
Sate nya langsung di makan oleh Nadine yang memang sangat ingin makan sate, di temani Joy Nino dan Vicky mereka makan sate yang di belikan Ayuni.
"Kakak mau?" tanya Ayuni.
"Hem, aku akan mandi dulu" balas Devan.
Ayuni mengangguk kecil, dia mengambil piring untuk menyisakan bagian suaminya lima belas tusuk.
"Beli di mana Yun?" tanya Nadine.
"Di langganan biasa" balas Ayuni.
"Oh, enak banget" Joy menyahut.
Vicky dan Nino menyudahi makan nya, keduanya hanya makan masing-masing lima tusuk dan setelah itu langsung pamit tidur.
"Jangan lupa gosok gigi sayang" kata Joy sedikit berteriak.
"Iya Mom" sahut Nino dan Vicky kompak.
"Sera kemana kak?" tanya Ayuni tak melihat keponakan gemoy nya.
"Lagi sama bunda, katanya mau belajar ngaji sama bunda dari tadi belum keluar kamar" jelas Joy.
Ayuni mangut-mangut pasti akan sangat lucu dia melihat si gembul Sera yang memakai mukena.
Mereka makan sambil mengobrol, hingga tak lama setelah itu Bunda Anasya datang dengan menggendong Sera.
"Astaga bunda, Sera Mommy bilang apa?" Joy sangat kaget karena Sera di gendong Bunda nya.
"Au" balas Sera malah mencebikan bibir nya.
"Nggak papa, Bunda masih kuat kok buat gendong Sera" balas Bunda Anasya.
Lalu Bunda Anasya menurunkan Sera dari gendongan nya, membuat Sera langsung memeluk kaki Mommy nya.
"Mom tidul" kata Sera menguap.
"Gosok gigi dulu tapi" balas Joy yang kini giliran menggendong bayi gendut nya.
"Au" Sera memeluk leher Joy, membuat wanita 25 tahun itu merasa sesak.
"Sera astaga berhenti memeluk Mommy seperti ini, Mommy tercekik" kata Joy merasa sesak bukan main.
Sera yang tidak paham malah semakin mengeratkan pelukannya, membuat Joy benar-benar tercekik hingga akhirnya dia menurunkan tubuh bayi gendut nya.
__ADS_1
"Bun, Nad, Yun, aku ke kamar dulu ya, mau nidurin bayi gendut dulu" jelas Joy.
"Jangan lupa baca doa" Ayuni mengingatkan.
"Ote" Sera menyahut sambil melirik Mommy nya.
"Jalan sendiri, ayo" Joy memegang tangan putrinya.
Membuat Sera yang mendengar nya hanya bisa mengembungkan pipi nya sebal, karena sebenarnya Sera lebih suka di gendong dari pada jalan sendiri.
Setelah kepergian Joy dan Sera kini tinggallah Ayuni Bunda Anasya dan Nadine yang masih makan sate.
"Bunda nggak makan?" tanya Ayuni.
"Nggak, kalian aja bunda udah kenyang" balas Bunda bohong.
Ayuni tahu bundanya sedang berbohong, dia juga mendengar dari kakak nya yaitu Radit jika bunda nya belum makan dari kemarin sore.
"A bun.."Ayuni mengulurkan tangan nya yang memegang satu tusuk sate.
Bunda Anasya menggelengkan kepalanya pelan, membuat Ayuni semakin mendekatkan tusuk sate nya.
"Bun, aku mohon bukan ini kan yang ayah harapkan? Bunda harus makan ya" Ayuni menatap Bunda nya.
Nadine yang sedang makan langsung menghentikan makan nya, dia merasa terharu karena dia melihat pemandangan yang cukup menggetarkan hati nya.
Mama, Papa, jika saja kalian ada di sini pasti kalian akan senang karena aku sedang mengandung cucu kalian, jagain kami ya. batin Nadine.
"Baiklah, bunda mau" bunda Anasya akhirnya makan sate dengan di suapi Ayuni.
Tidak lupa Ayuni menambahkan lontong nya, dan Devan yang masih berjalan menuruni tangga itu menghentikan langkah kaki nya.
Dia berbalik kembali ke kamar nya, tidak mau merusak suasana yang sudah di buat Istri nya Devan memilih kembali ke kamar nya.
Setelah selesai menyuapi Bunda Anasya Ayuni dan Nadine pun akhirnya kembali ke kamar masing-masing.
"Assalamualaikum.."
"Walaikumsalam.."
Devan langsung melihat ke arah istrinya, dan senyuman mengembang di sudut bibirnya karena dia melihat Ayuni yang membawa piring berisikan sate dan lontong.
"Mau makan sendiri atau di suapin?" tanya Ayuni.
Devan bangkit dari tempat tidur, dan berjalan ke arah sofa yang ada di sudut ruangan nya.
"Suapin istri kaya nya lebih enak" balas Devan.
"Jadi mau nya di suapin?" tanya Ayuni lagi.
__ADS_1
"Di suapin istri" balas Devan lagi.
Ayuni ikut duduk di dekat suaminya, dan setelah itu ia mulai menyuapi suaminya dengan telaten.
"Enak?" tanya Ayuni.
"Hem enak apalagi lihat wajah kamu" jawab Devan gombal.
Uhuk..
Ayuni langsung terbatuk-batuk mendengar gombalan dari suaminya.
"Minum ini" Devan memberikan minum.
Ayuni meminum nya, dan setelah merasa lega dia langsung memberikan tatapan tak biasa pada suaminya.
"Udah cinta ya?" celetuk Ayuni sambil memberikan suapan lagi.
Uhuk..
Dan kali bukan Ayuni yang batuk, melainkan Devan yang kaget dengan celetukan istrinya.
Ayuni terkekeh melihat reaksi suaminya, dia memberikan air minum pada suaminya.
"Kalau cinta ya bilang, jangan diam terus kan sudah halal" lanjut Ayuni sambil tersenyum genit.
"Honey.."
"Hem, ayo aku mau" Ayuni membuka cadar nya, dan kerudung nya.
Dan terlihatlah rambut panjang nya yang sangat indah, membuat Devan merasa kenyang untuk makan karena ingin ganti menu.
"Et, habisin dulu makan nya, baru ganti menu" Ayuni menahan tangan suaminya.
"Aku sudah kenyang" balas Devan.
"Masa, tapi aku belum mandi" Ayuni beranjak berdiri.
"Honey" Devan semakin bersemangat saat melihat Ayuni yang membuka sleting dress nya.
"Makan dulu honey, aku mandi dulu" balas Ayuni langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Huh..
"Sabar, jatah mu malam ini akan long time" kata Devan sambil menyambar piring nya, dan langsung makan sate yang masih tersisa.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏