
Selama satu jam lebih Devan menatap wajah cantik istrinya, dia benar-benar tidak berpaling untuk melihat ke arah lain karena saat ini dia hanya ingin fokus pada gadis yang ada di samping nya.
Tangan nya terulur untuk menyentuh wajah Ayuni, perlahan tapi pasti tangan nya meraba mata hidung hingga bibir.
Hal itu membuat Ayuni yang sedang tidur perlahan membuka matanya, dia melihat ke depan di mana sekarang ini ada sepasang mata yang sedang mengawasi nya.
"Aku ketiduran" Ayuni menguap pelan.
"Tidak apa, kamu terlihat cantik saat tidur" balas Devan sambil tersenyum.
Hoam..
Ayuni kembali menguap lagi, tentunya dengan menutup bibir nya dengan telapak tangan nya.
"Maaf karena membuat mu tidak tidur tadi malam," kata Devan mengusap lembut pipi istrinya. "Kamu pasti lelah kan?" lanjut nya sambil menarik Ayuni ke pelukan nya.
"Ya aku sangat lelah dan mengantuk" balas Ayuni sambil menghirup aroma tubuh suaminya yang sangat wangi hingga membuat pikiran nya tenang untuk sesaat.
Lalu keduanya saling melirik dan saat tatapan keduanya bertemu Ayuni dan Devan tiba-tiba tersenyum, entah apa yang membuat keduanya tersenyum tapi Ayuni dan Devan merasa ini aneh.
Menyukai istri sendiri itu bukan satu kesalahan melainkan adalah kewajiban, dan aku akan melakukan nya. batin Devan.
Dia adalah pria pilihan Ayah dan Bunda, aku beruntung mendapatkan suami yang Sholeh, terimakasih Tuhan takdir mu benar-benar indah. batin Ayuni.
Keduanya saling mendiamkan untuk beberapa saat sampai akhirnya Ayuni mendongkak kan wajahnya ke atas dan di saat bersamaan Devan juga melihat ke bawah.
Tatapan keduanya bertubrukan dengan perasaan yang tidak tau apa artinya, saat ini kenyamanan masih berada dalam lingkaran ikatan suci yang keduanya miliki.
Dan untuk keduanya itu sudah cukup, cinta akan datang sendirinya dan keduanya percaya jika hubungan yang awalnya di dasari dengan kepercayaan akan bertahan meski banyak cobaan yang menghadang sekalipun.
__ADS_1
"Aku mengantuk" kata Devan matanya tiba-tiba terasa berat.
"Tidurlah, aku akan tetap di sini" balas Ayuni sambil mengusap kening suaminya.
Devan memejamkan matanya usapan yang dia dapatkan membuat nya merasa nyaman hingga akhirnya Devan pun terlelap dalam tidurnya.
Ayuni tersenyum kecil melihat Devan sudah tertidur.
"Terimakasih telah menerima ku, aku akan selalu berusaha menjadi istri yang Sholehah" ucap Ayuni sambil mengusap kepala suaminya dengan penuh kelembutan.
Tiba-tiba Ayuni mendengar suara dering telpon, yang mana hal itu membuat dia pelan-pelan beranjak dari tempat tidur nya.
Ayuni mengambil ponselnya dan dia mengerutkan keningnya bingung karena yang menelpon nya saat ini dari nomer yang tidak di kenal.
"Nomer baru lagi" ucap Ayuni menatap ponselnya dengan ragu.
"Halo"
"Kau tidak bisa hidup tenang setelah mencoba menjauhiku, dengarkan aku baik-baik Yuni kau akan kehilangan semua kebahagiaan mu camkan itu"
Deg..
Suara Victor terdengar jelas di sebrang telpon, membuat tubuh Ayuni bergetar karena takut.
"Aku akan menyebarkan Vidio itu, lihatlah aku akan membuat keluarga mu menjadi orang pertama yang menyaksikan Vidio bugil mu!" lanjut Victor lagi.
"Tidak! jangan" Ayuni histeris.
Dia tidak sanggup membayangkan reaski kecewa keluarga nya, tidak.. Ayuni tidak bisa.
__ADS_1
"Aku mohon jangan lakukan itu, berapapun ya berapapun uang nya akan aku bayar tapi jangan sebarkan Vidio itu" ucap Ayuni memohon.
"Tangis mu adalah kesenangan ku Queen" lanjut Victor tertawa di sebrang telpon.
Ayuni semakin ketakutan mendengar itu, sampai akhirnya..
"Sudah ku bilang jangan angkat telpon dari bajingan itu" Devan mengambil paksa ponsel nya.
Devan melihat layar ponselnya lalu dia memotret nomer ponsel yang di gunakan Victor, yang langsung dia kirimkan pada Kenzo.
"Aku akan membuat hidup mu hancur!" kembali terdengar suara Victor.
"Dan aku juga akan membuat mu mendekam lama di penjara, buronan polisi!" balas Devan dengan nada dingin nya.
Tut !
Victor langsung mematikan panggilan nya sepihak.
Devan menghela nafasnya panjang, dia melirik istrinya yang terlihat ketakutan, tidak bisa melihat istrinya sedih Devan pun membawa tubuh istrinya ke pelukan nya.
"Jangan takut dengan pengecut itu, aku ada di sini untuk melindungi mu, honey"
🌹
Sad banget hp yang selalu aku pakai nulis jatuh kena batu dan retak😓
mau ganti hp akun geogle nya lupa, deg-degan takutnya akun Novel yang ini nggak kebuka lagi😭
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1