
"Halo kak?"
"Yun, maafkan kakak keponakan nakal mu jatuh dari sepeda, dan sekarang ada di rumah sakit"
"Apa Sera baik-baik saja?"
"Tangan dan kaki nya lecet, tapi maaf Yun mungkin kakak tidak jadi ke kota B karena Sera tidak bisa berhenti menangis"
"Tidak apa kak, jangan terlalu memikirkan masalah aku karena semuanya sudah selesai, tuntutan nya berbalik pada si penuntut" jelas Ayuni. "Semoga Sera cepat sembuh ya, maaf nggak bisa jenguk" lanjut Ayuni.
"Amin, sekali lagi maaf ya"
Dan setelah itu panggilan nya terputus.
Devan baru masuk kamar melihat istrinya yang memegang ponsel, dia pun langsung ke kamar mandi untuk cuci tangan dan kaki.
"Kenapa?" tanya Devan memeluk pinggang istrinya.
"Sera jatuh dari sepeda" balas Ayuni.
"Kamu sedih?" tanya Deva lagi.
"Hem tentu saja, Sera keponakan ku yang manis" sahut Ayuni balik memeluk suaminya.
Devan mengusap lembut kepala istrinya, Ayuni memejamkan matanya merasakan usapan lembut yang di berikan suaminya.
"Aku mungkin akan lama memiliki baby" ucap Ayuni tiba-tiba.
Membuat Devan menghentikan gerakan tangan nya, dia menatap dalam istrinya lalu..
Cup..
"Tidak masalah, besok kita konsultasi pada dokter, tidak ada yang tidak mungkin jika kita terus ikhtiar, percayalah Tuhan tidak akan pernah memberikan cobaan jika kita tidak bisa melewatinya" jelas Devan bijak.
Ayuni tidak bisa berkata-kata, dia yang seharusnya lebih paham karena bagaimanapun dia tinggal lama dalam pesantren malah menjadi seperti ini.
__ADS_1
Ya Tuhan ampuni aku yang sempat mengeluh dengan semua cobaan ini, sekarang aku sadar kalau mengeluh tidak akan membuat masalah menjadi mudah melainkan hanya mempertipis rasa percaya pada mu. batin Ayuni sadar akan kesalahan nya.
"Hey kenapa melamun?" Devan mencubit pipi istrinya gemas.
Yang seketika membuat Ayuni tersadar dari lamunannya.
"Kenapa?" tanya Ayuni.
"Kamu gemesin banget, aku jadi ingin sesuatu" Devan memegang dagu istrinya.
Mata nya melihat ke arah bibir seksi sang istri, Ayuni paham betul dengan gelagat suaminya yang mulai aneh.
Tanpa di minta pun dia sudah tahu jika suaminya ingin sesuatu, dan Ayuni dengan santainya membuka kerudung nya.
Devan melihat Ayuni yang membuka kerudung hingga dress panjang itu, hingga akhirnya menyisakan dua kain saja yang menutupi aset.
"Honey" Devan meraba bibir istrinya.
"Sttt.. langsung saja honey, khusu malam ini aku akan menyenangkan mu" ucap Ayuni dengan senyuman manja nya.
"Baiklah ayo nona nakal suami tampan mu bersiap menerima perlakuan istrinya yang manis" balas Devan sambil menatap istrinya.
Ayuni tergelak mendengar balasan suaminya, dia mengulurkan tangan nya untuk membuka satu persatu kancing kemeja suaminya.
"Aku mencintai mu" bisik Ayuni sambil meraba dada bidang suaminya.
"Dan aku lebih mencintaimu" balas Devan sambil tersenyum.
Tak ingin menunda waktu lagi Ayuni langsung ke intinya, yaitu menunaikan kewajiban nya sebagai suami istri bersama pria halal nya.
Pagi harinya Devan terbangun yang pertama, dia melihat istrinya yang masih tidur dan Devan tidak berniat membangunkan istrinya karena jam masih memperlihatkan jam 7 siang.
Tadi setelah shalat subuh berjamaah keduanya memang memilih tidur kembali, dan Ayuni sekarang masih terlelap dalam mimpi indah nya.
"Dia pasti kelelahan, kasihan" Devan mengusap lembut kepala istrinya.
__ADS_1
Membayangkan tadi malam betapa nakalnya istrinya Devan benar-benar ingin tertawa, bagaimana tidak tadi malam istrinya terus merengek meminta lagi dan lagi, dan Devan menerima permintaan itu tentu saja sangat senang.
"Lihat bahkan saat tidur pun kamu sangat cantik, apa yang kamu mimpikan hah?" tanya Devan dengan bodoh nya.
"Awas saja kalau yang ada dalam mimpi mu adalah pria lain, apalagi yang tampan, tidak aku lebih tampan dari pria yang haram untuk kamu tatap" lanjut Devan masih bergumam sendiri.
Ayuni dalam tidurnya ingin tertawa, sebenarnya Ayuni sudah bangun lebih tepatnya setelah dia merasakan usapan lembut di kepalanya.
Lihat dia benar-benar menggemaskan, suamiku cemburu jika aku memimpikan pria lain. batin Ayuni ingin tertawa.
Tiba-tiba terbersit dalam pikiran nya untuk mengerjai suami nya..
"Oh kalian sangat tampan, sayang sekali aku sudah menikah mungkin aku akan menikahi mu Rawoon" ucap Ayuni dengan mata terpejam nya.
Apa!
Devan seketika melotot tajam.
"Rawooon? nama orang atau nama sup daging" gerutu Devan cemburu.
Lihat dia cemburu. batin Ayuni kesenangan.
"Rawoon, aku akan ke Korea untuk menemui mu pria tinggi ku" lanjut Ayuni semakin menjadi-jadi.
"Ck, aku juga tinggi, bahkan aku memiliki tubuh yang lebih atletis, ngapain jauh-jauh ke Korea kalau suami sendiri sudah setampan dengan kharisma yang dahsyat seperti ini" Devan terus menggerutu.
Dan Ayuni terus berpura-pura mengigau aktor/idol group Korea Selatan yang sedang naik daun itu, yang mana membuat Devan semakin kesal dan memperlihatkan kenarsisan nya yang tersembunyi.
Bonus foto Rawoon♥️
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1