Menikahi Gadis Bercadar.

Menikahi Gadis Bercadar.
Pacaran halal


__ADS_3

"Honey bangunlah, sudah magrib" bisik Devan sambil mengusap pipi sang istri.


"Sudah adzan?" tanya Ayuni yang perlahan membuka matanya.


Tadi dia memang ketiduran, suasana pegunungan yang dingin membuat dia ingin berlama-lama di balik selimut.


"Belum adzan, tapi ini hampir jam enam" jelas Devan.


Ayuni mengangguk, dia langsung beranjak dari tempat tidur nya dan pergi ke kamar mandi.


Devan mengambil mukena dan yang lain nya untuk peralatan shalat nya yang sudah dia disiapkan dari jauh-jauh hari.


Setelah selesai bersih-bersih Ayuni pun bergegas memakai pakaian nya lalu memakai mukena nya, keduanya melakukan shalat berjamaah.


"Mau jalan-jalan?" tanya Devan.


"Kemana?" tanya balik Ayuni.


"Rahasia" balas Devan sambil tersenyum.


Ayuni mengikuti kemana suaminya mengajaknya, dan Devan membawa Ayuni ke samping villa.


"Honey" panggil Devan.


"Ini sangat indah" ucap Ayuni menatap takjub pada keindahan di depan nya.


Dimana tempat yang tadinya hanya ada taman rerumputan dan bunga-bunga sekarang di rombak berbeda dari yang Ayuni lihat tadi sore.


Ada lampu kerlap-kerlip yang saling berhubungan dengan pohon-pohon di area villa, tapi yang membuat Ayuni takjub bukan itu dia melihat dinner romantis yang disiapkan suaminya.


"Kamu suka?" tanya Devan.


Dan Ayuni menatap suaminya dengan kata indahnya.


"Sangat Mas, ini sangat indah terimakasih" kata Ayuni sambil memeluk tubuh suami tercinta nya.

__ADS_1


"Sama-sama, aku akan selalu membuat mu bahagia dan ini hanya bagian dari kejutan kecil mu, honey" Devan mencium kening istrinya lembut, lalu memeluk istrinya dengan erat.


Setelah pelukan nya terlepas Devan menggandeng tangan istrinya untuk berjalan ke meja nya.


"Siapa yang masak?" tanya Ayuni.


"Pelayan, di sini ada tiga pelayan tapi mereka hanya bekerja sampai sore" balas Devan.


"Bukankah jarak ke pemukiman jauh?" tanya Ayuni


"Lumayan hampir satu jam" jelas Devan.


Ayuni mangut-mangut mendengar penjelasan dari suaminya, setalah itu keduanya langsung memulai makan romantis nya.


Sesekali keduanya saling suap menyuapi, Ayuni sangat senang bisa quality time bersama suaminya apalagi selama di sini Devan tidak akan bekerja yang membuat Ayuni akan menjadi nomer satu.


Dari kejauhan nampak Reno yang terlihat kelelahan, bagaimana tidak dia mendapatkan pekerjaan urgent untuk membuat dinner sederhana ala Bos nya.


Dan disini yang bekerja adalah dirinya, lain dengan Bos nya yang hanya bisa menunjuk itu itu dan itu saja.


"Ternyata dapat S2 juga nggak berarti kalau punya Bos super ribet" gerutu Reno sambil memainkan ponselnya.


Gaji yang besar dan iming-iming jenjang karir yang akan cemerlang membuat Reno semangat bekerja, tapi yang membuat nya lebih semangat itu bukan lah itu sebenarnya, tapi Cantika.


Ya Reno menyukai Cantika sejak pertemuan pertama di reuni Papa nya tiga tahun yang lalu, dan saat itu Reno melihat Cantika yang masih 14 tahun yang sangat lucu dengan cara bicaranya yang ceplas-ceplos.


"Kuat Reno, kata Papa mu kalau mau sama anaknya ya dekati orang tuanya, dan sekarang cara mu sudah benar dengan mendekati Kakak nya" ucap Reno menyemangati diri nya.


Keesokan harinya Devan membawa Ayuni ke bukit yang tak jauh dari villa, Ayuni benar-benar sangat senang karena Devan membawa nya ke bukit yang penuh dengan bunga-bunga.


"Berapa banyak lagi kejutan nya?" tanya Ayuni sambil menghirupnya udara segar di pagi hari.


"Masih banyak, dan itu tidak akan berhenti selama aku masih bernafas" sahut Devan dengan senyuman nya.


"Gombal" Ayuni memukul pelan lengan suaminya.

__ADS_1


"Gombal tapi suka kan?" Devan mencubit gemas pipi istrinya.


Membuat cadar Ayuni sedikit miring, dan melihat itu Devan langsung membenarkan cadar istrinya.


"Aku bersyukur memilikimu" lanjut Devan setelah membenarkan cadar sang istri.


"Hem, aku tahu kok" balas Ayuni sambil meraba pipi pipi suaminya.


"Kalau tau kenapa kamu selalu suka menyembunyikan sesuatu dari ku?" tanya Devan.


Yang membuat gerakan tangan Ayuni terhenti, Ayuni menurunkan tangan nya dari wajah suaminya.


"Itu dulu, sekarang tidak" ucap Ayuni jujur.


"Aku tidak percaya" Devan menatap sang istri.


"Apa aku harus berteriak agar kamu percaya?" tanya Ayuni balik menatap suaminya.


"Hem lakukan lah" balas Devan santai.


Ayuni melihat ke depan, lalu..


"I love you suamiku" ucapan pelan.


"Berteriak honey" Devan mengingatkan.


"Untuk apa berteriak kalau pelan saja terdengar, aku hanya ingin kamu tau kalau aku mencintaimu, dan orang lain? aku tidak mau tau" balas Ayuni sambil tersenyum.


Devan membawa istrinya ke pelukan nya, lalu..


"Aku lebih mencintaimu" bisik Devan sambil memberikan kecupan di kening Ayuni bertubi-tubi.


Keduanya merasakan pacaran halal nya, tidak ada kata telat untuk memulai dan Devan berjanji akan selalu menyayangi dan mencintai istrinya.


🌹

__ADS_1


Devan dan Daffin kaya langit dan bumi ya 🤣


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗


__ADS_2