Menikahi Gadis Bercadar.

Menikahi Gadis Bercadar.
Obsesi


__ADS_3

Siang nya Ayuni yang sudah berpakaian rapih nampak sedang memakai cadar nya, dan setelah selesai memakai cadar nya Ayuni langsung keluar dari kamar nya.


Saat menuruni tangga Ayuni mendengar suara yang sangat dia kenal, membuat Ayuni mempercepat langkah kaki nya.


"Kamu.." Ayuni melihat siapa yang saat ini berdiri di teras rumah nya.


"Maaf nona, dia memaksa masuk ke sini" kata bibi pembantu menunduk.


"Tidak apa Bi dia tamu saya" jelas Ayuni tidak mau memperburuk suasana, "Bi tolong buatin minum nya ya, maaf merepotkan" lanjut Ayuni.


Bibi pembantu pergi kebelakang meninggalkan Ayuni dan seorang wanita berpenampilan seksi yang duduk tanpa permisi.


"Ada apa?" tanya Ayuni kali ini nada bicaranya berbeda.


Anselma menatap tajam wanita bercadar di depannya lalu tersenyum miring.


"Kau tau untuk apa aku kesini" kata Anselma dingin.


Ayuni menghela nafas nya panjang, dia tidak tau kenapa Anselma masih kekeh ingin menjadi penggantinya sedangkan dirinya saja masih hidup.


"Kau mau menjadi duri? istighfar kamu wanita baik-baik bukan?" Ayuni mengatakan itu karena dia ingin Anselma sadar dengan obsesi nya yang salah.


Tidak baik mengejar pria yang sudah beristri, menyakiti hati sesama seorang wanita.

__ADS_1


"Aku tidak perduli, Devan adalah milik ku sebelum kau hadir di dalam hidupku, aku membenci mu" tegas Anselma sambil menatap Ayuni dengan wajah kebencian nya.


Ayuni menggelengkan kepalanya, dia melirik ke jam tangan yang ada di tangan nya.


"Aku tidak mau membicarakan omong kosong ini, mendengarkan mu membuat kepala ku sakit" Ayuni berdiri.


Anselma melihat itu ikut berdiri, dia tidak terima karena Ayuni secara tidak langsung sudah mengusirnya.


"Kau tidak mencintainya kan, lepaskan Devan aku bisa membuat dia bahagia bersamaku" kata Anselma.


"Aku juga bisa membahagiakan nya" balas Ayuni.


"Tidak, aku tau kalian di jodohkan aku mohon lepaskan Devan biarkan aku yang membahagiakan nya, aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi, orang tua ku sudah meninggal kemarin aku hanya butuh Dev di samping ku, aku mohon" Anselma menangis mengatakan nya.


"Jika kau ingin aku mencium kaki mu aku akan melakukan nya, tapi aku mohon lepaskan Devan" lanjut Anselma sambil mendekati Ayuni.


Dan tanpa ragu Anselma memeluk kaki Ayuni, sesuatu yang membuat Ayuni sedikit tertegun karena dia melihat jika Anselma benar-benar tulus dengan apa yang dia inginkan.


"Berdirilah, jangan seperti ini tidak baik seorang manusia mencium kaki manusia terkecuali kaki orang tuamu" Ayuni menunduk dan membawa tubuh Anselma untuk berdiri.


Ayuni memeluk Anselma, dia merasa terharu karena baru melihat cinta yang begitu dalam dari seorang wanita untuk seorang pria, dan pria beruntung itu adalah suaminya.


Tapi tanpa di duga Anselma mengeluarkan pisau kecil yang ada di tas nya, Anselma membawa tangan Ayuni dan..

__ADS_1


Jlebbb..


Ayuni melotot merasakan ada sesuatu yang terasa janggal di tangan nya, dan saat dia melihat ke bawah alangkah terkejutnya dia melihat sebuah pisau yang menancab di perut Anselma.


"Astaghfirullah.." Ayuni melihat tangan nya yang penuh darah.


"Kau lihat kan? aku akan melakukan banyak cara untuk membuat Devan menjadi milik ku, kau akan mendekam di penjara" Anselma tersenyum menyeringai.


"Tidak, aku tidak bersalah" Ayuni menjauhi Anselma.


Dan saat Ayuni berjalan mundur di saat itu juga dia menubruk tubuh bibi pembantu, membuat gelas berisi minuman di baki langsung jatuh berserakan.


Ahk !


Ayuni meringis karena terkena pecahan gelas yang membuat kaki nya berdarah.


"Non.. " Bibi pembantu ketakutan melihat Anselma yang bersimbah darah di perutnya.


Anselma melihat dirinya jadi pusat perhatian langsung ambruk, dan kejadian itu sangat cepat membuat Ayuni yang tangan nya penuh dengan darah tidak bisa melakukan apapun selain diam.


Anselma di antar oleh bibi pembantu dan satpam ke rumah sakit, sedangkan Ayuni masih terduduk lemas di lantai dengan pandangan yang kosong.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2