Menikahi Gadis Bercadar.

Menikahi Gadis Bercadar.
Mual


__ADS_3

Seminggu berlalu..


Kondisi Ayah Robert perlahan sudah membaik, besok Ayah Robert bisa pulang ke rumah tapi Ayuni tidak bisa tinggal sampai Ayah pulang karena dia sudah memiliki suami.


Devan sudah satu Minggu tidak bekerja dan itu tentu saja tidak baik untuk seorang pemimpin, banyak pekerjaan yang menunggu nya dan Devan tidak bisa lari dari tugasnya.


Begitupun dengan Ayuni yang sudah menjadi seorang istri, kemana pun suaminya pergi Ayuni akan mengikuti nya karena dia tidak mau menjadi istri yang tidak berbakti.


"Aku benar-benar tidak apa, kamu suami ku jadi aku harus mengikuti kemanapun Imam ku melangkah" kata Ayuni.


"Hem, sekarang sudah berani manggil kamu ya" Devan mencubit gemas pipi istrinya.


"Aku rasa aku perlu mengubah panggilan kita" jelas Ayuni.


"Apa?" tanya Devan masih tidak melepaskan cubitan di pipi tembem istrinya.


Ayuni menatap wajah suaminya dengan sebal, lalu tangan nya balas mencubit pipi suaminya.


"Rasakan, sakitkan" kesal nya sambil manyun.


"Sama sekali tidak terasa" sahut Devan santai membuat Ayuni semakin kesal.


Devan melihat wajah di tekuk istrinya, dia pun menghentikan hal yang menurut nya lucu tapi tidak di mata istrinya itu.


Tangan Devan kembali terulur untuk mengusap pipi chubby sang istri, dan..


Cup..


Cup..


"Panggil Mas ya" kata Devan sambil tersenyum.


"Mas beli bakso nya dong" celetuk Ayuni yang membuat Devan melongo.


"Honey!" Devan menatap sebal istrinya.


"Iya..iya canda honey, ehk Mas" balas Ayuni agak kikuk.


Devan merangkup kedua pipi istrinya, lalu dia kembali mengecup kedua pipi istrinya lagi.


Cup..

__ADS_1


Cup..


"Panggil Mas kalau di depan orang, panggil honey kalau lagi berdua, sampai di sini paham?" tanya Devan gemas.


"Paham pak" sahut Ayuni cepat yang lagi-lagi membuat Devan semakin gemas pada istrinya.


Keduanya mengakhiri obrolan yang tidak akan ada ujungnya itu, dan setelah itu keduanya langsung turun dengan membawa koper.


Bunda Anasya yang sedang ada di rumah melihat putrinya yang akan pergi lagi, dia masih merindukan sang putri tapi di sisi lain dia juga tahu apa tugas seorang istri.


"Kapan-kapan main nya yang lama ya sayang" kata bunda Anasya.


"Iya bunda pasti, bunda sehat-sehat ya" balas Ayuni sambil memeluk Bunda nya.


Lalu giliran Devan yang mencium punggung tangan mertuanya, bunda Anasya selalu memberikan wejangan untuk Devan bisa sabar menghadapi putrinya yang masih labil.


"Bunda tenang saja, Yuni sudah anteng ya kan Dev" Joy yang baru turun bersama Sera di gendongan nya.


"Kakak" Ayuni sewot.


"Cie salting" goda Joy yang semakin menjadi.


Ayuni memeluk kakak ipar nya yaitu Nadine, tak lupa ia mengusap perut buncit kakak iparnya.


"Makasih aunty, semangat bikin teman aku ya Aunty" balas Nadine yang balik menggoda adik ipar nya.


"Iya, Sera juga mau sepupu baru biar banyak temen katanya" timpal Joy dengan senyuman menyebalkan nya.


Ayuni menggeleng kepalanya, tidak di rumah mertuanya tidak di rumah bunda nya sama saja ada yang selalu menggoda nya.


"Aunty pulang dulu ya cantik, ingat jangan makan coklat" kata Ayuni sambil mencubit gemas pipi keponakan lucu nya.


"No aunty, cuka" sahut Sera sambil manyun.


"Oke, tapi nggak banyak ya" balas Ayuni lagi.


Dan Sera hanya mangut-mangut saja, setelah itu Ayuni melirik suaminya.


"Mari Mas" ucap Ayuni.


Mas?

__ADS_1


"Cie yang ganti nama panggilan sayang" goda Joy lagi.


"Mas mau yang di bawah atau yang di atas" timpal Nadine yang ternyata memiliki humor yang sama dengan Joy.


"Kak.." bunda Anasya mengeluarkan suara nya.


"Ehk istighfar" kata Joy melirik ipar nya.


"Astaghfirullah.. maaf Bunda, keceplosan" Nadine tersenyum malu karena lupa jika di sini bukan hanya ada dirinya dan ipar-ipar nya, tapi juga ada Bunda Anasya, mertuanya.


Bunda Anasya hanya menggelengkan kepalanya, lalu memberikan bingkisan untuk besan nya.


"Buat Mommy, titip salam ya dari Bunda" kata bunda Anasya memberikan paper bag nya pada Devan.


"Makasih bunda, insyaallah salam bunda akan di sampaikan pada Mommy" balas Devan lagi.


Dan setelah itu Ayuni dan Devan pulang, keduanya pulang dengan naik helikopter milik Ayah Robert.


"Mas" panggil Ayuni.


"Iya honey" balas Devan cepat.


"Aku mau kresek" kata Ayuni sambil menutup hidungnya.


"Apa? untuk apa?" tanya Devan bingung.


Ayuni menutup hidung nya, lalu melihat ke sekitar tempat duduknya, mencari kresek yang dia inginkan.


"Mas aku mual" rengek Ayuni sambil membekap mulutnya dengan telapak tangan nya.


Hah? mual?


"Mas!" panggil Ayuni lagi.


Devan langsung melihat ke sekelilingnya, hingga dia melihat paper bag yang di berikan mertuanya.


"Tidak ada kresek, hanya ada ini" kata Devan memberikan paper bag kosong, sedangkan isi nya di jatuhkan di jok tempat duduk yang kosong.


Ayuni menerima nya dan tanpa banyak basa-basi dia langsung memuntahkan semua yang ingin dia muntahkan.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2