MENIKAHI NONA MUDA

MENIKAHI NONA MUDA
BAGAS CEMBURU


__ADS_3

apa kau bilang? aku harus segera lulus sekolah? ya baiklah tuan ajudan itu akan terealisasi sekitar dua tahun lagi aku harap setelah aku lulus sekolah kau tidak akan menolakku.


" Baiklah sayang dua tahun lagi kamu akan mengerti jawabannya tentang pertanyaan mu itu, ayo segera sarapan"


Raina menggandeng tangan Bagas menuju meja makan, menyuruhnya duduk di sebelahnya dan mengambilkan nasi serta lauk pauk ke piring Bagas. Bagas terlihat salah tingkah karena mbak mbak yang ada di dapur sekarang sedang menatapnya dengan tatapan yang penuh dengan keinginantahuan.


sudah sudah sayang harusnya kau yang segera makan kenapa malah repot repot mengambilkan aku dulu? makan lah dengan biak dan benar sambil mengambilkan nasi dan lauk pauk ke piring Raina.


Setelah mereka menyantap sarapan dengan lahap mereka minum lalu segera beranjak dari meja makan menuju pintu keluar dan segera berangkat ke sekolah.


Bagas mengambil mobil dan menjemput Raina di pintu keluar rumah, Bagas turun dari mobil dan membukakan pintu belakang mobil, silahkan masuk aku akan mengantarkanmu ke sekolah.


siapa yang mau naik di belakang aku akan duduk dikursi sebelahmu, sambil berjalan sedikit menyenggol tubuh Bagas dan membuka pintu mobil depan,ayo buruan masuk atau aku akan terlambat masuk ke sekolah nanti tuan ajudan.


Bagas segera menutup pintu belakang mobil dan bergumam dalam hati, sebenarnya apa yang direncanakan gadis ini sih kenapa dia duduk di sebelahku aku jadi tidak bisa mencuri curi pandang melihat wajahnya lewat kaca spion, menghela nafas panjang.


Bagas segera masuk mobil dan memegang stir mobil melajukan mobil menyusuri jalanan padat di kota Surabaya, pukul 06.00 wib jalanan sudah padat merayap di pusat kota .


hanya keheningan yang ada di dalam mobil sembari Raina membaca bukunya dan membaca karena akan ada ulangan harian hari ini, dia masih mempelajari bab yang diajarkan oleh Bagas kemarin.


Bagas melirik ke arah Raina, sayang apa ada yang kamu belum pahami tentang materi yang aku ajarkan kemarin? kalau belum paham kamu bisa bertanya padaku sebelum sampai ke sekolah.


ehhmmm gak ada kok aku udah paham semuanya, makasih ya tuan ajudan kau telah sabar mengajari aku,mungkin bagimu aku terlihat bodoh kan?

__ADS_1


kalau kamu tidak bodoh kamu tidak akan bersekolah sayang, bersabarlah kalau kamu ingin pintar nikmatilah masa sekolahmu dengan sangat indah ya Bagas tanpa sadar menggenggam tangan Raina, semangat sayang dan melempar pandangannya ke arah Raina.


deggggghhhh kenapa jantungku berdegup sangat kencang seperti ini sih? kenapa dengan hanya dia menggenggam tanganku aku sudah merasa nyaman? Raina memanfaatkan kesempatan tanpa melepaskan genggaman Bagas dan menikmatinya.


Kesadarannya mulai memuncak Bagas segera melepaskan genggaman tangannya, maaf maafkan aku sayang aku sedikit melewati batas.


Bukankah kau sangat menikmati tanganku bahkan kau sambil mengelusnya dengan lembut, aku tidak keberatan kok nih ayo pegang lagi memberikan tangannya ke arah Bagas.


hahahaha percaya diri sekali kamu sayang , kamu akan ketagihan nanti kalau aku terlalu lama memegang tanganmu, senyum tipis di ujung bibir Bagas.


sebentar lagi kita sampai sayang,masukkan bukumu jangan sampai ada yang tertinggal , jangan lupa bawa minummu.


ciiiitttt suara mobil berhenti, dengan segera Bagas melepaskan belt dari tubuh Raina, take care ya berilah aku nilai yang memuaskan untuk ulangan harian mu itu sayang , Bagas mencium kening Raina tanpa merasa bersalah.


siapa yang bilang tidak Suka padamu sayang , aku hanya bilang segeralah kamu lulus sekolah agar kamu tau apa jawaban atas perasaanmu itu, sudah sana keluar nanti aku akan menjemputmu satu jam sebelum bel pulang sekolah berbunyi.


Baiklah Tuan ajudan hati hati di jalan, jegreeeekkkkk tiba tiba suara pintu mobil dari luar terbuka Rain kenapa lama sekali kamu datang? aku sudah menunggu mu 15 menit yang lalu, apa gara gara dia kamu datang terlambat? sambil menunjuk kearah Bagas.


Sudahlah aku tadi masih sarapan makanya aku terlambat , Tangan laki laki lain itu melingkar di bahu Raina, dan bagas pun masih terkejut siapa laki laki ingusan itu yang berani berani nya menunjuknya begitu? Bagas memegang setir mobil dengan sangat kuat tanpa berfikir panjang Bagas keluar dari mobil dan mengejar kedua insan anak SMA itu .


menepuk pundak laki-laki itu dengan keras? hei jangan melewati batas mu ada apa dengan tanganmu ini kenapa menyentuh nona muda seperti ini? bisakah kau melepaskan tanganmu ini? dengan memegang ujung kerah baju laki laki itu.


hei tuan memangnya kau siapa menyuruhku melepaskan tanganku dari bahu Raina? kami sejak kecil sudah dekat seperti ini? ada apa dengannya Rain? kenapa dia marah sekali padaku?Diaz

__ADS_1


Bagas masih melotot ke arah laki laki itu dan mengalihkannya ke arah Raina meminta penjelasan.


Tuan ajudan ini Diaz, aku dan Diaz sudah berteman sejak kita berusia 10 tahun , sekarang bisakah kau melepaskan tanganmu dari ujung bajunya?


Bagas dengan perlahan melepaskan tangannya ,baiklah sayang kalau kamu yang meminta aku akan menurutinya, bukankah tugasku hanyalah menuruti kata katamu? Bagas berlalu dan pergi meninggalkan Raina dan Diaz dengan wajah yang sangat kesal dan tangan yang mengepal.awas saja kalau kau sampai macam macam dengan gadis ku anak ingusan.


Wuussssshhhh Bagas meninggal kan sekolah Raina dengan mengendarai mobil dengan kecepatan penuh.


apa dia bilang Rain? dia memanggilmu sayang? apa aku tidak salah dengar tadi? bukankah sangat kurang ajar dia memanggil anak bosnya seperti itu?


Tutup mulutmu Diaz, akulah yang memintanya memanggilku begitu Aku yang menginginkannya , Raina menjelaskan sambil tersenyum lebar.


Diaz hanya belajar memahami dan mencerna kata kata Raina, dan melanjutkan pertanyaan lagi dari pada penasaran dan jadi jerawat di mukanya.


Apa kamu menyukai om om seperti itu Rain? dia jauh lebih tua dari kita lho, aku juga lebih tampan dari dia dan tentunya lebih muda hahaaa.


kamu percaya diri sekali dan bilang kamu lebih tampan darinya Diaz, semua mata perempuan juga akan tau dengan jelas kalau dia jauh jauh lebih tampan dari ku di lihat dari sudut manapun sambil menepuk bahu Diaz.


Bagas masih teringat bagaimana bocah ingusan itu memegang bahu Raina bahkan melingkarkan tangannya ke Bahu Raina, mengepalkan tangannya dan sedikit berteriak, menggeleng gelengkan kepalanya, sebenarnya apa maumu sih gas bukankah kamu yang menginginkannya kalau sekarang tidak akan memiliki hubungan apapun dengan Raina sampai Raina lulus sekolah?berbicara sendiri


kenapa aku begitu sangat kesal pada bocah ingusan itu sih? Awas kau aku akan memberimu pelajaran dengan mata penuh kemarahan.


^ Eveny ^

__ADS_1


__ADS_2