
Setelah semalaman menghabiskan waktu bersama di Pasar malam , mencoba semua permainan dan berakhir di bianglala dengan ciuman mesra Hari ini adalah hari kepergian Bagas Ke New York , Bagas akan pergi selama dua tahun untuk melanjutkan kuliah sekaligus membantu mengerjakan bisnis Ayah Raina.
sebelum kepergian Bagas , Bagas terlebih dahulu menelepon orang tua nya dan adiknya Emma untuk berpamitan , sesekali dia meneteskan air mata.
" Ibu dan Ayah aku pergi hanya sementara hanya dua tahun saja , doakan aku dan selalu dukung aku ya salam buat Emma agar menjaga diri baik baik dan aku akan tetap mengirimkan uang setiap bulan untuk kebutuhan ayah ibu dan Emma "
" Nak ibu dan ayah hanya kepengen kamu itu hidup bahagia sukses kedepannya hati hati disana jaga kesehatan jangan lupa sholat lima waktu dan sambungan telepon terputus".
sebelum pergi Bagas pergi ke kamar Raina untuk berpamitan. Raina hanya bisa berkata kembalilah segera mas , aku akan belajar dengan sungguh sungguh dan aku akan menunggumu sambil memeluk tubuh Bagas Erat, dibalas juga dengan Bagas yang memeluk tubuh Raina erat.
"Baiklah aku pergi jangan terlalu sedih dengan kepergianku ya , hiduplah baik baik disini dan tunggulah aku dengan tenang . Aku mencintaimu Rain , cup mengecup kening Raina dan pergi meninggalkan Raina "
" hati hati mas , aku juga sangat mencintaimu "
Di halaman rumah Raina sudah ada Sekretaris Haris yang menunggu , Bagas berjalan menuju mobil sekretaris Haris.
" Selamat pagi pak , Sapa Bagas "
" Pagi mas Bagas , sudah siap berangkat ? "
" Sudah pak ,jawab Bagas tegas "
" Mohon maaf mas Bagas atas permintaan Tuan besar , mas Bagas tidak boleh membawa ponsel mas Bagas yang lama silahkan tinggalkan disini ponselnya dan pakailah ponsel yang baru , di dalamnya sudah saya simpan nomor orang tua mas Bagas dan adik mas Bagas, Mas Bagas harus menepati janji ya untuk tidak menghubungi nona muda dengan alasan apapun , Mas Bagas sudah paham ?"
__ADS_1
" iya pak baik saya mengerti "
Pak Haris sudah menyalakan mobil dan mobil itu perlahan lahan berjalan meninggalkan Rumah Raina, Bagas menatap Rumah itu dengan berat hati di sisi lain Bagas ingin selalu dekat dengan Raina tapi disisi lainnya Bagas juga harus mengambil kesempatan ini , bukankah kesempatan tidak datang dua kali, mendapatkan pekerjaan yang lebih baik agar Kehidupan keluarganya juga menjadi lebih baik , Bagas pergi bukan karena perjanjian itu semata tapi karena ingin merubah nasibnya , merubah kehidupan keluarganya semoga menjadi lebih Baik.
Menyusuri jalanan komplek perumahan , melihat pohon pohon yang daunnya bertiup angin , melihat awan yang begitu cerah.
" aku pasti sangat merindukanmu Surabaya, aku akan kembali kesini dua tahun lagi pastikan suasana seperti ini tetap nyaman saat kepergianku dan saat aku kembali , selamat tinggal Rain aku pasti akan sangat merindukanmu "
Didalam mobil hanya ada keheningan , Bagas hanya menatap keluar arah mobil, dan sekretaris Haris hanya bisa melihatnya dari kaca spion , melihat wajah Bagas dengan guratan kesedihan bahkan sangat layu , akhirnya sekretaris haris mengajak bagas mengobrol .
" Mas mau dengerin lagu enggak , biasanya Radio jam segini Lagunya suka bagus bagus mas "
" enggak usah Pak saya cuma pingin cepat sampai saja "
" enggak kok pak saya baik baik saja " Sudah tau saya sedih ngapain masih nanya juga sih pak , pakai bilang lagu lagu di Radio jam segini bagus di kiranya saya setiap hari enggak dengerin radio apa, pagi begini mah juga masih kegiatan lalu lintas yang sedang di bahas di radio ,suara hati Bagas.
akhirnya di dalam mobil penuh dengan kesunyian lagi , sunyinya bahkan melebihi kuburan. setelah satu jam perjalanan akhirnya sampai juga di Bandara , 30 menit lagi sudah waktu nya berangkat. Pak Haris menunggu dan mengantar Bagas .
" pak pulang saja tak apa saya sudah bisa sendiri "
" saya menunggu mas Bagas saja disini , ini perintah dari tuan besar agar mas Bagas tidak punya niatan untuk kabur ,Wajak sekretaris Haris serius "
" Kabur ? ada ada saja pak mana bisa saya kabur dan lagi mana berani saya kabur, kalau saya kabur saya tidak akan bertemu dengan Raina lagi dan hidup keluarga saya juga tidak akan berubah ini kan kesempatan saya untuk merubah kehidupan keluarga kami pak " Bagas sedikit kesal menjawab , bagaimana bisa pak direktur mengira bahwa saya akan kabur.
__ADS_1
" baiklah mas kalau begitu turuti saja perintah Tuan besar , saya akan menunggu sampai mas Bagas masuk kedalam pesawat bahkan sampai saya melihat dengan mata kepala saya sendiri kalau pesawat yang ditumpangi mas Bagas sudah meninggalkan area lepas landas dan menghilang tertutup awan"
" ya terserah anda saja Pak , suka suka anda lah " semakin ketus Bagas menjawab.
di tempat lain Raina sudah berangkat ke sekolah diantar oleh ajudan lamanya , Raina tidak sedih sama sekali di fikirannya walauopun bagas meninggalkannya selama dua tahun kan mereka masih bisa telepon teleponan.
" aku akan semangat belajar , nilai nilai ulangan harian ku akan kusimpan kalau dia kembali ke Indonesia akan kuberitahukan hasilnya "
Raina mencoba menelepon Bagas , tapi ponselnya hanya terdengar suara operator , Raina masih berfikir positif pasti nanti dia akan menghubungiku kan, menyemangati dirinya sendiri.
aktivitas di sekolah Raina tetap seperti biasanya belajar,mengulang pelajaran dan akhirnya pasti akan ada ulangan harian begitulah seterusnya yang akan terjadi.
Dan waktu yang di tunggu tiba sudah saatnya bagas berangkat, Pak kalau saya tidak boleh menghubungi Raina bolehkan kau saya menanyakan kabar Raina memalaui bapak? Bagas bertanya dengan sopan dan halus kepada sekretaris Haris.
iya mas Bagas anda boleh mengakan kabar nona muda melalui saya , kalau saya tidak repot pasti akan saya balas dengan cepat tapi kalau saya repot saya harap mas Bagas menunggu dengan sabar.
Ya baiklah pak , selamat tinggal pak Haris Sampai jumpa lagi Bagas menyalami tangan sekretaris Haris.
Hati hati mas Bagas kalau sudah sampai harap mas Bagas menghubungi saya ya, di bandara nanti mas Bagas sudah ada yang menjemput, mas Bagas akan di antar ke apartemen yang sudah disiapkan oleh tuan besar , jadwal kuliah mas Bagas hari Senin sampai Rabu setelahnya mas Bagas akan membantu pekerjaan yang ada di kantor tuan besar cabang New york dan ini adalah jadwal kuliah anda mas. ini ada ATM gunakan untuk kebutuhan anda apapun itu , anda tidak perlu meminta ijin untuk menggunakannya. sampai jumpa mas , pak Haris meninggalkan Bagas
selamat tinggal Rain selamat tinggal Surabaya , jangan sampai tidak menyambutku kalau aku datang kembali kesini. senyum tipis di bibir Bagas . dan Bagas pun sudah siap untuk terbang ke Newyork .
**Hai Readers jangan lupa baca kisah ini sampai habis ya , memang ceritanya akan mengikuti alurnya biar tidak ada kesan terburu buru , kisah kisah akan semakin seru tolong like , comment dan jadikan favorit ya. yang di Surabaya wajib like ya..hehehe jangan lupa juga selalu dukung karya aku , peluk cium untuk Kalina semua❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
^ Eveny** ^