MENIKAHI NONA MUDA

MENIKAHI NONA MUDA
DITERIMA


__ADS_3

flashback onπŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


Setelah menikmati makan siang , Reino meminta tolong kepada ke empat wanita yang ada disana untuk segera menuju ke Apartement untuk menyiapkan Raina nanti malam.


" Mart, Tolong kamu dan Lisa serta Emma Malika segera ke Apartement ya sebelumnya tolong ambil gaun yang berwarna Maroon di butik langganan kita itu untuk Raina. tolong dandani Raina secantik Mungkin ya Terimakasih Mart " Reino


" Baik Rei , tapi walaupun tidak dandan Raina itu sudah sangat cantik aku jadi tidak sabar ingin mempunyai cucu dari Bagas dan Reina pasti mereka sangat cantik bukan hehehe " Martha


Nikah dulu kak nanti baru Deh buat cucunya , ucap Lisa sembari menggandeng tangan Martha berjalan keluar gedung menuju Ke butik.


Ma , aku sama Emma ikut gak ? kita berdua capek banget nih . sebenarnya memang Malika enggan ikut karena dia sangat cemburu melihat kebahagiaan Raina dan Bagas.


Akhirnya terpaksa Malika ikut ke dalam rombongan wanita wanita itu beserta Emma.


Setelah mengambil gaun , merekapun menuju apartemen dan sampailah mereka di depan apartemen Reino.


Ting tong tong ting tong suara Bel berbunyi beberapa kali.


Raina yang sudah bangun dari tidurnya pun langsung menuju Ke depan untuk membuka Pintu.


SURPRISE UCAP LISA DAN MARTHA DI IKUTI MALIKA DAN EMMA.


" ibu , Tante , Malika , Emma ngapain kalian kesini ? "


" Kita kesini akan mendandani kamu sayang, sambil menunjuk gaun yang harus di kenakan Raina "


" memangnya ada acara apa sih Bu , Tan sampai sampai aku harus berdandan dan memakai gaun itu? Mas Bagas tidak menyuruhku dan bahkan aku tidak usah berdandan katanya "


Malika hanya kesal , wajahnya masam mendengar kata kata Raina . sok kecantikan banget sih kamu Rain ucapnya dalam hati .


" Ini surprise buat Bagas sayang , apa kamu tidak ingin terlihat lebih cantik dari pada hari biasanya untuk Bagas cah ayu? tanya Martha kepada calon mantunya itu "


" Mau Bu , Raina mau apalagi itu untuk mas Bagas "


Akhirnya Setelah satu jam Raina sudah selesai berdandan , ke empat wanita itu pun melihat Raina dengan sangat takjub , ini belum berdandan untuk pernikahan dia sudah begitu cantik sekali, yahhh sepertinya aku harus mengikhlaskan Kak Bagas buat dia Deh.


Rain kamu cantik ucap Malika ,di ikuti dengan Martha , Emma dan juga Lisa.


Terimakasih ya semua , sudah mendandani Raina seperti ini Raina seneng sekali. IloveU Raina memeluk ke empat wanita itu dengan sangat erat , dia terharu karena sebentar lagi akan memiliki keluar yang sehangat ini.

__ADS_1


akhirnya Mereka ber empat pun pergi dan kini Raina tinggal sendirian di Apartemen itu ,menunggu Bagas.Tidak lama kemudian bel apartemen berbunyi


dan ternyata itu adalah lelaki yang sudah di tunggu tunggunya.


Flashback offπŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


Raina membukakan pintu itu Terpana melihat ketampanan Bagas. Matanya melotot mulutnya menganga dan Bagas pun sangat terpana melihat calon istrinya yang sudah cantik seperti itu.


Ehhhmmm ehhhmmm Inget disini ada orang , kesel aku kalau gitu ngapain tadi aku ikut ke atas kalau hanya di pamerin pemandangan begini. nasib jomblo sambil menyenderkan tubuhnya ke tembok wajah Edwin kesal.


dan Bagas Raina pun tersadar dalam keterpanaannya.


Hei Sob maafkan aku , aku sampai lupa kalau kamu disini hehehe , Raina pun tersenyum malu kepada Edwin, Maaf ya kak ucap Raina pada Edwin. Edwin pun mengangguk dan berpamitan untuk menunggunya di Mobil


" Sayang kamu cantik banget, membelai pipi Raina dan mendekatkan wajahnya Pada Raina mencoba mencium bibir Raina "


Raina tidak menjawab , dan Raina memundurkan langkahnya dan Menutup kedua matanya mengira Bagas akan menciumnya. Namun Bagas bisa menahan hasratnya untuk mencium bibir Raina . Bagas hanya mencium kening Raina membuat Raina salah tingkah dan Malu akhirnya membuka mata.


" Kamu sudah siap sayang? jalan yuuk "


" Sudah mas , aku sudah siap "


Tangan Bagas dingin berkeringat , dan Raina pun bisa merasakannya .


" Mas kamu kenapa ? sakit ? kenapa tangan kamu dingin sekali mas ? tanya Raina "


" aku gapapa kok sayang , semakin menggenggam tangan Raina lebih erat "


Edwin pun melihat Bagas dari spion , dengan sedikit senyum mengerti bahwa kakak sepupunya itu sangat deg degan saat ini. Bahkan saking paniknya sampai dia menggoyang goyangkan kedua kakinya dan menggigiti ujung jari jarinya .


Raina yang melihat bagaspun heran , Raina hanya melihat sengaja dia tidak bertanya.


Ciitttt akhirnya suara mobil berhenti di depan Restoran , namun Bagas belum menyadarinya akhirnya Raina pun mencolek Pipi bagas.karena dari tadi Edwin sudah memanggilnya berulang ulang tapi tidak ada jawaban sama sekali.


" Mas , apa kita sudah sampai ? Raina mengarahkan wajah Bagas melihat ke kiri luar mobil "


Bagas pun kaget dan menendang kursi Edwin, Sob kenapa kamu tidak bilang si kalau kita sudah sampai.


" Kak Edwin sudah memanggil dari tadi mas tapi kamunya diem aja sudah jangan marah marah, apa ini bener tempatnya kalau iya apa kita turun sekarang? tanya Raina "

__ADS_1


" Iya sayang ini tempatnya , sebentar aku turun dulu dan akan membukakan pintu untukmu "


Akhirnya mereka berdua pun berjalan masuk kedalam restoran , dan Edwin sengaja berjalan belakangan karena dia tau Di depan pintu masuk nanti akan ada Red karpet menyambut Raina dan Bagas.


Kreeetttt , salah satu Pegawai restoran membukakan pintu untuk keduanya .


Silahkan Kak..


Raina dan Bagas pun berjalan melewati Red karpet dengan diiringi suara Biola dan piano membuat ruangan ini menjadi romantis. bertaburan bunga di kiri kanan mereka berjalan, tapi ada Sebuah Pot bunga besar yang Bunganya hanya ada Mawar Putih Raina yang sangat suka sekali dengan mawar putih itu langsung berlari ke arah pot itu meninggalkan Bagas.


Bagas pun langsung menyusulnya , disaat Raina menciumi Bunga itu Bagas menundukkan tubuhnya.


" Sayang apa kamu suka bunganya? Kalau kamu suka tolong berbalik lah "


Raina membalikkan tubuhnya dan....


" Rain , Maukah kamu menjadi Istriku ? menjadi ibu dari anak anakku ? Rain aku mencintaimu sejak pertama kali melihatmu di halaman sekolah. Jika kamu menerima ku Ambilah Mawar merah ini di sebelah kanan dan mencium pipiku . Tapi jika kamu menolakku ambilah mawar ini dan lemparkan mawar ini ke tempat sampah di sebelah kirimu."


Raina yang melihatnya Pun langsung terharu melihat Bagas , ke lima jari tangan kanannya menutup mulutnya dan perlahan lahan dia membukanya.


" Massss Bagasss apa ini see..Rii..us " Tanya Raina terbata


" Rain please segera jawab , aku sudah menahan rasa penasaran ini sejak tadi dan aku sudah sangat Deg degan sekarang jantungku sudah hampir copot tolong segera jawablah Rain "


Raina hanya Tersenyum melihat Bagas.


" Mas , Maaf aku gak bisa "


deeggghhh Bagas langsung menunduk lemas mengira dirinya akan di tolak oleh Raina.


" Rain bisakah kamu memikirkannya lagi? apa benar benar kamu gak bisa menerimaku ? tanya Bagas memelas "


" Aku gak bisa kalau gak Nerima kamu mas , kasian bunga sebagus ini harus dibuang di tempat sampah berdirilah mas dan berikan bunga ini kepadaku langsung. aku menerima mu mas Bagas bahkan sejak kita pertama kali bertemu aku sudah mencintaimu , bukankah aku yang lebih dulu dan selalu mengungkapkan perasaanku kepadamu mas "


Bagas langsung berdiri dan mengambil bunga di dalam pot besar itu dan memberikannya kepada Raina.


**Terimakasih semuanya tolong dukung author ya .


Follow IG @Eveny_ Ramadhani

__ADS_1


^ Eveny** ^


__ADS_2