MENIKAHI NONA MUDA

MENIKAHI NONA MUDA
PERSIAPAN


__ADS_3

Dua tahun menjalani kehidupannya tanpa Bagas , Raina menjadi sosok gadis yang mandiri diapun rajin belajar dengan giat , nilai yang selalu bagus dan selalu mendapat peringkat pertama di sekolahnya. Dia memang ingin menepati janjinya kepada Bagas kalau akan memberikan nilai terbaik selama sekolah.


Dan tidak terasa kurang 2bulan lagi ujian nasional akan di mulai, Hari ini sampai satu Minggu kedalam adalah Libur untuk anak kelas 12.


Kring .. kring.. kring ... suara ponsel Raina , Raina menggeser layar di ponselnya yang ternyata dari Ayahnya.


" Halo Ayah , apa kabarnya? tumben telepon sepagi ini Yah ?"


" Halo sayang ayah baik baik, Sayang kamu sudah libur sekolah? "


" Sudah ayah , aku bosan di rumah apakah ayah tidak pulang ? apakah ayah tidak ingin mengajakku berlibur ? "


" Baguslah sayang kalau begitu siapkan pakaianmu , Ayah sudah siapkan tiket pesawat untukmu untuk berangkat nanti sore ke Newyork , ayah tunggu ya sayang. Tiket sudah ayah berikan kepada Ajudan nanti kamu akan di antar ajudan ke bandara , kalau sudah sampai di Newyork telepon ayah ya sayang.ayah sangat sibuk hari ini hati hati sayang , sambungan telepon terputus ".


" Baik lah ayah , selalu saja menutup telepon secara sepihak padahal aku belum selesai bicara. kenapa mendadak begini si aku belum ada persiapan juga. Ayah selalu saja mendadak gerutunya dalam hati "


Raina mengambil kopernya dan mengambil pakaiannya untuk seminggu kedepan, Raina tidak punya Fikiran sama sekali kalau disana nanti dia akan menikah , bahkan terbesit di fikirannya saja tidak.dia hanya membawa pakaian nya yang biasa , setelah selesai menyiapkan semuanya Raina segera Mandi dan berencana ke supermarket terdekat untuk mencari kebutuhan lainnya.


`````~``````~~~


di Tempat berbeda Reino , Tomy , Marta ,Haris dan Lisa sedang mempersiapkan acara untuk Lusa pernikahan Raina dengan Bagas. mereka punya tugas masing masing . Acara ini akan menjadi acara spesial dan ajaran kejutan untuk Bagas dan Raina. mereka berlima belum memberi tahukan soal pernikahan kepada Bagas. Rencana hari ini mereka akan memberitahu Bagas kalau Lusa Raina datang dan mereka menikah.


Bagas masih sibuk dengan pekerjaannya , dia menandatangani beberapa dokumen penting karena sejak hari ini dia yang menjadi pewaris perusahaan Ayah Raina.

__ADS_1


" Kenapa banyak sekali sih , aku sampai capek menandatangani semuanya bahkan sudah setengah hari dokumen ini masih saja tidak berkurang setengahnya." gumam Bagas


Bagas bersandar ke kursinya sambil melipat tangannya dan memejamkan matanya. Dia sudah sangat payah kenapa Calon mertuanya begitu banyak memberikan tugas kepadanya dengan cara mendadak seperti ini.


tidak berapa lama Bagas ketiduran di kursi kerjanya , bahkan saat Tomi dan Reino masuk dia tidak mendengar. Reino dan Tomi hanya memandangi Bagas .


" Aku beruntung memiliki dia Tom , dia sangat bertanggung jawab terhadap tugasnya. dia pintar dan pantang menyerah . dapat memahami Ilmu yang aku berikan dengan sangat Mudah , Raina pasti akan bahagia memilikinya Tom.Mungkin ibu Raina juga akan sangat senang memiliki menantu seperti Bagas. Reino menatap Bagas dengan Wajah yang sedih karena Almarhumah istrinya tidak bisa melihat hari bahagia anaknya nanti dan mengusap matanya "


" Rei, sudahlah jangan bersedih Ibu Raina pasti sangat bahagia seperti kamu saat ini , Terimakasih Rei kamu sudah memberi Bagas banyak Hal. bahkan sebelum aku tidak ingin dia menjadi pewaris perusahaan mu aku takut kalau Bagas tidak sanggup menjalankan nya dengan Baik. Dia masih perlu banyak belajar Rei apa.ksmu tidak ingin memikirkan ulang keputusan kamu ?"


" Tom , Bagas itu seperti kamu aku yakin dia akan membawa Perusahaan ini lebih baik lai, sudah ah percayakan saja kepada Bagas dan Edwin aku yakin mereka berdua dapat memegang amanah dengan baik. lihatlah Tom apa dia terlalu capek? sampai tidur pulas seperti itu ? apa aku keterlaluan ? Reino meminta pendapat kepada Tomi "


" Dia hanya belum terbiasa Rei , sudahlah nanti dia juga akan terbiasa dengan ini , ayo mari bangunkan dia , kita harus memberitahu Bagas kalau dia tidak perlu kembali ke Surabaya dulu "


Bagas yang masih malas membuka matanya , Yah nanti dulu aku capek sekali menandatangani banyak dokumen ini dengan suara khas bangun tidur.


" Ayolah Kak, apa kamu tidak ingin segera menikah dengan Raina? tanya Tomi serius kepada Bagas dan Bagas pun langsung membuka matanya dengan semangat sambil mengucek mata nya karena bangun tidur."


" Eh ayah , Pak direktur maaf Bagas ketiduran."


" Tak apa sayang maafkan ayah karena memberimu pekerjaan sebanyak ini, oh iya mulai saat ini jangan panggil pak direktur ya panggil saja Ayah sambil mengusap kepala dan rambut Bagas dengan kasih sayang. "


" aa..ada apa Yah ? kok kesini ? tanya Bagas pada Reino dan Tomi. "

__ADS_1


Duduklah sini Kak ada yang ingin kami bicarakan, Tomi menunjuk sofa di sebelahnya memerintah Bagas duduk. Tomi


Sayang , maaf ayah mendadak mengatakan ini maaf rencana berubah ya. kita tidak jadi pulang ke Surabaya Tomi menghentikan Kalimatnya dengan memandang kearah Tomi agar Tomi menjelaskannya kepada Bagas.


Kak , Ternyata Raina libur sekolah selama satu Minggu jadi kami semua memutuskan Agar Raina yang menuju kemari . dan akan mengadakan acara pernikahan kalian berdua lusa nanti , bagaimana apa kamu setuju ? tanya Tomi pada Bagas.


Apa Raina sudah tau Yah akan hal ini ? Bagas takut nya Raina kan menolak pernikahan ini . Bagas berfikir kalau Raina masih ingin mengejar cita citanya dan Bagas Takut untuk menggagalkan Masa depan Raina. ucap Bagas kepada Tomi dan Reino.


Ini akan menjadi kejutan buat Raina kak, Kakak besok akan menjemput Raina di Bandara berilah dia kejutan yang tidak akan terlupakan selama hidupnya . Tomi melihat ke arah Reino sambil mengedipkan matanya berharap Bagas peka akan maksud Tomi agar melamar Raina sendiri dengan Romantis. Tomi dan Reino hanya tersenyum.


Yah aku sudah lama tidak bertemu Raina , apa yang harus aku katakan padanya saat bertemu Raina? aku sangat gugup yah.


Reino bisa membaca perasaan Bagas , dia tau kalau calon mantunya itu bingung menguntungkan perasaannya kepada Raina. Sayang besok waktu jemput Raina kamu bawa ya sepasang cincin yang ayah berikan padamu. Buatlah dia menerimamu menjadi suaminya. Ayah percayakan semuanya kepadamu menatap serius ke arah Bagas. Reino


Baiklah kak kalau begitu kami keluar dulu pikirkanlah baik baik dan siap kan dirimu untuk bertemu dengan Raina. bukankah kamu sangat Rindu padanya? hehehe Tomi mencubit hidung anak sulungnya dan menggodanya karena wajah Bagas terlihat sangat Panik.


Ayah ihh sakit tau , kenapa memencet hidungku keras sekali si lihat sampai merah begini yah kesal pada ayahnya karena dari kecil selalu menggoda nya dengan memencet hidungnya karena memang hidung Bagas sangat mancung.


Tolong Like dan Komentar ya Zeyenkk please masukannya ya..kecup cium peluk jaih dari Author yang ada di Surabaya.


jangan lupa Gabung di Grup Chatt ya


follow IG author @ Eveny_ Ramadhani.

__ADS_1


^ Eveny ^


__ADS_2