MENIKAHI NONA MUDA

MENIKAHI NONA MUDA
BAGAS TIBA DI NEWYORK


__ADS_3

Setelah Seharian di dalam pesawat dari Surabaya menuju newyork dan transit dua kali akhirnya Bagas sampai juga di Kota asing itu.


" Selamat datang mas Bagas , mari ke arah sini saya Edwin yang akan mengantar anda ke Apartement "


Bagas hanya menganggukkan kepalanya , dan masih melihat di sekelilingnya yang benar benar sangat asing ini adalah kali pertama dia ke Luar negeri, Bagas berjalan beriringan mengikuti langkah Edwin.


silahkan mas Bagas masuk mobil biarkan saya yang akan mengangkat barang anda ke dalam bagasi, mempersilahkan Bagas masuk dan menutup pintu mobil.


Edwin dengan cekatan mengangkat barang Bagas memasukkan ke dalam bagasi dan sedikit berlari kecil menuju pintu mobil depan untuk meraih kemudi.


" Bagaimana mas perjalanannya ? menyenangkan bukan? Edwin bertanya sambil tersenyum "


" ya biasa saja Pak, badan saya masih kaku karena seharian berada di dalam pesawat dan kepala saya sedikit pusing "


" Wajar mas nanti juga akan terbiasa , jangan panggil saya Pak dong mas saya Juga seusia anda bukan ? hehehehe "


" Anda yang mulai memanggil saya mas duluan kan jadi ya saya memanggil anda pak, lagian wajah saya juga terlihat lebih muda dari pada Anda , meledek ke arah Edwin "


ke duanya akhirnya sama sama tertawa, dan saling mengenal satu sama lain di dalam mobil juga mereka saling bercerita lumayan banyak.


dan pada akhirnya mereka berdua memutuskan untuk memanggil dengan sebutan " Sob " yang artinya sobat. Kurang lebih 45 menit akhirnya mereka berdua sampai juga di apartement , Edwin memastikan mobilnya dan ematikan mesin mobil berjalan menuju Pintu belakang untuk membukakan pintu Bagas. Namun Bagas sudah keluar terlebih dahulu.


Bagas memegang tangan Edwin , dan berkata pada Edwin.

__ADS_1


" Sesama sahabat tidak akan saling membukakan pintu mobil seperti layaknya bos dengan pegawainya atau Suami dengan istrinya Sob, biasakan saja aku juga mulai sekarang akan duduk di sebelahmu dan akan membuka pintu ku sendiri ucap Bagas sambil menatap mata Edwin "


" Baiklah Sob , tapi tolong jangan ceritakan hal sepele seperti Ini apalagi kepada Tuan besar dan Sekretaris Haris, sambil membuka bagasi dan mengeluarkan koper Bagas "


Bagas menarik kopernya untuk di bawanya sendiri , sambil terus berjalan mengikuti langkah Edwin memikirkan perkataan Edwin.


" Sob apa kamu juga kenal dengan sekretaris Haris? "


hahahaha aku bahkan mengenalnya sejak aku lahir Sob, nantilah kapan kapan aku akan cerita ayo aku tunjukkan di mana Apartement kita , karena satu jam lagi kita akan ke kampus.


Bagas semakin bingung dengan perkataan Edwin, dia hanya Isa menggaruk garuk rambutnya walaupun tidak gatal.


Edwin melihat kemajuan Bagas dan langsung bisa menebak nya, memberi penjelasan kepada Bagas.


Bagas hanya melihat Edwin dengan aneh , Menukar ku dengan perempuan ? apa dia berharap dia ingin seruangan dengan perempuan Bagas hanya bisa mengangkat pundaknya dan menggetarkan sedikit membayangkan adegan mesum dan dengan Refleks dia langsung melontarkan kata kata kepada Edwin.


" Wah sob pikiranmu Terlalu jauh dan mesum apalagi yang kau inginkan kalau bukan hal yang seperti itu dengan cara menukarku dengan perempuan , wahhh beraninya kau !!! "


Ting akhirnya Iift Terbuka dan mereka berdua keluar dari lift menuju Apartement mereka , Setelah melewati 5 Apartement yang lain akhirnya mereka berhenti di satu Apartement dan ternyata inilah Apartement mereka Edwin dan Bagas.


Apartement dengan Model yang sangat Laki sekali dan minimalis serba warna gelap , sedikit berantakan karena yang disini selama ini adalah laki laki , Edwin menunjukkan kamar Bagas , kamar yang berada di pojok ruangan , kamar yang sangat manly dan Benar benar dia sukai.


" Apa ini kamarku Sob ? bertanya kepada Edwin yang jelas jelas dia sudah bisa melihat bahwa ini adalah kamarnya karena masih belum ada sprei melekat di springbad dan lemari baju yang masih kosong "

__ADS_1


" Ya tentu saja ini kamarmu,apa kau suka ? tanyanya pada bagas ".


" ya tentu saja aku suka , kalau begitu aku akan melihat bagaimana kamarmu berjalan menuju ke pintu "


" Edwin menarik tangan Bagas, eh eh sob gak usah deh lihat kamarku ngapain sih kamar juga berantakan malu lah aku nanti "


" Bagas menatap Edwin dengan curiga , kenapa aku tidak boleh melihat kamarmu? jangan jangan kau wah keterlaluan sekali kau sob sambil menunjuk jari telunjuknya ke mata Bagas "berpikir bahwa Edwin menyembunyikan perempuan.


Bagas tidak menggubris kata kata Edwin dan tetap saja nyelonong pergi ke kamar Edwin dengan segera memegang handle pintu dan membukanya .


" Hoek Hoek , apa apaan kamu ini sob kenapa kamarmu bau sekali jorok sekali berantakan di sana sini baju makanan , wah penampilanmu sungguh menipu kamu terlihat bersih saat di luar tapi di dalam sampai segini parahnya, tunggu aku disini aku akan menaruh jaketnya dan mari kita bersihkan kandang Kambing ini, bisa bisanya kau tidur di Ruangan menjijikkan seperti ini !!! "


Edwin hanya menatap Bagas dengan Muka yang sangat malu sekaligus membenarkan kata kata Bagas bahwa dirinya memang benar benar sangat jorok, menggeleng gelengkan kepalanya dan tersenyum kecut


Bagas melepaskan jaket di kamarnya dan menaruhnya di gantungan baju di belakang pintu kamarnya. bisa bisanya ada orang jorok seperti itu pakaian bersih dan kotor jadi satu , bahkan banyak bungkus bungkus makanan yang berserakan , bagaimana dia bisa hidup di kamar seperti itu ? seperti kandang kambing bahkan masih lebih rapi di dalam kandang kambing, mengapa kesan pertama begitu buruk? akan kah dia tetap jorok seperti itu ? dan aku akan hidup dengan dia selama dua tahun? oh Tuhan turunkanlah mukzizatMu supaya memusnahkan Kejorokannya Aamiin. mengangkat kedua tangannya dan mengusapkan ke wajahnya.


Bagas keluar dari kamar sudah melepaskan jaketnya dan spesifikasi dah menggunakan celana pendek, mendekat ke arah Edwin Ayo Sob kita bersihkan aku tidak bisa melihat kejorokan ini berlalu lalu dengan gan semangat dia menuju kamar Edwin.


taaaapiiii 30 menit lagi kita akan ke kampus , bukankah kamu kesini agar bisa melanjutkan kuliah ? mari kita lakukan saja yang lebih penting, membersihkan kamar bisa nanti nanti saja sob tersenyum sumringah ke arah Bagas karena dia tidak akan jadi membersihkan kamarnya. akhirnya Edwin mempunyai Alasan yang tepat.


Bagas yang sudah berjalan ke arah Kamar Edwin langsjng terhenti dan berbalik ke arah Edwin, apa kamu bisa hidup di kamar yang berantakan dan bau seperti itu Sob? Kalau aku jelas aku tidak bisa kamu jorok sekali Sob!!!


**Hai hai Zeyenkk salam kecup dan peluk buat kalian semua, please Like dan comment karya ini ya serta gabung di Grup chat aku, Bakalan ada kejutan kejutan di setiap Episode nya lho.jadikan Favorit ya muaachhh .

__ADS_1


^ Eveny** ^


__ADS_2