MENIKAHI NONA MUDA

MENIKAHI NONA MUDA
RAINA PINGSAN


__ADS_3

" Bagaimana perkembangan mereka Ris?pa ada yang salah tolong pantau sejauh mana mereka"Reino


" Tidak ada yang salah Tuan besar , namun disini Calon tuan muda masih keliatan bersikap dingin dengan nona muda? walaupun nona muda sudah menyatakan perasaannya, apa perlu saya menyuruh Bagas untuk menerima perasaan Nona muda tuan besar? "


"Tidak perlu Risau biarkan Mereka menjalani hubungan dengan semestinya tanpa ada paksaan sampai nanti Raina lulus sekolah "


Baik Tuan besar, Haris melihat lihat kembali hasil jepretan foto- Foto dan video dari anak buahnya yang di laporkan kepadanya , Nona muda kenapa anda lucu sekali sampai menyatakan perasaan anda terlebih dahulu sih? toh Bagas juga akan menjadi suami anda kelak nanti , maka belajar lah dulu dengan baik nona muda dan Segera lulus sekolah.


Seperti Biasa selepas mengantar Raina pergi ke sekolah Bagas akan kembali ke kampus sekitar 2 jam karena ada mata kuliah hari ini , semoga dosennya benar benar datang di waktu yang tepat dan tidak terlambat,Bagas.


" aku akan menjemputmu sayang , jangan biasakan dirimu untuk pulang terlambat dan jawablah ulangan harian dengan benar jangan sampai ada yang salah satupun atau aku kan memberimu les privat selama 5 jam full paham! dengan emoticon wajah merah Bagas mengirim pesan kepada Raina "


dreeetttt dreeetttt ponsel Raina bergetar namun pelajaran sudah di mulai dan Raina akan membalasnya ketika jam istirahat, Raina konsentrasi mengerjakan ulangan hariannya dia tidak ingin hasil ulangannya ada yang salah satupun , Raina ingin membuat bangga Bagas.Entah Rasanya saat dekat dengan Bagas Raina sangat semangat sekali belajar seperti mendapat imun tambahan dari dalam tubuhnya, dia menjawab soal soal tanpa beban.


kring kring bel istirahat berbunyi Raina segera membuka Ponselnya siapakah yang mengirim pesan untuknya.


Raina tersenyum sumringah saat tau yang mengirim pesan itu adalah Bagas.


" kamu perhatian juga padaku Tuan ajudan? ya ya aku sudah melakukan apa yang kamu perintahkan , pasti jawabanku tidak ada yang salah satupun , aku akan memberikanmu hadiah jika Nilaiku 100 , hehehe menaruh ponselnya kembali ke tas dan dia keluar kelas menuju ke kantin"Raina

__ADS_1


Diluar sudah ada Disayang menunggu , Rain gimana kamu bisa ngerjain soal soal ulangan harian tadi ? Diaz


" bisa dong aku kan pintar , kenapa kamu meragukan kepintaranmu sih yaz?"


" hahahaha , iya kamu pintar sampai sampai selalu pulang di jam paling akhir saat temen temen yang lainnya sudah beranjak ke luar sekolah, bukankah itu semua karena kepintaran mu yang luar biasa? tersenyum kecut ke arah Raina "


" ya terserah kamu sih tapi aku yakin kalau hari ini aku yang bakalan dapat nilai 100 bukan kamu lagi, pastikan kamu akan mentraktirku makan besok ya sambil m nepuk keras bahu Diaz "


"Diaz hanya bisa menggaruk garuk kepalanya , bertanya dalam hati makan apa kamu Rain masa iya ada orang yang pintar mendadak salam satu malam, hahahaha"


di kampus Bagas sibuk menelepon Raina karena dia tau ini adalah jam istirahat Raina, jengkel yang di teleponridak mengangkat angkat telepon nya akhirnya dia mengirimkan pesan kepada Raina.


Raina yang baru saja memasuki kelas langsung saja mencari cari ponselnya di dalam tas ternyata sudah ada 38 panggilan tak terjawab dan 1 pesan dari Bagas.


" kenapa sih telepon Sampai segini banyaknya apa dia kangen sama aku? di baca perlahan lahan pesannya, dia masih kuliah? emang kuliah semester berapa? kenapa dia tidak bilang padaku? ya baiklah aku akan menunggumu Tuan ajudan awas saja kalau sampai kau lama akan ku hukum kau "


jam pelajaran sekolah sudah sampai di akhir , artinya sudah pukul 15.30 , Bagas belum selesai dengan mata kuliahnya , dia sangat cemas memikirkan Raina bagaimana kalau ada apa apa? bagaimana kalau dia marah menungguku yang terlalu lama? dan apakah lelaki laki ingusan itu akan macam macam pada Raina , Bagas hanya bisa menatap jam tangan nya dan berharap dosen segera mengakhiri mata kuliah hari ini, Please Pak dosen besok saja lagi pembahasan nya haraoan dalam hati Bagas.


Raina keluar kelas dan menuju halaman sekolah matanya menyapu di sekitar halaman sekolah belum juga melihat ada mobil Bagas menjemputnya, Akhirnya dia menunggu di bawah Pohon berharap tuan ajudan segera datang.

__ADS_1


Dan datang dari belakang Diaz, Rain kamu nunggu siapa ? aku mau pulang nih bis sekolah Uda Dateng kamu mau bareng nggak?menawarkan Raina naik bis sekolah adalah hal yang dia dia karena Dia tidak akan naik transportasi begini kan, dia kan anak dari Bos besar. maaf Rain lupa kalau kamu juga tidak akan mau naik bis kan, dada Raina sampai ketemu besok ya melambaikan tangannya menghilang dari arah Raina.


Raina hanya melihat Diaz dan sama sekali tidak semangat menjawabnya, Raina sibuk dengan ponselnya, menelepon Bagas yang tak kunjung juga datang, sampai Samapi ada ratusan panggilan telepon , dan mengirim beberapa pesan sudah satu jam Raina menunggu dan Hari semakin gelap serta mendung gelap yang akan turun hujan , di serta angin kencang.


Raina hanya mendekap tubuhnya hingga sendiri mempererat jaketnya dan memeluk tas sekolahnya , menggigit gigit jarinya karena Raina mempunyai Alergi dengan hawa dingin dia akan sesak nafas.


masih belum juga terlihat Bagas datang , rintik rintik hujan sudah membasahi sedikit wajahnya d


tidak mungkin Raina kembali ke sekolah , sekolahan sudah sepi dan guru guru sudah pulang Pak satpam pun masih berkeliling di dalam sekolah untuk mengecek kelas kelas dan menyalakan lampu ruangan sekolah agar tidak gelap.


Raina hanya duduk sendiri di bawah pohon , tubuhnya mulai menggigil nafasnya mulai berat berharap Bagas segera datang.


" Bukankah kamu menyuruhku menunggu tapi kenapa sampai sekarang kamu juga tidak datang juga tuan ajudan? Bahakan teleponku juga tidak kamu angkat, pesanku juga tidak kamu jawab apa kamu menghukum ku? Raina menatap layar ponselnya dengan raut muka yang sedih hujan semakin deras dan dia tetap tidak beranjak dari tempat duduknya, kamu menyuruhku menunggu maka aku akan menunggumu "


di tempat berbeda Bagas melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, sesekali dia memukul setir mobilnya sialan kenapa macet begini , ini sudah hujan rasa khawatir terlihat jelas di raut wajahnya yang tampan.


" sabar sayang aku akan menjemputmu , tunggulah di situ " Bagas


Raina hanya bisa tertunduk dalam guyuran hujan , tiba tiba hujan sedikit berhenti bukan karena Tuhan telah mengehentikan hujannya tapi ada seorang pria yang memayungi Tubuhnya , Raina mendongak dan melihat ke atas , Tuuuan ajudan dan bruggghhh Raina pingsan.

__ADS_1


^ Eveny ^


__ADS_2