
Ciiiiiittttttt Bagas berhenti di depan sekolah, segera dia keluar dari dalam mobil karena dari kejauhan sudah melihat Raina menunggunya dengan guyuran air hujan.
kamu kenapa sih hujan hujan begitu , kenapa tidak berteduh dulu sih sayang Bagas semakin khawatir dan buru buru lari ke halaman sekolah sambil membawa payung dan memayungi Tubuh Raina.
Raina menatapnya dengan senyuman tipis dan jawaban yang lemah, Tuaannn ajudan tiba tiba Riana terjatuh, brruuughhh belum sampai terbentur oleh kursi semen yang di dudukinya Bagas sudah menopang kepala Raina menggunakan satu tangannya , Bagas terkejut dan malah semakin cemas , mengangkat tubuh Raina menuju ke dalam mobil , dengan pakaian Raina yang sudah basah kuyup dan Bagas pun juga sudah basah kuyup , segera Bagas melajukan mobilnya dengan kekuatan super ke rumah andai saja dia bisa meminta sedikit ke muatan pada Thor dia pasti akan menggunakannya pikirnya dalam hati.
sambil melihat di kursi belakang bagaimana keadaan Raina Bagas memutuskan untuk menyelimuti tubuh Raina dengan jas nya karena memang waktu kuliah memang Bagas tidak memakainya dan tentu saja tidak basah terkena guyuran hujan.
akhirnya sekitar 15 menit Bagas sudah sampai di Rumah, Bagas membopong tubuh Raina keluar dari mobil ke dalam rumah dan membawanya kedalam kamar , ada Mbak ART yang mengekor di belakang Bagas karena melihat nona mudanya pingsan.
ada apa dengan nona muda Tuan?kenapa bisa sampai basah kuyup begini , tanya nya.
" jangan terlalu banyak tanya dulu mbak cepat ganti baju Raina agar dia tidak tambah sakit dan semakin kedinginan saya akan ke kamar untuk mengganti baju saya terlebih dahulu"
setelah beberapa saat mbak ART sudah selesai mengganti baju Raina, Badan Raina tetap menggigil dan Nafasnya juga berat terlihat dengan cara Raina bernafas.bagas memutuskan untuk bertanya kepada ART nya.
" mbak ada apa dengan nona muda kenapa nafasnya bisa berat seperti itu? "
" nona muda punya sesak nafas tuan dan juga alergi dengan hawa dingin , saya buatkan minuman dulu Tuan ini tolong usapkan minyak kayu putih agar nona muda segera sadar"
__ADS_1
Bagas yang semakin panik karena beberapa saat dan sudah beberapa kali oles minyak kayu putih Raina tetap belum sadarkan diri,akhirnya Bagas memberanikan diri untuk memberi Raina nafas buatan.
perlahan lahan Bagas mendekat ke arah Raina , menyingkap rambut yang ada di wajahnya dan membelai pipi Raina belaiannya akhirnya turun pada bibir Raina , maafkan aku sayang aku tidak bermaksud apa apa aku hanya ingin kamu segera sadar.
sambil memencet hidung Raina , Dan huuuuppphhh bibir Bagas sudah menempel di bibir Raina , meniupkan nafasnya ke dalam mulut Raina , satu dua tiga empat tiupan matanya tidak juga membuat Raina bangun , akhirnya di tiupan yang ke lima Raina batuk batuk dan akhirnya sadar, Bagas juga belum menarik bibirnya dari arah Raina karena dia masih fokus untuk memberikan nafas buatan.
Raina tersadar dan Kaget , melihat tubuhnya sudah menempel dengan tubuh Bagas dan apa lagi ini dia menciumku , kenapa dia menciumku? bukannya dia cuek kepadaku , Raina yang berfikir kenapa tidak sedikit nakal saja sih bagaimana kalau aku menggodanya sekarang , masih pura pura belum sadar Raina melingkarkan tangannya ke Leher Bagas dan menariknya semakin mendekat ke arahnya, walaupun Raina belum pernah berciuman namun dia kan belajar mulai hari ini , toh Bagas juga sudah tau kalau aku menyukainya bukan? tersenyum dalam hati.
Raina mengecup bibir Bagas dan membalas bibir Bagas, mengecupnya dengan lembut sambil menikmati bibir manis ajudannya ini. Bagas akhirnya tersadar bahkan dia berniat Manarik tubuh dan bibirnya, namun jiwa dan badannya seolah bertolak belakang , gantian Bagas yang membalas ciuman Raina, Menciumnya dengan lembut menjilati bibir Raina yang tipis mungil , sambil mengusap rambut Raina , ciuman semakin dalam mereka terjerumus oleh ciuman itu sendiri, Bagas menikmatinya mencengkeram Bahuku Raina agak keras akhirnya Raina sedikit menjeriiittt .
" Auuuuwwwww sakiit tuan ajudan hiks hiks dengan wajah memelas "
" Jangan sekali kali kamu pura pura pingsan nona muda , aku sangat khawatir sekali padamu dengan wajah yang sedikit marah Bagas melirik ke arah Raina "
"aku bukan mencimmu nona muda aku hanya memberimu nafas buatan? bukan kah kau yang menciumku terlebih dahulu? kenapa kau sudah tidak sabar ingin ku sentuh?rupanya di usiamu yang ke 15 kau sudah pandai berciuman ya, dasar Mesum "
"ehhhh kalau ngomong jangan sembarangan ya Tuan ajudan bahkan ini adalah ciuman pertamaku dengan laki laki , kenapa kau malah menuduhku mesum , Raina tampak.kecewa dengan apa yang dituduhkan Bagas kepadanya "
" Bagas melirik ke arah Raina dan menepuk nepuk kepala Raina berlanjut dengan duduk di sebelah Raina mengangkat Dagu Raina mendekatkan Bibirnya kembali ke arah Raina, Huuuuppphhh mereka berciuman dengan hangat lagi sampai akhirnya ada suara gelas terjatuh dan mereka berdua kaget dan langsung melepaskan satu sama lain "
__ADS_1
Maafkan saya tuan ajudan dan nona muda saya masuk tanpa permisi dan lupa mengetuk pintu , akan saya bereskan pecahan gelas dan akan saya buatkan minuman hangat untuk nona muda lagi.
" gapapa mbak gak usah di buatin aku udah baikan kok, beresin aja pecahan gelasnya mbak perintah Raina "
Bagas dan Raina hilang kendali dan akhirnya mereka berdua saling salah tingkah dan malu satu sama lain.
" maaf maafkan saya nona muda saya sudah melebihi batas dan saya tidak akan melakukannya lagi "
Raina kecewa dengan apa yang barusan dikatakan Bagas, Raina berdiri di samping Bagas dan menyuruh mbak Art tadi keluar dari Kamarnya , Raina memeluk tubuh bagas dari belakang.
" Apa kau keberatan menciumku seperti itu lagi Tuan ajudan? Apa kau bisa menjawab perasaanku tadi pagi ? "
Bagas membalikkan tubuhnya ke hadapan Raina, Nona muda lebih baik kita bersikap seperti biasanya sajadan panggilan dengan Formal, saya belum bisa menjawab pertanyaan anda sekarang .Kalau anda ingin jawaban segeralah anda lulus sekolah nona muda. Bagas melepaskan tangan Raina yang memegang pinggangnya dan berlalu pergi .
Namun Raina sudah mendahului dan berdiri di belakang pintu.
" Baiklah kalau kau tidak mau menjawab perasaanku saat ini, dan kau tidak mau lagi memanggilku sayang tapi kau harus menciumku sekarang dan ini yang terakhir kalinya bagaimana apa kau setuju?"
" Bagas tetap berdiri di tempatnya dan tidak menjawab kata kata Raina , batinnya omong kosong meladeni anak muda yang labil begini "
__ADS_1
Raina berlari ke arah Bagas dan berjinjit mencium Bagas kembali Cuuuppp , itu kenang kenangan dariku tuan ajudan kau boleh pergi.
^ Eveny ^