
Pukul 09:30
Keysha menunggu diluar , sendirian . Dia juga mempunyai kekhawatiran lainnya selain mengenai lintang.
Keysha sedang mengkhawatirkan keadaan orang tuanya, bahkan Keysha menghubungi Keduanya berkali-kali. Tapi tidak berhasil.
" hey " Teriak Agam mengagetkan Keysha yang sedang melamum.
" Astaghfirullah,bikin kaget aja " Delik keysha kepada Agam.
Agam duduk bersebelahan dengan keysha. Dengan terhalangi satu kursi kosong .
" Kenapa melamun?" Tanya Agam .
" Gak kenapa-kenapa kok " Ketus Keysha.
" Ini anak judes banget sih. Giliran semalam aja main peluk² " Gumam Agam dalam hati.
Keduanya diam . Tingkah diam keysha adalah bentuk pertahanan diri dari pria dewasa seperti Agam. Itulah yang di pikirkan Keysha.
Keysha merogoh ponselnya dari saku celana , karena merasakan getaran disana.
Keysha masih tidak paham dengan isi pesan dari mang Kardi.
Keysha memutuskan untuk membuat panggilan .
" Assalamualaikum mang ?" Sapa Keysha .
Agam yang mendengar menoleh menatap nya penasaran karena melihat raut wajah bingung keysha.
" kenapa dengan ayah dan ibu mang ,tolong bicara yang bener " Keysha panik ,dan berdiri dari duduk nya begitu juga dengan Agam.
Keysha membungkam mulutnya sendiri ,dan menangis tersedu-sedu.
" Keysha kesana " Tuttt panggilan terputus.
Keysha berlari diikuti oleh Agam . Tidak mungkin dia membiarkan gadis menangis seperti itu mengendarai motor.
__ADS_1
Tiba diparkiran. Keysha bahkan lemah untuk menyetarter motornya
" Aaaaa... " teriak Keysha frustasi.
Agam , mendekat dan meraih kedua bahu gadis tersebut untuk menanyakan apa yang terjadi.
" Kenapa? ada apa ?" Tanya Agam
" Ayah dan ibuku kecelakaan hikss.... " Tangis keysha tumpah tidak tertahankan.
Langit dan bumi terasa runtuh bagi dirinya.
Rasa bersalah menghantui Keysha , walaupun benar ayahnya memukulnya tapi salah karena keysha tidak mengejar kedua orang tuanya saat mereka Berdua sedang bertengkar hebat.
Keysha menerima tawaran tumpangan dari Agam. Mobil melaju dengan kecepatan diatas rata-rata, Agam sesekali melirik gadis yang histeris menangis disebelahnya.
" Tenang lah ,aku yakin orang tua mu baik-baik saja " Agam menenangkan.
Keysha tidak menjawab. Dia memilih diam dan terus menangis , bayangan terburuk menghantui Keysha saat ini.
Mobil sampai disebuah rumah sakit yang disebutkan Kesyha. Keysha turun tanpa menunggu Agam memarkirkan mobilnya.
" Tunggu dulu ,kamu tidak bisa sendirian Sekarang " Teriak Agam khawatir dengan keadaan keysha
Kesyha berlari menuju pintu masuk ke dalam rumah sakit.
Berlari kesana-kemari mencari sosok yang dia kenal tapi nihil.
" permisi , kamar atas nama bapak Bram dan ibu angel di mana ya ? " Tanya Kesyha dengan nafas naik turun tidak beraturan.
" Bpk Bram sedang di UGD. Sedangkan pasien atas nama ibu angel di kamar cempaka no 6 !"
" Terimakasih " Keysha langsung kembali berjalan cepat menuju ruangan dimana ibunya berada. Air matanya terus mengalir tiada henti , kenapa ayanya di UGD ?
sedangkan ibunya sudah di ruangan biasa.
Sedangkan Agam yang mencari sosok Keysha tapi tidak kunjung dia temukan. " Kemana dia , larinya cepat juga " Bisik Agam sambil terus berlari kecil dengan kaki panjangnya kesana-kemari.
__ADS_1
" Agam !" Tepukan tangan di bahunya membuat Agam menoleh. Sosok Fatir dan Fatimah dibelakang tubuhnya ,dia mengenyit heran. Siapa yang sakit kenapa ayah dan ibunya di rumah sakit ?.
" Kamu ngapain disini ?" Tanya Fatir dengan setelan jas kerjanya.
" Orang tua temanku dirawat di sini ayah . Ayah dan ibu kenapa juga ada disini ,siapa yang sakit ?" Agam sambil menyapu sekeliling mengecek siapa orang dari keluarganya yang dalam keadaan kurang baik.
" Tidak nak. Teman ayah dan ibu yang sakit ,jadi kami langsung kemari " Fatimah menyela.
" Oh ,ya sudah ayo aku antar saja " Ajak Agam di anggukki oleh kedua orang tuanya.
Sebuah ruangan , berdiri sosok gadis yang sedang menangis menunggu pasien di ruangan UGD.
" Nak keysha ?" Sapa Fatimah membuat keysha menoleh kepadanya dan langsung menyeka air matanya cepat
" Maaf. Apa tante mengenali saya ?" Tanya keysha bingung. Siapa wanita ini beserta suaminya ,eh tunggu dia kan cowo itu.
" Kamu " Tunjuk Keysha kepada Agam yang berdiri disebelah Fatimah.
" Kalian sudah saling mengenal rupanya ?" Raut wajah berbinar Fatimah saat melihat tatapan anak sulung beserta calon menantu nya.
" Bukan seperti itu Bu ,kami hanya beberapa kali bertemu dan itu juga tidak sengaja " Agam menimpal untuk memecahkan kesalahpahaman.
" Iya benar " Keysha menyahut dengan senyum lebarnya. Gigi putih berjajar rapih , membuat senyum keysha amat sangat membuat wajahnya terlihat cantik.
" Ayah kamu sahabat saya dan istri saya " Fatir.
" Oh " Keysha sejenak berpikir,dan langsung menyalami tangan Fatir dan Fatimah. " Maafkan saya om tante, saya tidak mengenal kalian. Saya rasa ini pertemuan kita yang pertama "
" Kamu benar , dimana ibu mu ?" Tanya Fatimah
" Diruangan tidak jauh dari sini ,jika tante mau. Mari pergi bersama-sama. Saya juga belum menemui ibu " Lirih Keysha dengan suara berat menahan tangisnya..
" yang sabar ya sayang . Tante yakin kedua orang tua kamu akan baik-baik saja " Fatimah meraih kedua pipi keysha ,dan mengecup kening gadis itu hangat.
Keysha sampai terbuai dengan rasa kasih dan sayang seperti itu. Ibunya sendiri bahkan tidak pernah melakukan nya.
__
__ADS_1