
Agam duduk disebuah kursi meja makan.
Di dapur rumah bi Ningsih.
menatap lekat tubuh wanita paruh baya itu, sangat kurus dan keriput memenuhi setiap inci kulitnya.
” Apa bibi tidak pernah makan ?
ini salah Wishnu,kenapa dia ikut²an menjadi seorang tentara.
Kamu jadi tidak terurus begini ” Agam menyunggingkan senyumnya. Saat melirik Wishnu yang sedang membantu ibunya memasak , terganggu karena perkataannya.
” Jangan menyalahkan ku bang,aku sudah bilang .
Apa yang kamu lakukan aku akan mengikutinya, kenapa kamu tidak menjadi seorang dokter . Aku akan sama , dan bisa setiap saat merawat ibuku!” ucap Wishnu sambil mendelik.
” Apa katamu? kenapa jadi aku yang disalahkan.
Apa kamu tidak bisa mencari pekerja yang kamu sukai, bukan mencotoh ku !” Ketus Agam.
" Sudah aku bilang ,aku ingin seperti dirimu Abang ku yang ganteng ” Wishnu menggoda Agam.
” Terserah !” Agam acuh dan menjatuhkan wajahnya diatas meja.
Sangat lelah dan mengantuk
” Sudah² jangan berantem, kamu juga wish.
Berhenti membantah perkataan Agam ” Bi Ningsih sambil menjewer kasar telinga anaknya.
” Sakit ” Ringis Wishnu memegang telinganya yang memerah.
Agam mendengarkan perdebatan antara ibu dan anak itu .
Matanya mulai tertutup perlahan, hingga agam benar-benar tertidur pulas diatas meja.
Ningsih tidak tega untuk membangunkan agan yang terlihat letih tersebut.
Dan hanya menatap agak lekat didekat meja makan , anak mungil yang dia asuh itu sudah dewasa kini.
Anak mungil dan hobi mengompol sampai kelas enam SD itu ,kini menjelma menjadi seorang pria tampan dan gagah.
Tidak heran , Agam mewarisi wajah ayahnya. Yang agak bule² gitu.
Karena ayah Fatir adalah pengusaha yang berasal dari Belanda
Sedangkan ibunya , berdarah Jerman.
Fatir menurunkan ketampanannya sangat banyak kepada anak sulungnya.
Sedangkan Arfan, lebih mirip dengan Fatimah ibunya.
***
Bi Ningsih dan Wishnu , memutuskan untuk menyusul Keysha dirumahnya.
Ningsih sedikit ragu , karena belum tahu sifat Keysha.
” Assalamualaikum, nak Keysha?”
teriak bi Ningsih sambil mengetuk pintu.
Tok tok tok...
__ADS_1
Setelah menunggu lama , Keysha belum juga keluar.
bi Ningsih jadi khawatir dan meminta Wishnu agar membangunkan Agam.
Di dalam kamar , keysha ketakutan karena ada yang mengetuk pintu terus menerus.
Wajahnya sudah berkeringat pucat , kedua lututnya gemetar takut.
” Key , ini aku !!” Suara Agam disusul dengan ketukan pintu membabi buta.
Keysha berubah menjadi senang sekaligus lega.
Dia keluar dari kamar ,dan menuju pintu rumah yang masuk di gedor² Agam.
” Kakak aku takut , doyan banget kamu bikin aku ketakutan ”
Pak,,pak Keysha menepuk dada Agam disaat dia memeluknya.
Agam membulatkan matanya , saat melihat Wishnu dan Ningsih menahan tawanya. Karena melihat dia dipeluk oleh Keysha.
” Kamu bener² jahat !” tambah Keysha lagi.
” Nanti kita sambung lagi, sekarang lepaskan aku !" Agam menggerakan tubuhnya, dan mendorong kedu bahu Keysha dengan tangannya. Agam menggerakan matanya agar Keysha menoleh.
” Apa ?” bingung.
Agam tetap menggerakan matanya.
” Apa sih!” Keysha berpaling dan melihat ke arah yang ditunjuk oleh Agam dengan matanya .
” Upsss !” Keysha menepuk dahinya sendiri.
Dan berbalik , untungnya Ningsih dan Wishnu hanya melihatnya memeluk Agam.
” Ayo kita makan ,kamu lapar kan ” tanya Agam disambut dengan anggukan lemah oleh istri nya.
Agam menarik pergelangan tangan istrinya dan mengajak Keysha pergi.
” Pengantin baru bikin ngiler aja !” umpat Wishnu kesal dan menendang kursi dihadapannya. Matanya memperhatikan agamnl dan Keysha yang sedang berjalan bergandengan. ” Sialan sakit Aggghhhh ”
Ringis Wishnu memegang ujung kakinya.
” Mangkanya kamu jangan ceroboh !"
twingg... Ibunya mendorong dahi Wishnu kasar .
Di rumah Ningsih, Keysha menikmati makanan yang dibuat oleh Ningsih dengan rakus.
” Ayo makan semuanya” ajak Keysha dengan mulut penuh.
Agam dan Semuanya belum memulai makan malam , hanya diam dan mengenyit kompak.
” Dia mempunyai perut yang lebar sepertinya”
Lirih Wishnu menelan ludahnya kasar, dengan melihat Keysha dia sudah merasa kenyang.
__
Keesokan paginya, Keysha sudah siap untuk ke sekolah.
Kemeja putih dia pakai hari ini , pelajaran memang telah usai.
Tapi Keysha dan teman²nya yang lain.
__ADS_1
Harus memusyawarahkan tentang acara perpisahan nanti.
” Sayang kemari !” Agam mengajak Keysha agar duduk di sebelahnya.
Menepuk² ruang disebelahnya.
” Apa kak ?” Tanya Keysha sambil berjalan mendekati suaminya.
Keysha duduk disebelah Agam , mengarahkan tubuhnya hadapan suaminya.
” Apa ?”
” Tutup matamu ?” pinta Agam dengan senyum lebarnya.
Keysha menurut, menutup kedua matanya dengan sepuluh jemari kecilnya.
” Sayang,aku bilang tutup matamu .
Nakal sekali kamu !!” Agam berucap sambil Cemberut kesal.
” Ha-ha-ha baiklah !” Keysha tertawa renyah melihat wajah tampan suaminya merengek.
” Aaaa apa ini ”
” Jangan dulu dibuka !” ucap Agam menghentikan tangan Keysha yang terbuka , ingin melihat apa yang dia lakukan.
Agam , kembali mengangkat kaki keysha ke dalam pangkuannya.
” Buka matamu sayang”
Secepat kilat Keysha langsung membuka tangannya dari matanya.
Menatap lekat kakinya yang masih berada dipangkuan Agam.
keysha menatap gelang kaki cantik, melingkar di pergelangan kakinya.
Lalu menatap kakinya dan Agam bergantian, matanya berkaca-kaca.
Merasa terharu.
” Kamu suka ?" tanya Agam memainkan liontin gelang kaki tersebut.
” Suka banget !” Keysha setengah berteriak.
Dan menghambur memeluk suaminya erat, Agam yang kaget . Tertawa kecil , dan mengusap-usap punggung istrinya.
” Kakak terima kasih " Lirih Keysha dengan mata yang meneteskan butiran air putih bening.
” Sama-sama" jawab Agam menyeka air mata haru keysha.
Agam terus tersenyum, mendekatkan wajahnya agar lebih dekat dengan keysha.
Ditekannya tengkuk Istrinya itu ,agar mendekat.
Agam merapatkan dahinya didahi istrinya, sampai menempel .
keduanya tersenyum bahagia, apalagi Keysha.
Yang selalu berdecak kagum dengan perhatian suaminya .
__ADS_1
Bersambung.....