
Keadaan Keysha.....
Akhirnya keysha masuk ke ruangan ICU.
Ruangan dimana seorang pasien yang mengalami penyakit kronis atau cedera serius.
Harus di rawat secera khusus di ruangan ICU dengan banyak peralatan medis khusus.
Yang di alami Keysha saat ini adalah beberapa cedera serius di beberapa bagian tubuh nya.
Waktu menunjukkan pukul 01:45 .
Agam terlihat menatap tembok dihadapannya .
Semua keluarga sudah pulang karena Agam yang memintanya, dia tidak mau keluarga yang lain sakit karena kurang beristirahat.
Tertinggal dua orang yang keras kepala ingin menemaninya kini .
Yaitu Eugene dan Arfan.
Tring..... Tringg... Suara ponsel terdengar nyaring .
Bunyi itu berasal dari ketiga laki-laki tersebut.
Eugene yang sadar itu bukan nada ponselnya begitu juga dengan Arfan.
Saling menatap bingung , karena itu adalah suara ponsel dari Agam.
” Bang ....” Ucap Arfan sambil menyenggol Agam di sebelahnya.
Agam hanya menoleh lalu kembali ke aktivitas nya memandangi tembok.
tembok dingin rumah sakit.
” Bang ponsel mu bunyi ” Arfan lagi menyenggol Agam karena suara ponsel Agam sudah berdering sebanyak tiga kali.
” Mas bro angkat tuh telfon siapa tahu penting ” Tambah Eugene lagi.
Agam akhirnya pasrah , dia rogoh ponsel itu dari saku dalam jasnya.
Dia tatap layar ponselnya dan terlihat begitu kaget saat Agam melihat siapa yang memanggil nya.
Agam menjauh dari kedua orang tersebut , menjauhi Eugene dan adiknya agar tidak mendengar apapun.
” Mayor !” Suara bentakan kepada Agam.
” Siap” Jawab Agam mengiyakan saja tidak mampu membantah.
Setelah panggilan selesai Agam menoleh betapa kagetnya dia karena Eugene dan Arfan menguping disana.
__ADS_1
” Aku mohon jangan bercanda ” Ucap Agam yang merasa lelah.
Eugene dan Arfan duduk kembali mengikuti langkah Agam .
Agam kembali memainkan kembali ponselnya untuk menghubungi Wishnu.
” Assalamualaikum” salam Agam.
" Ada apa bang ?” Tanya Wishnu yang sedang mengucek matanya pelan. Dia masih benar-benar mengantuk.
” Anggap aku sedang bekerja Wish ” Perintah mayor.
” ..........” Agam memerintah
” Siap laksanakan ” suara tegas Wisnu.
Wishnu mengernyit tapi dia tetap bangkit dari tidurnya dan segera melaksanakan perintah Mayor.
” Bang bukannya kamu sudah berhenti bekerja ?” Tanya Arfan bingung.
" Belum !” Jawab Agam sambil berdiri.
” Kamu mau pergi bekerja disaat Keysha sedang sakit bang?” Tanya Arfan lagi dengan wajah panik.
” Keysha tidak bisa aku jadikan alasan menunda pekerjaan ku fan,
pertama aku masih terdaftar sebagai seorang prajurit belum menikah.
Walaupun aku ingin " Kata Agam dia juga tidak sanggup meninggalkan Keysha tanpa pamit dan menjelaskan tentang pekerjaan nya.
” Mas bro kamu bekerja berapa lama disana ? aku dengar itu sangat lama bukan ?” Tanya Eugene merasa iba kepada Keysha yang akan ditinggalkan Agam.
Agam menatap wajah Eugene, dia pegang kedua bahu Eugene hangat.
” Dengarkan aku Eugene ,aku tidak menyalahkan mu tentang masalah ini.
Dan aku ingin kamu menjaga Keysha selama aku pergi ” Pinta Agam serius.
” Baik mas bro aku akan menjaga Keysha ”
Eugene.
” Aku akan mengurus semuanya tentang sekolah Keysha bang , sebentar lagi dia lulus dan kuliah.
Aku janji ,aku yang akan mengurus nya bersama Eugene dan keluarga yang lain” Ucap Arfan yakin.
” Aku akan pergi tanpa berpamitan dengan semua keluarga, aku sudah bisa menebak bagaimana reaksi mereka,
mereka akan menolak keberangkatan ku ”
__ADS_1
ucap Agam memohon agar Arfan dan Eugene tidak memberitahukan kepergian nya saat ini.
Nanti saja setelah dia pergi jauh , begitu pinta Agam.
____
Rumah bi Ningsih.....
Wishnu membuat keributan saat dia membereskan semua barang-barang militernya.
” Kamu mau kemana Wish ?” Tanya Ningsih membuat Wishnu diam mematung.
Ningsih berjalan menuju anaknya, dia usap kepala anaknya hangat .
Matanya berkaca-kaca Ningsih tahu Kemana Wishnu akan pergi.
” Ibu” Lirih Wisnu bersujud di kaki ibunya .
Dia cium kaki ibunya berkali-kali seperti meminta restu akan kepergian nya sebentar lagi .
” Tidak apa-apa pergilah nak, kerjakan yang memang sudah menjadi tugas mu .
Itu tanggung jawab kamu " Lirih Ningsih dengan suara berat karena menangis.
” Doakan aku bu , doakan anakmu ini !” Wishnu memohon tanpa terasa air matanya juga menetes terus menerus.
” Tentu saja ,ibu selalu mendoakan kamu setiap saat Nak !” Jawab Ningsih.
Keduanya berpelukan dan sama-sama menangis.
Mengingat setelah itu keduanya akan berpisah jauh lagi untuk kesekian kalinya.
Setelah itu Wishnu benar-benar pamit untuk pergi meninggalkan ibunya , Ningsih melambai berkali-kali menatap kepergian ajaknya.
Di rumah sakit Agam sedang menanyakan perihal keadaan istrinya dengan dokter Ricky.
Dokter Ricky tidak pernah lembur sampai dini hari.
Tapi karena Istri Agam yang dia rawat , terpaksa dia lembur.
” Apakah patah tulang di kakinya akan sembuh ? apa Keysha ku akan kesulitan berjalan?” Tanya Agam panik.
” Dia akan segera sembuh total gam , asalkan terus melatih kakinya dan juga memeriksakan kakinya .
Beberapa luka yang dalam sudah kami jahit ,selama seminggu ini aku harap keysha tidak kemana kemana ” peringatan dari dokter sangat serius.
Agam membungkukkan badannya , dia benar-benar bingung dengan keadaan seperti ini.
Apakah dia tetap diam dan tidak pergi meninggalkan istrinya.
__ADS_1
Atau dia pergi meninggalkan Keysha yang membutuhkan nya sangat besar saat ini.
Bersambung