
Wishnu masih berkutat dengan pekerjaannya,. sementara keysha dan Ningsih sedang memasak di dapur.
Keysha meminta diajari masak, Ningsih menurutinya.
” Yah, gagal lagi " Wajah keysha terlihat kecewa dengan hasil masakannya.
Di mulai dengan masak yang ringan ².
Yaitu menggoreng telur , Keysha sudah menghabiskan satu kilo telur untuk prakteknya.
” Gapapa non , wajar kan masih belajar" Ningsih menahan tawanya sedari tadi.
ada yang gosong, masih mentah, dan hancur dikarenakan keysha mengaduk-aduk nya.
” Astaga key ,ko kamu buang-buang makanan kayak gini sih. Abang tidak menyukai ini Lo, wah kamu pasti dimarahin nanti ” Wishnu menakut-nakuti keysha, keysha hampir menangis karena ucapannya.
” Kamu tuh senang banget ya menganggu Keysha,diem. ” Ningsih memukul dada anaknya. ” Tidak usah didengerin key ,dia emang agak bodoh kalo lagi ngomong,ibu aja masih heran kenapa dia diterima jadi prajurit”
Wishnu , mati gaya dia berbalik dan meninggalkan keduanya.
___
Ditempat lain ,Agam baru sampai diperusahaan. Terlambat karena macet,ibu kota sangat padat di jam pagi dan sore.
Karena itu adalah jadwal semua orang memulai pekerjaan dan mengakhirinya.
Di bibir pintu masuk , Reza sudah berdiri disana . Menunggu kedatangannya ,Agam juga melihat motor Arfan,adiknya sudah sampai lebih dulu.
” Selamat pagi bos"
” selamat pagi tuan”
__ADS_1
semua orang menyapa nya, menyapa bos tampan mereka. Di saat menyapa bos mereka,karyawan wanita curi-curi pandang pada Agam.
" Kamu terlambat gam " Reza berucap sambil merangkul punggung Agam , dan berjalan bersama.
” Arfan dimana ?” Tanya Agam pada Reza
” Dia diruangan mu , dia tidak mau berbicara padaku jutek sekali dia " adu Reza sama seperti keysha, mengeluhkan prilaku Arfan.
” Lalu? aku harus bagaimana ?” Tanya Agam masuk ke dalam lift , reza diam saat Agam menolak untuk diikuti.
Agam masuk ke dalam ruangan, nampak sosok Arfan sudah ada disana. Duduk diatas sofa , saat melihat kakaknya dia langsung berdiri.
” Ada apa? tidak biasanya kamu kemari. Di luar sampai terjadi keributan khususnya karyawan wanita " ucap Agam sambil melepaskan jasnya, dan mengaitkan di kursi nya.
".Aku tidak suka bertele-tele, aku sudah beberapa kali bertemu dengan Megan.
Aku menyukainya ” Ucap Arfan membuat Agam melotot.
” Kau gila! dia wanita dewasa fan, jangan aneh-aneh. Apa kamu memikirkan reaksi ayah jika tahu tentang hal ini ” Agam setengah berteriak.
” Aku kira kamu akan mendukung ku , ini sama saja dengan hubungan mu dengan keysha yang masih belia itu " Arfan membuat Agam meremas rambut nya kasar
” Itu sama sekali tidak sama , aku dewasa dan dia anak kecil. Tapi aku yang dewasa , prianya pemimpin rumah tangga kami.
Sedangkan kamu dan Megan , apa kamu mampu mengimbangi pemikiran wanita dewasa seperti dia ?” Bentak Agam melempar map ke arah tubuh Arfan yang berdiri didepan mejanya.
” Aku sudah berbicara dengan ibu,dia juga sama tidak setuju. Astaga aku pusing ” Arfan menjatuhkan tubuhnya kasar ke sofa
” Jelas ibu akan menolak , kamu juga dan Megan baru beberapa hari bertemu. Bagaimana bisa merencanakan hubungan jauh sampai seperti itu. Kamu masih belum selesai kuliah juga " Agam panjang lebar ..
” Tapi dia gadis yang aku sukai kakk, dia berbeda dengan gadis lain ”
__ADS_1
” Hey hey , ingat dia juga harus kamu panggil kakak . Dia jauh lebih dewasa dari mu ,dari segi umur dan pemikiran ” Agam dengan amarahnya.
" Hufff ” Arfan membuang nafas kasar.
Hening...
Hening...
Suasana hening tercipta cukup lama ,Agam yang melihat adiknya galau berjalan untuk mendekatinya.
" Ok ,aku akan berbicara dengan ayah ” Agam membuat Arfan tersenyum lebar berharap banyak kepadanya.
" Terimakasih abang " ucap Arfan so imut.
" Seseorang mengadukan keluhan tentang mu " Agam ingin bertanya soal aduan istrinya.
” Siapa? apa yang aku lakukan” Arfan bingung.
” Apa benar kamu memarahi keysha,kamu boleh menegurnya jika dia salah.
Tapi dia masih labil,hanya anak kecil yang gampang perasa.
Tau tidak dia mengganti nama no mu di ponsel ku ?” Agam menjelaskan.
" Mengganti dengan nama apa dia ? aku harap itu keren untukku”
” Kulkas berengsek ! itu yang dia berikan padamu ” Agam tertawa melihat wajah panik Arfan.
" Cih , kurang ajar !” Arfan berbisik.
" Aku mendengarnya !" Agam berjalan kembali dan duduk di kursi kerjanya.
__ADS_1
___
Bersambung