Menjadi Nyonya Muda Pertama

Menjadi Nyonya Muda Pertama
Kabar Yang Mengejutkan


__ADS_3

Langit malam terlihat sangat indah, bukan dan bintang saking berdempetan menyambut angin malam berhembus, membentuk sebuah gambar gambar sesuai imajinasi pengelihatan. Terkadang berbentuk sebagai hewan, atau bahkan seperti tulisan tulisan, intinya imajinasi seseorang berbeda beda.


Entah kenapa, malam ini terasa sangat menenangkan, sesekali angin berhembus dengan kencang.


Seseorang wanita tengah duduk santai sambil meminum kopi di balkon apartemen nya, ditemani dengan pemandangan langit malam serta teknologi berupa laptop dihadapannya. Tidak selang beberapa menit sebuah notifikasi pesan dari kontak "Mommy" terlihat di handphone wanita itu, pesan yang membuat wanita itu sedikit tertegun.


"Mama ingin menikah, seseorang pria melamar mama sekarang. menurutmu kamu, mama diijinkan menikah atau tidak?"


"Hah? Astaga" wanita itu sedikit terkejut dengan berita malam ini, pantas saja malam ini terasa sangat berbeda.


Tidak ada balasan selama beberapa menit, wanita itu duduk melamun memikirkan pesan yang membuat hatinya gelisah.


"Kalau kamu memang masih belum bisa menerima, mama akan menolak pria itu, setidaknya katakan sesuatu Xia'er"


Tersadar pada notifikasi yang kedua, Ming Xia langsung mengambil handphone nya dan mengirim beberapa pesan, walaupun hatinya tidak setuju apapun itu pasti akan Ming Xia lakukan jika menyangkut mamanya.


"Tidak apa mom, lakukan saja. Tapi, Xia harus tau asal usul pria itu"


"Astaga Xia, kamu membuat mama khawatir. Baiklah mama akan ceritakan kepadamu saat kamu kembali ke Wenzhou"


"Ya, secepatnya"


Pembicaraan itu terhenti, Ming Xia kembali merenungkan jawaban yang diberikan pada mommy nya beberapa waktu lalu. Apa masalahnya jika menerima orang baru?


"Sial sial, aku terlalu waspada pada orang orang, disini aku juga tidak menemukan siapapun kecuali-" gumaman itu terhenti saat dirasakan handphone miliknya bergetar, memutar arah pandang ke arah handphone melihat kontak nama saudara nya 'Mei Lin', anak ini tau saja apa yang dibutuhkan Ming Xia "Oh kau benar benar keberuntunganku Mei"

__ADS_1


Panggilan terhubung sejak beberapa menit yang lalu, namun tidak ada yang berani mengambil peran terdahulu, Ming Xia yang tidak tau harus memulai darimana dan Mei Lin yang takut Ming Xia marah.


"ugh, Mei aku mendapatkan pesan dari mommy ku kalau dia ak-" belum sempat Ming Xia melanjutkan, Mei Lin menyela.


"Aku tau, maka dari itu aku ingin memberitahukan itu kepadamu, yeah walaupun mungkin sedikit telat"


"Kejutan apalagi Tuhan" Ming Xia mengusap wajah nya lelah, tiga hari ini Ming Xia sering lembur di kantor pribadi nya.


"Kejutan indah bukan? seharusnya kau tertawa bukan menangis Xia" tawa miris terdengar dari sebrang sana.


"Yeah, tapi kau tau siapa calon nya?"


"Aku tau, dia Gu Yi. Seorang pria yang sangat berpengaruh di China, kau tau silsilah keluarga nya hanya ada laki laki, tidak ada perempuan kecuali menantu menantu nya. Bahkan, anak dari menantunya kebanyakan laki laki, tidak ada perempuan" Mei Lin berbicara sedikit bersemangat, walaupun masih belum ada yang diberitahukan, Ming Xia tau kalau keluarga ini jelas dari kata keluarga 'kaya' atau bahkan 'berpengaruh'.


Banyak pikiran jelek yang terlintas di otak Ming Xia, pikiran pikiran yang langsung datang menjelekkan nama keluarga Gu, Ming Xia sendiri tidak berani mengatakan terus terang mengingat keluarga Gu sangat terkenal.


"Kalau begitu, apa yang terjadi dengan ku? Atau jangan jangan Gu Yi tidak tau kalau Ming Qiao mempunyai anak perempuan?" punggung lemas Ming Xia menjadi tegang, bersandar pada sofa empuk tidak bisa menyelamatkan punggung nya.


Seketika mereka berdua terdiam, perkataan Ming Xia benar adanya, kalau benar Gu Yi tau jika Ming Qiao memiliki anak perempuan kenapa Gu Yi tetap memaksa menikahi Ming Qiao?


"Kau benar, sungguh aku tidak dapat mengetahui jalan pikir orang orang kaya"


"Kau begitu, bagaimana denganku" terdengar unsur sedih dari perkataan Ming Xia, hari hari telah dilalui dengan monoton.


"Tidak apa, aku tunggu kau pulang dan kita berdua harus mencari tau apa niat terselubung Gu Yi" Mei Lin mencoba menenangkan saudaranya, walaupun mereka dulunya memiliki banyak perselisihan karena Mei Lin ini di pihak ayah dari Ming Xia, tetapi Mei Lin ini tetap menghubungi Ming Xia tidak peduli masalah apapun itu.

__ADS_1


Panggilan telepon terputus sepihak, Ming Xia merasa hampa menerpa kehidupan nya. Hari hari telah dilewati dengan banyak keterpaksaan dan sekarang akan menjadi sangat terpaksa, mencari tahu alasan akan mama nya ini tidak mau mempublikasikan dirinya dikalangan umum saat mama nya dinikahi oleh Gu Yi.


"Aku tidak ingin kehidupan semenyenangkan ini terusik akan keluarga Gu, aku tau keluarga Gu juga memiliki pekerjaan lain" banyak pikiran jahat muncul di dalam otak Ming Xia, melakukan apapun yang diinginkan nya adalah pekerjaan nya selam ini. Tidak ada yang berani menghalangi jalan seorang Ming Xia kecuali mamanya.


"Kenapa harus keluarga Gu? apakah di sana tidak ada pria lain?" Ming Xia menggerutu sedari tadi, memikirkan bagaimana caranya Ming Xia meloloskan diri dari Keluarga Gu.


Tangan lentik milik Ming Xia mengambil handphone di atas meja dengan lembut, mencari cari kontak asisten nya yang bernama Jake, menekan tombol panggilan. Ming Xia menunggu dengan sabar, selang beberapa menit panggilan terhubung.


"Halo, ada apa?"


"Jake, aku ingin kau memesankan aku tiket menuju Wenzhou besok. Kau bisa melakukan nya?" diiringi ketikan jari pada meja keramik, Ming Xia mencoba melawan gugup akibat perbuatan nya yang terdengar tergesa-gesa.


"Kamu ingin ke sana?" Jake sedikit mengerutkan kening, tidak biasanya Ming Xia ini pulang dalam waktu cepat, apalagi dia baru saja menyuruh membeli tiket dengan waktu dekat.


"Yeah, seperti itu. Ada sedikit urusan yang tidak bisa ku tinggalkan, kamu bisa melakukan sisanya bukan?"


"Aku bisa, tapi kamu benar benar ingin kembali?"


"Yeah, ini keputusan ku. Kabari aku jika kamu sudah mendapatkan tiket nya, bye Jake"


Panggilan terputus kembali, Ming Xia duduk melanjutkan aktivitas nya yang tertunda sambil melamun. Banyak pekerjaan tertunda akibat sedikit kemalasan Ming Xia, ingat hanya sedikit.


"Mengapa pekerjaan ini tidak lenyap saja? Kenapa setiap hari pekerjaan selalu bertambah, aku ini remaja jompo" Ming Xia mengambil secangkir kopi di samping nya, menyesap hingga habis dan meletakkan nya kembali. Duduk bersandar pada sofa balkon menikmati pemandangan bulan dan bintang, tidak memperdulikan angin yang datang berhembus dengan kencang.


Bulan kali ini terlihat sangat sempurna, berbentuk sabit cerah dikelilingi bintang bintang, tidak ada awan hitam sama sekali, hanya ada mereka berdua yang tidak bisa dipisahkan sampai kapanpun.

__ADS_1


__ADS_2