Menjadi Nyonya Muda Pertama

Menjadi Nyonya Muda Pertama
Fakta Baru Lagi


__ADS_3

Ming Xia duduk dengan tenang sambil mendengarkan lagu di telinganya menggunakan earphone bluetooth, jarinnya mengetuk papan keyboard di iPad nya, mencari semua informasi yang dapat diketahui oleh dirinya.


Mulai dari struktur keluarga Gu hingga pekerjaan apa saja yang dilakukan oleh semua keluarga Gu, terakhir harta dan kekayaan keluarga Gu yang ternyata tidak ada habisnya. Tujuh turunan pun tidak akan habis begitu mudah, memikirkan nya saja sudah membuat otak Ming Xia meledak.


"Bisa dibilang keluarga ini lumayan harmonis ya, tapi sangat disiplin" layar layar bergulir secara cepat, menggantikan layar layar lainya.


Semua informasi telah didapat oleh Ming Xia tanpa berusaha keras, Ming Xia menarik cari kejanggalan di dalam informasi tersebut namun tidak ada sama sekali. Informasi di sana sesuai dengan logika, kekayaan yang berlimpah dan kekuasan yang tinggi.


Hingga tanpa sengaja Ming Xia menemukan biodata seseorang yang bernama Gu Chen, Arlo Gu dan Gu Yi. Orang orang ini sangat familiar di ingatan Ming Xia, seperti pertemuan dulu sangat berkesan di ingatan Ming Xia.


Dalam diam, Ming Xia mencari cari ingatan yang hilang beberapa tahun yang lalu, secara kebetulan pesan dari orang asing masuk di layar yang sedang menunjukkan biodata Arlo Gu.


Terlalu jauh Nona.


Tangan Ming Xia seketika terhenti begitu saja, matanya terus menatap ke arah pesan tersebut hingga pesan tersebut hilang tanpa jejak, barulah Ming Xia tersadar.


"Aku ingat, Arlo ini-" ucapan Ming Xia terhenti saat pramugari datang menawarkan makanan nya, dengan terpaksa Ming Xia menaruh ipad nya di pangkuan pahanya dan mengambil makanan lalu diletakkan di meja hadapannya.


...****************...


"Dia mengingatnya" seorang pria yang tengah disibukkan dengan berkas berkas di meja nya berkata pelan, tangan kekar itu mempererat sebuah berkas tentang kejadian pembakaran 4 tahun yang lalu.


"Bagaimana caranya?" salah satu dari ketiga pria yang ada di dalam ruangan tersebut menghela nafas, kejadian pembakaran 4 tahun lalu selalu menghantui ketiga orang.


Sebuah ruangan kedap suara diisi oleh tiga orang pria dengan setelan jas lengkap dengan dasi, masing masing dari pria memiliki layar komputer yang menunjukan keadaan di sebuah ruangan pesawat. Namun, seseorang yang dicarinya tidak bisa ditemukan keberadaannya.


"Aku tidak tau, tapi seperti yang kita lihat di dalam CCTV ini tidak ada ciri ciri dari anak itu"

__ADS_1


Suara tombol keyboard terdengar saling bersahutan, seolah olah melawan satu sama lain, tidak ada yang mau mengalah. Layar layar bergulir dari CCTV satu ke satu lain, menampilkan semua ruangan yang ada di pesawat.


"Arlo, kamu masih mengenal bagaimana rupa anak itu?"


"Masih, tapi aku tidak tau rupanya sekarang. Aku hanya ingat dia mempunyai beberapa helai rambut yang berwarna ungu" Arlo mendesah pasrah, pasalnya 4 tahun lalu saat kejadian pembakaran yang tidak sengaja melibatkan seorang wanita.


4 tahun yang lalu kejadian pembakaran itu disengaja, seseorang menyabotase listrik yang mengakibatkan kebakaran akibat korsleting listrik. Singkatnya saat Arlo Gu mendapatkan barang apa yang dicarinya berupa flashdisk kejahatan Frengky Qin, flashdisk tersebut jatuh ke tangan seorang wanita.


Flashdisk tersebut tertukar, yang dibawa Arlo Gu adalah flashdisk yang sama tentang kejahatan, namun flashdisk itu jauh lebih berharga. Tidak bisa dibuka sama sekali, menggunakan cara apapun.


"Lupakan saja, besok kita akan mencarinya lagi. Masih ada hari esok" Gu Yi mencoba menenangkan Arlo Gu yang tengah di landa rasa takut.


...****************...


Ming Xia tertidur akibat terlalu lelah memikirkan banyak teka teki keluarga Gu, pikiran nya terus merujuk pada kejadian 4 tahun yang lalu namun Ming Xia tidak menemukan apa apung di dalam ingatan nya. Ming Xia tertidur pulas mengabaikan area pesawat yang lumayan berisik akibat obrolan obrolan dari penumpang lainnya, duduk tenang sambil memejamkan mata.


Tidak terasa pesawat Ming Xia telah mendarat di landasan bandara Wenzhou, hari ini menunjukan pukul 00.20 lewat tengah malam, perjalanan kali ini sangat melelahkan. Ming Xia memanggil Mei Lin untuk membantu.


"Tunggu aku di sana, kamu pakai mobil yang sama kan?"


"Ya kan siapa tau gitu, kamu ganti mobil" bahu nya bergerak membuat tanda tidak tau.


Ming Xia lantas tertawa mendengar jawaban Mei Lin yang menurutnya sedikit lucu "Iya iya, aku ke sana"


Ming Xia melangkah ke arah depan bandara, tidak ada barang bawaan dari London, Ming Xia hanya membawa beberapa alat elektronik dan tubuhnya saja. Ming Xia berpikir dirinya bisa membeli yang baru di sini daripada membawa barang barang dari rumah.


Sesaat Ming Xia mengedarkan pandangan nya, melihat lihat jalanan yang lumayan sepi hingga seorang perempuan melambaikan tangan ke arah Ming Xia.

__ADS_1


"Ming Xia, di sini" suara teriakan nyaring memenuhi lingkungan sepi, Mei Lin sedikit berteriak agar Ming Xia dapat mendengarkan.


"Aku tau aku tau, tenanglah sedikit kau bisa menghancurkan dunia akibat suara teriakan mu" langkah kaki Ming Xia terbilang santai namun lebar, mungkin karena tinggi badan nya.


"Kamu ini, baru bertemu sudah meributkan hal hal itu saja"


Tubuh langsing Ming Xia dirangkul oleh tangan Mei Lin "Ayo kita istirahat"


Di tuntunnya tubuh lemah Ming Xia ke arah mobil sport berwarna hitam, hanya ada dua kursi di dalam nya. Mobil ini mobil paling favorit Mei Lin saat Ming Xia ada di dekatnya, karena Ming Xia selalu membawa mobil dengan laju saat pikiran nya kacau.


Mobil sport hitam itu melaju pelan, menyusuri jalanan dengan lampu kanan kiri menyala terang, berbagai bentuk lampu di lihat oleh pandangan Ming Xia.


"Mei, aku mencurigai keluarga Gu" Ming Xia menoleh ke arah Mei Lin yang tengah mengemudi.


"Apa yang kamu curigai?" hanya dibalas anggukan santai dadi Mei Lin.


"Coba kamu pikir kalau mereka itu bukan hanya keluarga terkaya, tapi siapa tau mereka mempunyai pekerjaan lain seperti"


"pembunuh bayaran?"


"Polisi?"


"Atau bahkan agents rahasia?"


Jawaban dilontarkan secara bergantian, Mei Lin berpikir kalau keluarga Gu memang tidak beres, secara kebetulan mereka memiliki tempat khusus di mata negara.


"Jangan jangan Mafia?" bertepatan dengan lampu merah, Mei Lin menjawab sambil tertoleh ke arah Ming Xia di samping.

__ADS_1


"Menyeramkan sekali" Ming Xia memeluk tubuh langsing miliknya menggunakan kedua tangan, kacamata emas nya bertengger indah tanpa berpindah tempat sekalipun.


Mobil hitam kembali melaju pelan, setelah berhenti dikarenakan lampu merah, Mei Lin akhirnya memutar musik di dalam mobil. Mereka berdua kini menyanyikan lagu lagu yang di putar secara acak di dalam playlist, lagu sedih hingga lagu bahagia mereka nyanyikan. Melupakan semua masalah yang baru baru saja terjadi, atau bahkan akan bertambah.


__ADS_2