Menjadi Nyonya Muda Pertama

Menjadi Nyonya Muda Pertama
Kedatangan Teman Lama


__ADS_3

"Tidak, itu salah paham. Aku yakin itu rencana mu sendiri kan?!" Nevan berteriak kembali.


"Sudahlah, berbicara dengan orang bodoh akan membuat mu naik darah. Bawa mereka ke penjara" tidak mau ambil pusing, Hideki langsung menyuruh bawahan nya untuk meringkus mereka.


"Baik Kapten"


"Lepaskan, kalian tidak berhak!!"


"Diam!!"


Semenjak mereka di tangkap, Hideki langsung mendapatkan udara segar, Hideki tau kalau Nevan ini memiliki niat jahat, tapi Hideki masih belum punya banyak bukti.


'Untung atasan ku Nona Ming, kalau atasan ku mereka mungkin aku tidak akan bisa hidup dengan bebas' tangan Hideki mengusap dada sambil menghela nafas lega.


Dilihatnya sekeliling ruangan untuk memastikan, lalu Hideki tanpa sengaja melihat sebuah kotak hitam yang berada di atas meja milik Nevan, diambil kotak itu dan langsung meninggalkan ruangan.


"Sampah memang harus di bereskan" Hideki berjalan dengan gagah, tanpa pernah punya rasa takut kecuali kepada atasan nya, Ming Xia.


Beberapa waktu yang lalu, Mei Lin datang menghampirinya sambil memberikan sebuah flashdisk biru dan beberapa lembar kertas. Awalnya Hideki tidak terlalu tau apa itu, tapi saat Mei Lin berbicara dan menjelaskan baru Hideki tau.


"Tapi kenapa harus Mei Lin yang ngasih? Kenapa tidak langsung Ming Xia saja?" derap kaki terdengar di penjuru ruangan "Aku lupa, mungkin Ming Xia sedang di acara pernikahan orang tua nya"


langkah kaki Hideki tertuju pada ruangan nya, menyiapkan semua berkas yang diperlukan untuk meyakinkan tentang kecurangan pihak keluarga Qin.


malam ini Hideki akan bekerja lembur seperti hari hari sebelumnya.


...****************...


"Ma, mereka berani memalsukan keluarnya Frengky" Ming Xia memberi tau Ming Qiao saat ini, karena saat ini mereka tengah berganti pakaian dengan adat keluarga Gu.


Baju yang dipakai pun tidak kalah indahnya, gaun berwarna mereka dengan tudung putih, jaket berwarna pink merah dan perhiasan yang hanya bisa di pakai oleh anggota keluarga Gu saja.


"apa yang harus kita lakukan?" Ming Qiao menatap anak sematang wayangnya, kekhawatiran muncul di dalam boal mata coklat muda milik Ming Qiao.


"Aku akan berusaha semaksimal ku, mama tenang saja selagi keluarga Gu tidak tau tentang rahasiaku mungkin itu masih aman" Ming Xia mengelus pundak Ming Qiao lembut, berharap dapat menenangkan Ming Qiao lewat usapan.

__ADS_1


Meskipun begitu, usapan itu tidak membuahkan hasil, yang ada malah membuat Ming Qiao merasa sangat khawatir.


"Ayo kita keluar" Ming Xia menuntun tangan Ming Qiao untuk dikaitkan di lengan Ming Xia, berjalan dengan beberapa orang di belakang nya.


mereka berjalan santai di tengah tengah kerumunan banyak orang, dan berakhir di atas pelaminan, ini adalah sesi terakhir dari acara pernikahan. Ming Xia sangat senang, niat hati Ming Xia ingin langsung pulang di rumah miliknya sendiri tanpa ingin datang berkunjung di rumah milik Gu Yi.


"Aku tinggal, bertahan lah sebentar lagi" Ming Xia berbisik ke arah Ming Qiao, lalu tersenyum tipis ke arah Gu Yi.


Ming Xia melangkah ke arah Mei Lin yang tengah di sibukkan dengan makanan, awalnya Ming Xia ingin mengajak Mei Lin ke kantor polisi tapi Ming Xia memilih mengajak Mei Lin ke acara pernikahan orang tuanya.


Sesampainya di sana, Ming Xia laku duduk lemas, mengambil anggur merah di atas meja dan meminumnya.


"Kamu kenapa?" Mei Lin bertanya sambil tangan yang menyodorkan sendok berisi dessert coklat ke arah mulut Ming Xia, dengan senang hati Ming Xia terima dan memakannya.


"Lelah sedikit" sesantai santainya Ming Xia, kalau Ming Xia dikejar kerjaan Ming Xia lebih baik kerjaan yang mengejar Ming Xia daripada dirinya.


"Aku tadi melihat teman sekelas kita" jiwa bergosip milik Mei Lin keluar.


Tatapan nya tertoleh "Siapa?"


"Mana mungkin"


"Mungkin, dia pernah menembak mu tapi kamu tolak" sedikit geram akibatnya Ming Xia yang lupa ingatan.


kegiatan nya terhenti 'Siapa? Oh jangan jangan'


"Ling Yue!"


Mei Lin dan Ming Xia menebak sama benar, laku terhenti dan mengoreksi apa yang salah, melihat keterdiaman Ming Xia, Mei Lin tersenyum penuh arti.


"Apa jangan jangan, dia datang ke sini untuk melamar mu?"


"Atau malah mengajukan perjodohan seperti orang orang kaya?"


"Jangan ngawur" Ming Xia mengalihkan pandangan nya ke arah depan, melihat Nyonya Ku yang tengah menatapnya dan memberi isyarat untuk mendekat

__ADS_1


"Kemari" tangan Nyonya Lu melambaikan tangan dan membuat isyarat bicara dari bibir.


Ming Xia menggeleng pelan, tidak mah berjalan lagi karena kaki Ming Xia sangat letih, terlebih lagi Ming Xia malas berkerumun lebih baik menyantap hidangan yang pasti membuat perut kenyang bukan?


Nyonya Ku tersenyum sebentar lalu tangan nya menunjuk ke arah seseorang yang tengah berkumpul dengan teman sebayanya, Ming Xia menoleh dan terkejut.


"Oh lihat, pangeran mu datang!!" Mei Lin berseru senang, sedangkan Ming Xia tersenyum masam.


Bagaimana kalau tebakan Mei Lin tadi benar? Apa yang akan terjadi? Menikah di usia muda? Membayangkan nya saja membuat ku sangat tidak senang.


Bertepatan dengan itu, orang yang di tunjuk Nyonya Lu melihat ke arah Ming Xia yang masih menatap Ling Yue di sana, mereka berdua bertatap sejenak dan langsung mengalihkan pandangan masing masing.


"Apa kataku, aku pasti benar dan tidak pernah salah" pukulan pelan mendarat pada pundak putih Ming Xia yang terekspos.


"Bawa aku pergi cepat" tangan Ming Xia menggenggam tangan Mei Lin.


"Tidak, percuma kalau keluarga mu itu Gu" tiba tiba Mei Lin menarik Ming Xia untuk berjalan ke arah Nyonya Lu, tersenyum penuh arti.


"Aku tidak mau, jangan bikin aku bertindak kasar" gelengan dan tatapan tajam didapatkan Mei Lin.


"Aku takut" Mei Lin mengubah cara bicaranya menjadi sangat mendramatisir, meyakini kalau omongan Ming Xia hanya candaan.


"Sial, aku benci dirimu" Ming Xia berjalan meninggalkan Mei Lin yang tengah tertawa terbahak bahak, meninggalkan seseorang yang membuat dirinya sangat malu.


'Aku benci, aku benci. Kenapa dia harus datang ke acara ini? astaga mau taruh dimana mukaku' langkah kaki Ming Xia bertambah cepat, menuju ke arah kamar mandi dan mengungsikan diri dari kerumunan.


Tanpa disadari, seseorang pria muda melihat kejadian semua itu dan tersenyum dalam hati "Kamu ternyata masih sama, sama sama lucu"


Ming Xia merasakan lidahnya yang tergigit ikeh giginya secara tiba tiba, dan seseorang yang terus menatap nya dari ujung ke ujung. Oh astaga malunya dia sekarang.


"Sial sial, kenapa harus aku yang mengalami nya. Kenapa tidak Mei Lin saja?"


"Awas saja, aku pasti akan membuat Mei Lin merasakan seperti ku"


Ming Xia melihat wajahnya di pantulan cermin 'Malu'

__ADS_1


__ADS_2