
Gu Chuan, Gu Zhi dan Gu Kael melangkah ke arah dia wanita yang sedang duduk santai di pojok ruangan, hatinya berkata kalau mereka harus berhati hati dalam bertindak.
Dua wanita itu tidak melihat ke arah ketiga pemuda yang sedang berjalan ke arah mereka, mereka berdua asik mengobrol.
"Tuan Muda Gu" Mei Lin yang melihat ketiga anak Gu Yi lantas bangkit dari tempat duduknya, lalu membungkukkan sedikit badan nya.
Gu Zhi tersenyum lembut, anggukan diberikan kepada Mei Lin.
"Silahkan" Mei Lin mempersilahkan ketiga anak Gu Yi untuk duduk di kursi kosong yang terletak di hadapan nya.
Gu Kael melihat seseorang yang ada di samping Mei Lin dengan pandangan yang sulit di artikan, dalam pikiran nya kenapa flashdisk ayah nya dapat berada di tangan wanita itu?
Mei Lin menyenggol lengan Ming Xia sedikit keras, hingga pandangan Ming Xia teralihkan lalu memandang Mei Lin secara sinis, merasa terganggu Ming Xia ingin mengumpat namun Mei Lin memberikan kode.
Lirikan mata Mei Lin mengarah pada depan tempat duduk yang awalnya kosong kini terisi tiga pemuda Gu, awalnya Ming Xia tidak tau lalu Ming Xia menoleh dan terkejut.
"Oh astaga" suara pelan Ming Xia masih dapat terdengar di ketiga pemuda Gu.
Gu Zhi tersenyum "Nona, siapa nama anda? Kenapa aku baru pertama kali melihat mu?"
Mata Ming Xia berkedip tidak menentu bingung ingin menjawab apa, sedangkan Ming Xia tidak ingin namanya diketahui keluarga Gu.
"Dia Ming Xia, Ming Xia sendiri baru datang dari London kemarin" bukan Ming Xia yang menjawab melainkan Mei Lin di samping nya.
Kalau kalian ingin mempunyai rahasia, jangan sampai rahasia itu diketahui oleh Mei Lin, kemungkinan besar rahasia kalian pasti kan tersebar begitu saja.
Secara terpaksa, Ming Xia hanya bisa tersenyum terpaksa.
"Nona Ming? Kamu yang akan menjadi keluarga baru kita?" Gu Kael semakin penasaran.
"Benar" Ming Xia menjawab seadanya.
'Kenapa aku sial terus?' Ming Xia meringis dalam hati.
Perubahan raut wajah tidak menyenangkan dapat dilihat oleh Gu Chuan, kesan awal yang dilihat Gu Chuan adalah Ming Xia ini mandiri, harus mendapatkan apa yang ia inginkan, dan tidak pernah mau patuh.
Merasa di tatap, Ming Xia menoleh ke arah Gu Chuan, alis nya sedikit terangkat mempertanyakan apa yang dilihat nya?
"Kalau begitu aku pergi dulu, mungkin ada yang ingin kalian sampaikan" Mei Lin hendak bangkit dari duduknya, namun lengan nya di tahan okeh Ming Xia.
__ADS_1
"Ayolah pendekatan untuk menjadi keluarga, aku tidak ingin menjadi jahat seperti mu" Mei Lin berbisik sambil tersenyum penuh makna, mau tidak mau Ming Xia melepaskan Mei Lin.
Keadaan di meja makan tersebut sangat canggung, Ming Xia yang malas memikirkan ke adaan sekitar dan ketiga anak Gu yang malas berbicara terhadap orang asing.
"Barang itu ada di tanganmu?" Gu Chuan sangat penasaran, sebagai anak tertua Gu Chuan juga mengetahui rahasia tetua Gu lainya.
Sudut pandang Ming Xia melihat ke arah Gu Chuan, rambut rapi dengan setelah jas, ketiga anak Gu ini memiliki paras yang sangat tampan.
"Kalau iya, kau mau apa?" alis Ming Xia terangkat, menatap tajam Gu Chuan yang terlalu to the point.
"Kalau iya, kita tidak akan pernah melepaskan mu" Gu Kael menyeringai, sesaat Ming Xia merasa hidupnya tidak seindah hidup dulu nya.
Seakan akan waktu telah berhenti saat Gu Kael berbicara dengan nada mengancam.
...****************...
"Lihatlah Nyonya Ming, Tuan Gu benar benar datang"
Ming Qiao menoleh ke belakang, benar saja Gu Yi terlihat mendekat ke arah Ming Qiao berdiri, secara tidak sengaja manik coklat muda milik Ming Qiao melihat ke arah dasi Gu Yi yang entah kenapa menarik perhatian nya.
"Aku tinggal dulu ya, sampai jumpa" wanita wanita kenalan Ming Qiao terlihat menjauh dari Ming Qiao, memberikan ruang bagi Ming Qiao dan Gu Yi.
"Kamu di sini? Dengan siapa?" Gu Yi memancing Ming Qiao untuk berbicara, dengar dengar Ming Xiao tidak ingin masuk di silsilah keluarga Gu.
"Aku ke sini bersama anak ku, Ming Xia. Entah kemana Ming Xia sekarang" Ming Qiao menjalan mendekat ke arah Gu Yi.
"Benarkah?" senyum Gu Yi sangat indah.
Ming Qiao berdiri di samping Gu Yi dengan senyuman menawan, mengabaikan banyak pasang mata yang menatap ke arahnya, walaupun Ming Qiao ini tipikal mommy mommy kalem tapi sekalinya marah habis rata.
"Benar, ayo aku antarkan kamu bertemu dengan nya"
"Kenapa tidak bersamamu?"
"Dia tipikal orang yang malas di kerumunan, jadi jangan salah sangka"
Mereka berdua berjalan beriringan menuju ke tempat Ming Xia dengan ketiga anak Gu, tanpa disadari seseorang menatap mereka berdua sangat benci.
...****************...
__ADS_1
"Kamu tidak takut?"
"Tidak, selagi kalian manusia"
Pertanyaan nyeleneh di tunjukan kepada Ming Xia, dan Ming Xia sendiri menjawab dengan senang hati.
Pandangan Ming Xia masih terfokus pada seorang wanita yang mengenakan dress putih, entah kenapa Ming Xia merasa kan aneh tenang firasat nya.
"Apa yang kamu lihat, seolah olah matamu akan menguliti orang itu" Gu Kael bersandar pada kursi tamu.
Ming Xia tidak membalas, hanya berdiam diri disertai tatapan tidak senang.
"Barang itu masih ada di keluarga mu?" Ming Xia ingat, barang itu tertukar 4 tahun lalu dan Ming Xia ingin mengambil nya.
Barang yang sangat berharga dari apapun, barang bukti semua kejahatan keluarga Qin selama beberapa tahun, tidak ada yang bisa membuka flashdisk yang di jaga oleh sandi.
"Barang apa?"
"Flashdisk"
"Kalau tidak, kenapa?"
"Yasudah, padahal kalau barang itu ada kamu bisa memakainya" Ming Xia enggan membahas lebih jauh.
"Maksud mu?" Gu Chuan tertarik pada pembicaraan ini.
Bahu Ming Xia bergerak menandakan tidak tau, akhirnya mereka berempat terdiam selama beberapa menit hingga Ming Xia menerima sebuah panggilan di ponselnya.
"Iya? Aku tidak tau" tangan Ming Xia mengambil ponsel di tasnya lalu menekan tombol hijau dengan tenang.
"Sungguh? Jangan terlalu gegabah, aku tidak ingin rencanaku gagal total" Pandangan Ming Xia menyapu seluruh ruangan, mencari cari CCTV yang terpasang di pojok ruangan.
"Ada, kamu cari saja. Terlalu ramai di sini"
Gu Chuan sedikit memahami bahasa Ming Xia, Gu Yi biasanya memakai tutur kata seperti Ming Xia saat Gu Yi melakukan misi yang hanya diketahui oleh tetua Gu.
"Aku melihatnya, sekitar lima belas menit yang lalu? Benar" kerutan samar Ming Xia berikan.
"Aku tutup, ku kabari nanti" Ming Xia melihat Ming Qiao dan Gu Yi yang berjalan ke arah nya.
__ADS_1