Menjadi Nyonya Muda Pertama

Menjadi Nyonya Muda Pertama
Acara Tuan Wang


__ADS_3

Suara Musik terdengar di seluruh penjuru ruangan, dentuman kencang lumayan membuat siapapun yang mendengarnya merasa tidak nyaman, lampu yang menghiasi menambah kesan mewah pada pesta malam ini.


Mengenakan dress berbalut warna merah maroon yang menambah kesan elegan pada orang yang memakainya, dengan ditambah beberapa hiasan yang berkilau akibat pantulan cahaya lampu menambah satu kesan cantik.


"Kamu harus murah senyum, mama mungkin tidak bisa nemenin kamu terus kenalan mama disini banyak, kamu harus hati hati" Ming Qiao mengusap lengan Ming Xia yang melingkar di tangan Ming Qiao, berjalan perlahan membelah orang orang.


"Tidak mungkin, mama juga harus hati hati" Ming Xia sangat berterima kasih kepada Ming Qiao, mereka berdua berhenti di pojok ruangan.


"Aku tau, kamu juga harus berhati hati, mama tinggal ya bye bye" Ming Qiao tersenyum manis pada Ming Xia, sebelum melangkah pergi Ming Qiao mencium Ming Xia di pipinya lalu melenggang ke arah teman teman nya berkumpul.


Hampir saja jantung Ming Xia lepas akibat perlakuan Ming Qiao, dalam hati Ming Xia 'Aku harus tetap dingin tidak tersentuh' harus.


Senyuman tipis Ming Xia terlihat, akhirnya Ming Xia duduk santai pada meja dan kursi yang ada di pojok ruangan, pandangan nya melihat ke seluruh ruangan.


"Ming Xia!" seru seseorang yang mendekat ke arah Ming Xia, saat itu juga hati Ming Xia sedikit takut.


Takut jika seseorang mengetahui identitas nya selain saudara dan mama, lalu secara terpaksa Ming Xia menoleh ke sumber suara, mata coklat muda itu menangkap seorang wanita dengan balutan dress hitam. Mei Lin!!


Tatapan berbinar dari Ming Xia dapat dilihat oleh Mei Lin, lihatlah gadis ini seperti anak kecil yang baru saja bertemu dengan ibunya.


Mei Lin melangkah sedikit cepat, saat berjalan ke arah Ming Xia, Mei Lin di sapa oleh beberapa kenalan nya. Sesampainya di sana, Mei Lin bertepuk pelan, rasa bangga muncul dalam hatinya.


"Aku baru tau kalau kamu akan datang di saat acara seperti ini, kalau aku ingat kamu paling benci acara seperti ini" senyum ejekan muncul kembali.


"Aku terpaksa, sudahlah temani aku disini" tangan Ming Xia mengambil beberapa cemilan yang ada di atas meja, dengan santainya Ming Xia memakan secara anggun.


"Memang Seharusnya kamu ikut, siapa tau kamu bertemu dengan calon ayah baru mu?" Mei Lin memancing omongan.


"Aku baru saja bertemu dengan nya, kenapa harus lagi?" lirikan sinis di dapat Mei Lin.


"Kapan? kamu baru saja tiba kemarin?" merasa tertantang, Mei Lin terus memancing Ming Xia.


"Tadi pagi, hanya sekedar mengingatkan" jawaban santai membuat Mei Lin merasa ada yang janggal.

__ADS_1


Melihat keheranan Mei Lin, Ming Xia tersenyum kecil.


"Iya terserah padamu saja, omong omong bagaimana kabar Jake?"


"Baik seperti biasanya" pandangan Ming Xia tertuju pada seorang wanita yang menurutnya tidak asing, tapi Ming Xia tidak bisa mengenalinya.


Wanita itu menggunakan dress putih, rambutnya di gerai gelombang indah lalu di wajahnya sedikit di hiasi dengan warna warna natural. Bukan itu yang dicari, melainkan tanda lahir berbentuk petir di dadanya.


"Dia Qin Suiyin" Mei Lin memberitahukan Ming Xia tentang gadis yang dilihatnya.


Qin Suiyin? Pantas saja Ming Xia merasa tidak asing dengan tanda petir di dadanya, ternyata dia keturunan Qin.


"Dia lumayan terkenal, mungkin karena faktor keluarga nya laku dengan Suiyin sendiri yang sangat baik hati dan murah senyum" Ming Xia mendecih sinis kala mendengar kata baik hati, rasanya Ming Xia ingin tertawa saja.


"Lalu, rumornya Qin Suiyin akan di jodohkan dengan Gu Zhi, anak kedua dari Gu Yi adek mu" mendengar kata adek Ming Xia melotot tidak senang.


Ming Xia memilih mengabaikan omong kosong Mei Lin, dipikiran nya saat ini Ming Xia hanya ingin melihat keluarga Qin hancur sehancur hancur nya.


...****************...


"Memangnya kenapa?" Gu Yi menaikkan satu alis, kedua anak nya ini selalu menanyakan pertanyaan yang sama sedari tadi.


"Papa ada janji?"


"Ingin menumpang nama?"


"Atau mungkin, di sana ada Nyonya Ming Qiao?" pertanyaan terakhir yang di katakan Gu Chuan, membuat Gu Yi terhenti.


Dari sini ketiga anak Gu bisa menyimpulkan.


"Papa ingat kamu sudah tidak muda lagi" Gu Zhi memutar matanya kesal.


"Memangnya kenapa? Papa yang tua saja masih bisa mencari jodoh, sedangkan kalian tidak bisa" perkataan Gu Yi membuat Gu Zhi cemberut kesal.

__ADS_1


Pertengkaran singkat ini dapat mengandung arti keharmonisan dari keluarga Gu, tidak jarang keluarga Gu membuat banyak mata yang melihat nya. Selain dari keturunan yang sangat tampan dan kekayaan yang melimpah, kata baik hati juga terkandung di dalam.


Tidak terasa mereka berempat telah tiba di ruangan aula acara, pandangan mereka menangkap banyak orang orang kaya yang ada di sana sedang berkumpul satu sama lain.


"Papa aku tidak melihat Nyonya Ming" Gu Kael mengedarkan pandangan nya, mencari cari ibu barunya.


"Itu di sana" seolah tau Gu Chuan melihat dimana ibu barunya berada, sedang di kelilingi okeh wanita wanita kenalan nya.


Gu Yi melirik ke arah Gu Chuan "Di arah jam 2 pa"


Bukan, bukan Ming Qiao yang dilihat Gu Yi melainkan seorang wanita yang menemuinya dk kantornya tadi pagi!


'Kenapa wanita itu bisa ada di sana? Jadi benar wanita itu anak dari Ming Qiao?' batinya berkecamuk dengan isi pikiran nya.


"Apa yang papa lihat?" Gu Zhi memandang ke arah sudut pandang Gu Yi, tapi Gu Zhi tidak menemukan apapun.


Seketika arah pandang Gu Chuan dan Gu Kael juga terlihat sedang mengamati arah pandang Gu Yi, Gu Chuan melihat wanita wanita muda yang memang sering berkumpul di pojok ruangan, tidak ada yang salah.


"Wanita itu, tadi pagi menemui ku" mata Gu Yi seketika meredup, membayangkan pertama kali mereka berdua bertemu.


"Mei Lin?" Gu Kael lumayan kenal dengan Mei Lin.


"Bukan, wanita yang di sampingnya dress merah maroon" ke empat mata abu abu itu langsung tertuju ke arah wanita yang tengah mengambil m


beberapa cemilan di meja, matanya terus terfokus pada makanan.


Hingga, mereka berempat melihat Mei Lin memukul wanita itu sedikit keras.


"Siapa dia?"


"Ming Xia"


Ketiga anak Gu Yi sedikit terkejut, namun ketiganya berpikir mungkin itu hanya sedikit candaan atau wanita itu memiliki marga yang sama dengan Ming Qiao.

__ADS_1


"Dia anak dari Ming Qiao, orang yang tetua cari cari orang yang akan menjadi kakak bagi kalian" nafas Gu Zhi tercekat, entah kenapa dadanya sedikit sakit mendengar nya.


__ADS_2