
"Kalian sudah punya pasangan?" Hao Yu memperhatikan Mei Lin dan Ming Xia secara bergantian, memancing pertanyaan ini.
"Tidak, aku terlalu sibuk dengan pekerjaan. Kalau Ming Xia kalian sudah pasti tau kan?" senyum misterius di tunjukan, alis pun ikut terangkat seolah olah sedang menggoda Ming Xia.
Ming Xia hanya melirik malas, entah kenapa tubuhnya terlalu lemas sekarang, untuk bicara saja sangat berat, tapi apalah daya pikiran berkata jangan mempermasalahkan, abaikan saja.
"Ming Xia ini tipikal pendiam ya? Jauh lebih pendiam daripada Haku, Ace dan Ling Yue" merasakan tanda bahaya, Ming Xia menoleh ke arah Ling Yue di samping kanan.
Ling Yue hanya diam, tidak ingin mempermasalahkan.
"Kalian tidak mempunyai orang yang disukai?" Hyun Jin maju memperlihatkan wajahnya.
"Entah, aku tidak terlalu memikirkan" Mei Lin mengangkat bahu acuh tidak acuh.
Anak muda jaman sekarang hanya tau uang, untuk masalah percintaan tidak terlalu memikirkan kecuali anak itu ingin nikah muda, atau dijodohkan. Beberapa anak memilih mengejar ke Perguruan tinggi, dan mencapai cita cita.
"Kenapa? Padahal banyak perempuan yang ingin mendapatkan pacar idaman" Hao Yu melihat ke arah Ace yang tampak gugup?
"Terlalu malang untuk ukuran Mei Lin" Ming Xia menjawab.
Lantas semua melihat ke arah Ming Xia, Mei Lin melotot tidak terima sedangkan Ming Xia hanya diam sambil tersenyum mengejek, konyol.
"Seharusnya yang di pertanyakan itu kamu, atau jangan jangan kamu mempunyai kelainan?" nada selidik Mei Lin berikan pada Ming Xia, melotot horor.
"Konyol, singkirkan otak mu" marah marah Ming Xia.
"Aku tidak pernah melihatmu bersama laki laki, hanya ada perempuan itu tandanya k-" telunjuk Mei Lin berikan, bayangan Ming Xia melakukan hal itu terpampang jelas di pikiran nya.
"Sial, otak mu memang tidak beres. Enyahlah" Ming Xia hendak bangkit menerjang Mei Lin, namun sesuatu menahannya.
Ming Xia menoleh, mendapati Ling Yue dengan tangan tertaut di lengan.
'Sial, dia berani memegang ku?' sedikit tidak terima.
Haku tersenyum tipis, kedekatan mereka berdua sedari tadi tidak luput dari pandangan nya, Ming Xia yang selalu menganggap Haku ade nya, karena Haku tidak memiliki siapa siapa lagi selain mereka yang ada di sini.
__ADS_1
Ming Xia tau kalau Haku merindukan nya, insting dari seorang kakak mengatakan untuk memeluknya "Jangan tersenyum, kau terlihat lebih jelek"
Secara perlahan tangan Ling Yue terlepas, Haku menoleh ke arah Ming Xia dan langsung mendapatkan serangan secara tidak langsung. Sebuah pelukan hangat yang menenangkan.
Haku tidak berkutik, dan mereka semua juga tidak bisa berkutik memandang interaksi yang sudah lama tidak terlihat. Selang beberapa waktu pelukan itu terjadi, dan digagalkan oleh suara Mei Lin.
"Aku juga ingin" Mei Lin merentangkan tangan, menangkap angin tidak terlihat.
"Kau mabuk, ayo kita pulang" sebelum melepaskan pelukan, tangan itu sedikit menepuk punggung Haku dan bangkit dari kursi menuju Mei Lin.
"Kalau tidak kuat seharusnya tidak usah minum, lagian masih sore" Hyun Jin melihat ke arah Mei Lin.
"Terlalu keras kepala" Ming Xia membantu Mei Lin berdiri tapi saat di tengah tengah, ia baru teringat sesuatu.
Di liriknya jam tangan, lalu menepuk pelan kening nya "Ada apa?" Haku merasa aneh.
"Tuhan, aku lupa. Aku ada acara makan malam bersama keluarga Gu, oh Ace antarkan dia pulang" Ming Xia meletakkan kembali Mei Lin di kursi, menepuk pundak Ace.
"Tidak, aku sibuk" tangan itu di cekal.
"Sial, tidak usah berpura-pura. Aku tau semuanya, antarkan dia sebelum aku menelpon Andra" tangan itu terlepas tapi di cemal kembali, Ming Xia melirik malas ke arah Ace.
"Terserah, aku pulang. Terimakasih traktiran nya, Ling Yue" Ming Xia melihat Ling Yue sebentar, sebelum langkah kaki panjang itu berlari.
Mereka semua melihat punggung Ming Xia menjauh dan tertutup pintu, setelah itu melihat satu sama lain bertanya, tapi yang terpenting mereka telah menjalankan sesuai rencana.
"Kita pulang" Ling Yue bangkit, diikuti mereka, dengan Ace yang merangkul Mei Lin sisanya di belakang.
...****************...
Di ruang makan keluarga Gu sudah terlihat ramai, hanya ada beberapa orang yang masih belum datang, kemungkinan orang itu yang sering terlambat.
"Dimana Ming Xia?" Gu Yi berbisik pada Ming Qiao.
"Masih belum datang, biasanya anak itu tidak terlalu suka dengan acara seperti ini" Ming Qiao membalas berbisik.
__ADS_1
"Coba kamu telfon kak Ming" Gu Zhi berbicara pada Gu Kael di disisinya.
"Ponsel ku tertinggal di kamar" Gu Kael menatap melas ke arah Gu Zhi.
Sudah beberapa menit mereka menunggu di meja makan, orang orang yang belum terlihat kini terlihat, duduk di bangku masing masing sesuai urutan keluarga.
Ming Xia datang, ternyata Ming Xia sedari tadi di sibukkan dengan baju dress yang ingin ia pakai, karena ada aturan khusus yang mengharuskan wanita di keluarga Gu mengenakan dress.
"Kakak terlambat" Gu Chuan berbisik di telinga Ming Xia, Ming Xia hanya bisa mengangguk.
"Aku bingung ingin memakai dress apa, aku lupa kalau ada acara makan malam" Ming Xia sedikit berbisik.
"Lain kali pakai kalender pengingat" Gu Yi tersenyum tipis menyadari kecerobohan Ming Xia.
"Percuma, pa" meringis pelan menghadapi kebodohan nya.
Malam Ini keluarga besar Gu makan dengan tenang, diselingi pertanyaan pertanyaan yang membuat keluarga Gu makin humoris, siapa saja yang mendengar mungkin akan terkesan!
...****************...
Haku tersenyum melihat kotak yang diberikan Ming Xia, jam tangan yang sangat ia inginkan inginkan berada di tangan nya dalam beberapa detik saja. Bukan hanya itu, rumah dan mobil di dapatkan Haku begitu mudahnya!
Kakak mungkin belum bisa memberikan yang terbaik buat kamu, tapi kakak hanya bisa memberikan ini kepadamu apalagi kakak menitipkan ini pada Mei Lin. Berhati hatilah saat menggunakan, kakak akan sering menemuimu.
Tertanda Ming Xia.
"Apa ini? Kenapa kakak mengirimkan ini untukku?"
"Dia merasa bersalah mengingat kejadian dulu, kalau di lihat sebenarnya Ming Xia ingin memberikan langsung kepadamu, tapi Ming Xia waktu ini sedang di sibukkan dengan acara keluarga Gu" melihat senyuman Mei Lin membuat hati Haku tidak nyaman.
"Terimakasih banyak, kakak bilang saja kalau barang barang ini tidak perlu. Aku bisa mendapatkan nya sendiri" penolakan Haku sudah di sadari sedari awal.
"Tidak apa, ini perintah Ming Xia. Kalau kamu tidak mau kembalikan sendiri ya, sampai jumpa" Mei Lin melambaikan tangan menjauh dari Haku.
Haku terus memandang tulisan tangan Ming Xia yang terlihat cantik "Kakak ternyata masih mengingat ku ya?"
__ADS_1
Bertepatan dengan itu, Haku menerima pesan dari nomor yang tidak di kenal.
@Xianmg [ Terima itu, aku tidak suka penolakan. Jangan tidur terlalu malam ya ]