Menjadi Nyonya Muda Pertama

Menjadi Nyonya Muda Pertama
Terungkap Isi Flashdisk Ming Xia


__ADS_3

"Kalaupun aku mempunyai sugar daddy, aku akan meminta bayaran sejumlah mas kawin" Ming Xia meracau tidak jelas, mungkin ini efek alkohol.


"Apa bedanya dengan ku? Kamu saja murahan!" Qin Suiyin ingin sekali menghancurkan wajahnya cantik Ming Xia, rasa iri dan dendam telah memenuhi hati Qin Suiyin.


"Jelas aku beda, kamu merencanakan hal buruk kepada Nyonya Ming dan aku, tapi aku melakukan dengan susah payah sendirian untuk menghancurkan kalian!!!" kali ini Ming Xia tidak dapat kemarahan, semua perasaan yang ia pendam selama beberapa tahun belakangan ini keluar begitu saja.


"Kamu mengatakan aku jahat, tapi kamu jauh lebih jahat!!" Qin Suiyin masih terus menyerang Ming Xia secara verbal.


Ming Xia tertawa sinis "Aku jahat karena lingkungan ku, sedangkan kamu? Kamu iri dengan kehidupan ku kan? Mempunyai banyak harta, keluarga harmonis dan wajahnya cantik"


"Kamu melakukan segalanya dari semasa kita sekolah, kuliah bahkan sekarang! Aku tau semuanya, tapi aku lebih tau kalau kalian berdua selingkuh saat aku memasuki bangku sekolah SMA!"


Satu ruangan hening, fakta baru terbuka sedikit demi sedikit.


"Tidak mungkin! Kau membual, SIALAN!!" Nyonya Qin berusaha membuat pertahanan, menolak bantahan secara terang terangan.


"Apanya yang sialan hah? Memasuki rumah Nyonya Ming dengan Frengky di saat Nyonya Ming tidak ada, mengambil beberapa berkas perusahaan Nyonya Ming-"


"CUKUP!!" Qin Suiyin berteriak kalang kabut.


"Mengambil harta Nyonya Ming, emas, kartu atm bahkan ingin mengambil surat tanah milik keluarga Ming. KAU PIKIR AKU BODOH HAH!!"


PLAK!


Entah sejak kapan Ming Xia telah maju di hadapan Nyonya Qin lalu menampar keras Nyonya Qin, mengabaikan banyak mata yang melihat, kalian ini Ming Xia hanya ingin mengeluarkan semuanya.


Ming Qiao tertegun, kenapa fakta fakta ini baru ia ketahui saat ini, kemana dirinya selama ini? Apa yang sudah dilalui Ming Xia? Bagaimana keadaan Ming Xia selama itu?


Air mata Ming Qiao menetes, tangan yang menggenggam lengan Gu Yi semakin di tekan, dadanya sangat sesak, matanya memburam.


"Tenang, kita selesaikan nanti di rumah" Gu Yi memeluk tubuh rapuh Ming Qiao, memberi kehangatan.


Gu Chuan maju mengambil Ming Xia, menarik ke belakang cepat, mengabaikan protesan Ming Xia saat di tarik.

__ADS_1


"Memangnya kenapa? Kamu baru tau?" Qin Suiyin ini tipikal tidak tau malu mencapai tingkat maksimal, bahkan lebih selebihnya.


"Tidak, memang nya apa yang harus aku perbuat? Selain merencanakan kematian kalian" air mata Ming Xia mulai turun sedikit demi sedikit, Gu Chuan tau itu, dari belakang Gu Chuan mengusap bahu Ming Xia pelan.


"Kamu tidak akan bisa" wajah Nyonya Qin kembali normal, apapun itu anak yang baru itu tidak bisa mengubah hidupnya.


"Kata siapa? Aku bisa, kalau kalian tidak bisa merasakannya, generasi kalian yang akan mengalami nya" ini bukan sebuah ucapan biasa, ini adalah janji Ming Xia pada Ming Qiao, membunuh siapapun generasi keluarga Qin.


Gu Yi memerintahkan bawahan keluarga Gu untuk membawa keluar dia wanita Qin itu, membawa tubuh Ming Qiao yang entah sejak kapan tertidur di pelukan Gu Yi.


"Bawa mereka keluar, dan hapus kerja sama keluarga Qin"


kedua wanita Qin itu berteriak marah saat tubuh mereka di tarik paksa untuk keluar, di tambah lagi saat di luar mereka di lempar begitu saja di susul orang orang yang mereka bawa.


"Maaf, kakak harus beristirahat" Gu Chuan membalikkan tubuh Ming Xia ke arahnya, menancapkan sebuah jarum di lengan kiri Ming Xia yang ternyata obat tidur.


"Kamu-" hanya itu yang bisa Ming Xia katakan, pandangan nya memburam seiring berjalannya waktu, tubuh lemas tidak bertenaga dan berakhir pandangnya menghitam.


'Aku akan menjaga kalian berdua, tenang saja'


Mata biru laut itu terbuka seiring nya waktu, pandangan menangkap cahaya bersinar terang, ruangan coklat tua disertai parfum laki laki yang sangat menyengat.


Kerutan tercetak jelas di kening Ming Xia 'Dimana ini? Kenapa aku tidak ingat apa pun?'


"Sudah bangun? Minum dulu" seorang pria memberinya segelas air minum, merasa sangat familiar dengan suara Ming Xia lantas menoleh.


Zonk, Mung Xia hanya bisa melihat buram di kumpulan cahaya, tangan Ming Xia memegang kepalanya berdenyut nyeri.


Ming Xia juga mengambil segelas air, meminum nya perlahan, di tengah tengah kegiatan Ming Xia, Ming Xia ingat suara tadi. Arlo Gu!!


"Uhuk" Gu Zhi yang berada di sebelah Ming Xia mengambil cepat gelas Ming Xia lalu memeluk pelan punggung Ming Xia.


"Santai saja" Gu Li!!

__ADS_1


"Hah, apa ini?" pikiran Ming Xia tertuju pada beberapa jam yang lalu, kejadian pertengkaran di hadapan keluarga Gu.


"Tidak ada, aku hanya ingin mengambil kembali barang itu" Arlo Gu meneliti setiap perubahan wajah Ming Xia.


Ming Xia tau kebusukan orang kaya, mengambil kacamata yang ia pakai lalu melepaskan dengan perlahan lahan 'Apa yang dia lakukan?'


Ternyata di balik ganggang kacamata Ming Xia, terdapat sebuah kotak kecil berwarna hitam yang dia yakini adalah flashdisk milik keluarga Gu dulu, mengambil dan menaruh di atas meja.


"Kenapa jadi seperti ini?" Gu Chen juga mengambil flashdisk biru milik Ming Xia, meletakkan nya di tas meja.


"Keluarga Qin berencana mengambilnya, mau tidak mau aku ubah. Padahal flashdisk ku jauh lebih berharga" nada menyesal tersirat dalam perkataan Ming Xia.


"Kamu melihat isi flashdisk nya?" Gu Li bertanya.


"Bagaimana aku bisa memindahkan flashdisk itu kalau aku tidak melihat nya? Yang benar saja" tidak paham apa yang ada di pikiran mereka semua, Ming Xia hanya bisa pasrah.


"Kenapa flashdisk mu tidak bisa dibuka?"


"Karena flashdisk ku itu sangat penting, kalau flashdisk itu diberikan di polisi, orang yang memberikan nya akan mendapatkan uang banyak dan kalau orang itu polisi mungkin orang itu akan naik pangkat"


"Apa isinya?"


"Sebuah dokumen yang mencangkup semua kejahatan keluarga Qin, di tahun sebelumnya bahkan sampai di tahun ini"


"Bisa begitu?"


"Jelas, video dalam flashdisk itu akan terus berkumpul sesuai apa yang dilakukan keluarga Qin, jadi bukanlah itu sangat penting?"


"Bagaimana bisa kamu melakukan nya?" Arlo Gu tidak habis pikir, rencana apa saja yang dilakukan Ming Xia untuk membuat flashdisk tersebut.


"Bisa, kalau ada tujuan semua pasti bisa"


Ming Xia malas membeberkan semuanya, ia hanya ingin tujuan nya tercapai melihat keluarga Qin sengsara itu tujuan nya. Hingga pintu coklat itu terbuka menampilkan Gu Yi yang baru saja masuk.

__ADS_1


"Kalian memulai nya tanpa ku ya?"


"Sebenarnya apa tujuan kalian? Aku masih ada urusan" Ming Xia mengedarkan pandangan menyapu seluruh ruangan, memikirkan banyak kejadian aneh di dalam ruangan ini.


__ADS_2