Menjadi Nyonya Muda Pertama

Menjadi Nyonya Muda Pertama
Persiapan Untuk Acara


__ADS_3

Ming Xia melangkah menjauh dari perusahaan Gu Yi, tujuan nya kali ini adalah rumah mamanya, sudah cukup bermain petak umpet di kalangan musuhnya. Ming Xia ingin membalas semua perbuatan mereka beberapa tahun lalu, tidak peduli lagi apa yang mereka pikirkan.


Perjalanan terasa sangat cepat, Ming Xia hanya berdiam diri ditemani lagu lagu sedih, senyuman jahat Ming Xia terukir di bibir tipis pink chery.


"Permainan akan segera dimulai, aku tunggu kehancuran mu Qin"


Mobil sport putih melaju cepat, membelah jalanan yang ramai, sepanjang jalan orang orang yang berada di trotoar melihat ke arah mobil sport putih itu melaju secara anggun.


Apa yang ada dalam pikiran orang orang adalah siapa pengguna mobil sport putih itu, karena mobil itu sangat terkenal akan harganya yang fantastis hanya ada beberapa di dunia.


"Hei, lihatlah mobil itu"


"Wah, mobil itu. Mobil mahal, aku sangat menginginkan nya"


"Benar, siapa ya kira kira yang memilikinya"


"Aku berfikir itu salah satu milik Keluarga Gu, atau tidak keluarga Qin. Kalian tau kedua keluarga itu sangat kaya"


"Benar, aku ingin melihat nya"


Ponsel Ming Xia bergetar, kontak nama "mama Ming" terlihat, tangan nya bergerak cepat meraih earphone di dashboard mobil lalu memakainya.


"Halo, kamu ada dimana sekarang?"


"Iya ma, aku di Wenzhou sedang menuju ke rumah mama. Ada apa?"


"Kamu disini? Kenapa terburu buru"


"Tidak apa, aku tidak enak kalau aku tidak bisa menghadiri pernikahan mama"


"Astaga, aku kira ada apa. Mama hanya ingin pesan kalau nanti sore keluarga Wang mengundang mama untuk datang ke acara peresmian cabang perusahaannya, dan kamu harus menemani mama"


Dalam hati Ming Xia merutuki kebodohan yang di perbuat, seharusnya ia tadi tidak mengatakan kalau ia sudah berada di Wenzhou, berbohong sedikit mungkin tidak apa bukan?


"Baiklah, aku akan mencari pakaian laku aku akan menjemput mama" tarik nafas lalu buang, hanya itu yang bisa Ming Xia lakukan.

__ADS_1


Berkumpul dengan orang orang munafik terlalu membutuhkan banyak energi, apalagi jika energi itu terbuang sia sia, mengingat bagaimana ramainya acara nanti Ming Xia murung seketika.


"Mama tunggu, ingat pukul 4 tepat, jangan lebih"


"Iya, aku tau"


Ming Qiao menutup panggilan secara sepihak, mengabaikan protestan Ming Xia yang ingin dikeluarkan begitu saja.


Tangan lentik Ming Xia mengambil ponsel, lalu mengetikkan pesan yang dikirim untuk Mei Lin.


Aku ingin mengajakmu, ini tentang pakaian untuk acara resmi.


"Kalau begini terus, hidupku tidak akan bisa tenang" suara ketukan setir terdengar, Ming Xia sangat tidak bisa melakukan hal hal yang mengandung acara acara resmi.


Dan benar saja, beberapa hari ke depan Ming Xia tidak akan bisa merasakan kebebasan dunia lagi, mengingat Ming Xia akan menjadi anggota keluarga Gu yang sangat sangat disiplin.


...****************...


Dua puluh lima menit Ming Xia habiskan untuk memilih milih baju di butik Mei Lin, Mei Lin merekomendasikan Ming Xia untuk datang ke butiknya. Butik ini memiliki banyak baju baju mahal dan langka, hanya ada beberapa yang stok pada setiap model.


Bukan Ming Xia yang memilih, melainkan Mei Lin yang sedari tadi mondar mandir bersama pegawainya.


Mata Ming Xia berkedut, ada beberapa dress yang berwarna putih dan hitam, hanya ada dua warna karena Mei Lin tau kalau saudaranya ini tidak menginginkan warna selain putih dan hitam.


"Aku hanya butuh satu, kenapa kau memberikan ku tujuh?" tanda penolakan di tunjukan Ming Xia.


"Tidak apa, aku akan memberikan mu beberapa dress untuk acara acara ke depan. Kamu tau mungkin hari ke depan ada beberapa acara penting" senyum indah Mei Lin terlihat, menurut orang orang senyum ini terlihat bahagia namun dinata Ming Xia senyum ini senyum ejekan.


"Baik, aku akan membayarnya" Ming Xia meraih tas selempang berwarna hitam dengan tali rantai emas, mengambil dompet yang berisi beberapa surat dan kartu kartu penting lalu matanya tertuju pada Black card.


Menyerahkan ke arah petugas yang sedari berdiri di samping Mei Lin "Ingat aku masih membutuhkan mu Mei"


"Tidak masalah, ambil ini dan bungkus semuanya, ingat jangan sampai tertukar atau lecet sedikitpun" Mei Lin menepuk pindah petugas pelan, mengangguk memberi tanda bahwa dia boleh pergi.


"Kamu terlalu berlebihan"

__ADS_1


"Yeah, sedikit protektif terhadap saudara apa salah?"


"Otakmu yang bersamalah"


Dua orang dengan jenis kelamin yang sama ini sering kali bertengkar, jika tidak bertengkar mungkin mereka berdua akan mati begitu saja. Bagi yang dekat dengan mereka berdua mungkin sudah terbiasa, tapi bagi orang yang belum dekat itu akan terdengar sedikit kasar dan jahat.


Prinsip Ming Xia hanya satu 'Aku tidak peduli apa pandangan mu terhadap ku, aku melihat diriku sendiri dari sudut pandang ku bukan sudut pandang mu'.


"Sepertinya aku juga akan berada di acara Tuan Wang, kemarin aku di undang oleh istrinya"


"Lalu?" sebagai jawaban Ming Xia bertanya dengan alis terangkat.


Pukulan pelan mendarat di pundak kanan Ming Xia, pelakunya hanya cemberut kesal "Kau ini, aku memberitahumu siapa tau kamu tidak ada yang bisa di ajak ngobrol, ada aku di sana"


"Siapa tau juga, kenalan mu ada di sana lalu kau meninggalkan ku, itu sama saja" tangan yang berada di pundak Ming Xia dihempaskan kasar, Ming Xia tersenyum paksa.


"Aku mana mungkin begitu, tergantung sih"


Mei Lin tertawa meledek, Ming Xia berdiam diri tanpa memperdulikan Mei Lin lagi, matanya berfokus pada petugas yang masih belum kembali kembali. Ming Xia sedikit gelisah, saat jarum jam mengarahkan ke arah pukul 2 siang.


"Mei, ayolah kamu tidak lihat sekarang jam berapa?"


"Oh astaga aku baru ingat"


...****************...


Ming Qiao sedang melihat dress yang digunakan nya, pada saat ini Ming Qiao memilih dress berwarna hitam dengan beberapa manik manik berwarna emas, wajah awet muda nya terlihat sangat pas dengan pakainya.


"Mama, aku datang" Ming Xia berseru semangat, suara high heels memenuhi ruangan Ming Qiao, sesaat Ming Qiao menoleh ke arah pintu.


Ming Qiao melihat Ming Xia dengan pandangan terkejut, kini Ming Xia menggunakan dress berwarna merah maroon rambut yang di sanggul indah disertai poni yang menjuntai tanpa arah terlihat sangat cantik.


Poni berwarna ungu, dan kacamata emas sangat kontras pada Ming Xia.


Merasa janggal, Ming Xia mempercepat langkah nya lalu memeluk Ming Qiao "Ada apa? Kenapa mama melihat ku seperti itu?"

__ADS_1


"Tidak, hanya saja kamu terlihat sangat cantik"


Pertemuan sekian lama orang tua dan anak itu memang singkat, namun sangat berarti.


__ADS_2