Menjadi Nyonya Muda Pertama

Menjadi Nyonya Muda Pertama
Kesialan Yang Terus Terjadi


__ADS_3

"Ming Xia!" terkejut akan teriakan yang begitu menarik perhatian banyak orang, Ming Xia menoleh ke arah Ming Qiao dan Gu Yi yang berjalan ke arah mereka berempat.


Perasaan makin tidak mengenakkan Ming Xia rasakan, seolah olah besok Ming Xia tidak bisa menemukan udara segar. Nafas nya sedikit tercekat, berpikir bahwa waktu akan cepat berlalu.


Tangan Ming Qiao mengendur dari lengan Gu Yi, berjalan sedikit cepat ke arah Ming Xia lalu duduk di kursi kosong yang awalnya di duduki oleh Mei Lin.


"Mama mencari mu, ternyata kamu sedang bersama ade ade mu ya" senyum Ming Qiao sangat membuat seseorang bisa salah tingkah.


"Ehmm" Ming Xia mengulum bibirnya sambil tersenyum paksa, bingung ingin menjelaskan kepada Ming Qiao darimana.


Gu Yi mengambil kursi kosong di sebelah kirinya lalu diletakkan pada samping Ming Qiao, mau tidak mau kursi Ming Xia sedikit bergeser berdekatan dengan kursi milik Gu Chuan.


Ming Xia sejujurnya sedikit panik, Mung Xia ingat tadi lagi Ming Xia mengancam Gu Yi secara terang terangan.


"Qiao, aku ingin mengajakmu makan malam besok, dua hari lagi kita akan menikah bukan?" entah kenapa senyum Gu Yi kali ini sangat menjengkelkan, Ming Xia merasa senyum Gu Yi di tunjukan kepadanya!


'Dua hari?!! Kenapa mama tidak memberitahu ku?!!' dalam hati Ming Xia menjerit, tidak terima.


Gu zhi tersenyum geli "Nyonya Ming, apakah kamu tidak memberi tahu kepada Nyonya Muda Ming tentang pernikahan mu dengan Tuan Gu dua hari lagi?"


"Mana mungkin, jangan bilang kamu tidak membuka pesan yang dikirim oleh mama kemarin?" tatapan selidik Ming Xia dapatkan.


"Aku melihat nya, sungguh. Hanya sedikit terkejut ahemm" payah, Ming Xia selalu payah dalam upaya menutupi kebohongan yang ia buat.


Entah kenapa, Gu Kael melihat pemandangan ini sangat menarik bahkan Gu Kael sedikit tersenyum.


"Aku tau kau membohongi ku" nada ketus Ming Qiao berhasil membuat jiwa Ming Xia tidak tenang, berharap Ming Qiao tidak melakukan apapun di luar kendalinya.


"Mana mungkin, aku tidak berani melakukan itu" Ming Xia berusaha menjaga martabatnya.


sebenarnya hati Ming Xia berkata lain, bahkan hati Ming Xia mengumpat kesal, sangat kesal 'Kalau begini, lebih baik aku tidak ikut sialan'


"Sangat menyenangkan bukan?" Gu Yi mengambil gelas berisi anggur merah, mengarahkan ke arah Ming Xia dan Ming Qiao.

__ADS_1


Mau tidak mau Ming Xia bersulang dengan Gu Yi.


"Sangat menyenangkan"


"Apanya yang senang, ini jauh lebih buruk" gumam Ming Xia sambil menyesap anggur merah di gelas yang berada pada tangan nya.


Gu Chuan mendengar kata lirih Ming Xia menoleh ke sumber suara, wajah tampan nya terlihat sangat jelas di sudut mata Ming Xia "Acara ini mungkin sedikit panjang"


"Aku tau" Ming Xia merasa sangat tidak nyaman.


Bergeser mendekat ke arah Ming Qiao lalu membisikkan kata kata yang masih mampu di dengar oleh lelaki bermaga Gu di sekitar nya "Aku lelah, tidak bisakah kita pulang duluan? Atau aku saja yang pulang, mama kan bisa di antar oleh Tuan Gu"


Tidak mau ambil pusing pada acara Tuan Wang, Ming Xia lebih baik berdiam diri di kamarnya sambil mengerjakan pekerjaan kantor miliknya, itu adalah hal terbaik sepanjang masa.


"Tidak sopan, siapa tau kamu mendapatkan lelaki di sini jadi tunggulah sebentar" Ming Qiao memilih mengabaikan protesan anak nya dan lanjut meminum anggur merah.


"Bagaimana dengan fitting baju kemarin?" Gu Yi menatap Ming Qiao sambil tersenyum menawan, sangat menawan siapa saja mungkin akan terpikat oleh nya!


Bahkan Ming Xia sedikit terkesima oleh nya, namun Ming Xia hanya berpikir kalau senyuman itu pura pura, Mung Xia tahu betul apa itu senyum sesungguhnya.


"Kemarin berjalan dengan lancar, bagaimana dengan persiapan nya?" anggukan Ming Qiao berikan.


"Hampir 95%, Qiao. Ming Xia kamu akan datang saat acaranya bukan?" mata Ming Xia melotot sesaat.


"Ah, itu mungkin. Aku tidak tau bisa atau tidak" lagi dan lagi Ming Xia merasa dirinya di sudutkan oleh keluarga Gu, bahkan pembicaraan selalu melibatkan nya.


...****************...


"Hahaha terimakasih banyak"


"Nona Qin memang sangat baik hati"


Qin Suiyin hanya bisa tersenyum lebar, sangat menawan dan siapa saja pasti akan terpesona, wajah cantik dan rambut hitam yang digerai begitu indah.

__ADS_1


Lain di mulut, lain di hati, hanya musuh keluarga Qin saja yang tau selain itu keluarga Qin pasti di anggap sangat baik hati.


"Tidak masalah, bagaimana kabarmu?" Qin Suiyin mencoba mencari topik agar dirinya tidak di anggap sombong.


"Baik, nona Qin sendiri bagaimana?"


"Aku kemarin melihat nona Qin sedang bersama dengan Tuan Muda Gu Zhi, kalian sangat cocok"


Mendengar omongan salah satu kenalan nya, Qin Suiyin tersenyum manis, Qin Suiyin ingin sekali mendekati Gu Zhi karena Gu Zi ramah dan hampir mendekati kata bodoh. Jadi Qin Suiyin ingin mendekatinya lalu mengambil ade keluarga Gu agar ayahnya Qin Houlin senang.


"Jadi Nona Qin memang memiliki hubungan dengan Gu Zhi?"


Senyuman Qin Suiyin semakin di lebarkan, orang orang berpikir mereka berdua memiliki hubungan padahal tidak ada hubungan yang jelas dari keduanya.


"Kalau begitu aku pergi dulu ya, nikmati acaranya" Qin Suiyin mendengar notifikasi dari ponselnya, mau tidak mau Qin Suiyin harus menjauh dari sana.


Sesaat setelah Qin Suiyin menjauh dari teman teman nya, Qin Suiyin mengambil ponsel nya lalu mengecek notifikasi pesan.


Mommy [ Jangan sampai kamu lupa sama misimu ]


[ Aku tau, mana mungkin aku lupa? ] Anda


Mommy [ Hati hati, mama akan awasi kamu dari CCTV ]


Layar ponsel Qin Suiyin beralih menjadi menghitam, pandangan nya mengedar melihat seorang wanita yang dicarinya carinya.


'Lihat saja, aku akan benar benar menghancurkan mu Nyonya Ming' pandangan Qin Suiyin menatap benci, bahkan sangat benci.


Kalau bukan karena Ming Qiao, kehidupan Qin Suiyin akan jauh lebih baik, harta dari ayahnya seharusnya sudah menjadi milik keluarga Qin tapi hanya karena Ming Qiao yang entah apa dilakukannya, ayahnya malah masuk ke penjara.


'Menghancurkan mu adalah misi utama ku' dalam lubuk hati yang terdalam, Qin Suiyin sangat memberi keluarga Ming, bahkan sangat.


Tidak peduli seberapa baiknya mereka, kalau Qin Suiyin membenci nya, Qin Suiyin akan menghancurkan orang itu.

__ADS_1


"Mari kita lihat, seberapa hebatnya kalian saat masalah datang kepada kalian" Qin Suiyin melangkah ke arah tempat duduk keluarga Gu dan dua wanita Ming di sana sambil tersenyum penuh arti.


__ADS_2