Menjadi Nyonya Muda Pertama

Menjadi Nyonya Muda Pertama
Apa Yang Terjadi?


__ADS_3

"Kalian boleh kembali, kecuali Ming Xia"


Setelah makan malam selesai, semua yang ada di sana berdiam diri menunggu intruksi dari Arlo Gu, sedari tadi hanya dentingan sendok yang terdengar, percakapan tidak ada sama sekali.


Pikiran aneh muncul di kepala Ming Xia, berpikir bahwa Arlo Gu akan memarahinya atau menerima hukuman dan sebagai nya.


'Yeah, setidaknya aku tidak melakukan kesalahan kan?' mencoba berfikir positif, mencoba rileks tanpa bisa di baca oleh Arlo Gu.


Satu persatu keluarga Gu bangkit dari kursi, berjalan keluar ruang makan, menyisakan dua orang yang tengah saling berdiam diri, hanya keheningan di sekitar mereka.


'Apa yang telah di lakukan Ming Xia?' Gu Yi sedikit melirik ke arah Ming Xia, sedikit khawatir untuk kejadian beberapa waktu ke depan.


'Kakak membuat masalah?' Gu Zhi memandang aneh.


Ruang makan terlihat sepi, bahkan tidak ada angin yang lewat sedikitpun, suara nafas saja tidak terdengar seperti orang yang tidak bernyawa.


Ming Xia duduk sedari tadi tidak berani membuka percakapan apapun, pandangan hanya tertuju pada meja, putih berkilau kain merah dan hiasan lilin.


"Aku tau semuanya" Arlo Gu mencoba membuat suasana tidak terlalu tegang.


"Jadi?"ucap Ming Xia.


" Aku di sini hanya mengatakan kalau kamu harus memakai ini" Arlo Gu menyuruh beberapa pelayan rumah keluarga Gu untuk masuk.


PUK!


Sebuah tepukan keras yang menghasilkan beberapa pelayan masuk dengan nampan coklat, diserahkan ke Ming Xia secara teratur. Ternyata berisi gelang berwarna hitam yang ukuran nya lumayan besar, beberapa gelang, beberapa kalung, beberapa cincin yang semuanya terbuat dari emas!


'Apa ini?' pandangan bertanya terlihat dengan kerutan.


"Itu perhiasan khusus dari keluarga Gu" ucap Arlo Gu.


"Maksudmu?"

__ADS_1


"Setidaknya jika keluarga Gu memiliki keturunan perempuan, anak itu harus memakai salah satu saling masing perhiasan" perkataan santai Arlo Gu membuat Ming Xia meremang seketika.


Kenapa sampai seperti ini? Seharusnya Arlo tau kalau dia bukan anak kandung keluarga Gu kan? Tapi kenapa Arlo terkesan seperti ini?


Arlo Gu tau kalau Ming Xia bertanya tanya, tapi Arlo membiarkan banyak pertanyaan tersebut lengkap seiring waktu, walau tidak yakin.


"Baik, sesuai permintaan mu" Ming Xia melihat ke arah Arlo Gu yang tampak tetap diam tidak berkutik, mengambil beberapa perhiasan yang tersedia, masing masing satu.


Yang dipilih yang mempunyai unsur berwarna biru, hanya biru tidak ada yang lain, ternyata perhiasan berwarna biru hanya ada beberapa saja yang lain berwarna kuning, orange dll.


Aku tau gelang ini memiliki pelacak, bahkan gelang ini bisa mendeteksi seseorang jika seseorang itu terkena penyakit. Aku tidak tau apa maksud dari orang tua ini, tapi gelang ini cukup indah, bahkan sangat indah.


...****************...


"Kira kira apa yang sedang kakak lakukan dengan kakek?" Gu Kael sangat penasaran.


Anggukan Gu Zhi berikan "Aku khawatir kakak akan kena marah"


Tiga di antaranya tengah duduk berkumpul di kamar Gu Chuan, duduk manis di temani beberapa cemilan serta tumpukan kertas sekitaran, memang tidak banyak tapi jika di keluar kan semua pasti bisa menjadi sebuah gunung.


''Kakak apa yang sedang kamu lakukan?'' Gu Zhi sangat curiga, sedari tadi hanya Gu Chuan saja yang tidak bergerak dari sana.


''Mengintai'' jawaban singkat hampir membuat Gu Zhi ingin sekali membunuh Gu Chuan.


''Apa yang mereka berdua lakukan?'' Gu Kael sangat penasaran.


''Hanya memberikan beberapa barang yang di gunakan untuk wanita'' kali ini jawaban panjang yang diberikan Gu Chuan terhadap kedua adek nya.


''Lenapa terlihat sangat penting''


''Mana aku tau,kalau aku tau aku tidak akan bertanya kepadamu''


''Sialan''

__ADS_1


Lihatlah bahkan mereka berdua sangat berani, di dalam ruangan ada kaka pertama mereka yang siap kapan saja untuk menghukum mereka atas kesalahan mereka sendiri. Tapi, kenapa mereka terlihat sangat tenang.


''Kakak, keyakinan ku terhadap kak Ming mengatakan kalau kak Ming mempunyai latar belakang yang tidak setenang ini'' Gu Kael mencoba menerawang, tapi Gu Kael tidak menemukan apapun selain latar belakang hitam.Dasar bodoh.


Gu Zhi terlihat sangat amat pasrah, menghela nafas lelah untuk mnenangkan ''Aku tau kamu bodoh,tapi jangan memperlihatkan nya juga''


''Siapa yang bodoh'' tidak terima apa yang Gu ZhI katakan, Gu Kael mendelik tidak terima, tolong kali ini saja agr tidak ada kericuhan lagi.


'Aku membenci adegan ini, sangat malah' bisa dilihat kalau Gu Chuan sangat tidak suka.


Pertengkaran akan kedua nya memang sangat tidak asing bagi keluarga Gu, pertangkaran itu memang maan sehari hari keluarga Gu, kalau tidak ada pertengkaran itu keluarga Gu pasti akan sangat hampa.


''Gu Zhi, jangan membuat aku ingin membunuh mu'' geraman tidak senang Gu Kael keluarkan, rasanya Gu Kael ingin sekali membuang kembaran nya ini.


''Aku tau kamu sayang kepadaku, tapi tolong aku tidak menyayangi mu''


Bagaikan minyak dan sabun, mereka tidak bisa menyatu kapanpun dan dimanapun, mereka pasti akan selalu bermusuhan. Pasti orang orang tidak akan menyangka hal ini bisa terjadi,tapi kenyataanya memang seperti itu. Yang satu gampang emosi dan yang satu suka mancing emosi, sama bukan.


Tapi kesetian nya akan selalu menyatu, apapun yang berhubungan dengan keluarga Gu mereka berdu pasti akan menyatu untuk membalaskan dendam yang entah darimana datang nya.


''Kakak, kenapa kaka diam saja'' tidak terima dengan reaksi Gu Chuan, Gu Kael mula menyerang Gu Chuan dengan pertanyaan.


''Lalu apa yang harus aku lakukan''


''Entahlah, kalian berdua sama saja'' Gu Kael beranja dari tempat duduknya lalu melangkah keluar, mengabaikan kata kata Gu Zhi yang membuat Gu Kael merasa sangat kesal.


''Kael, kenapa kau seperti perempuan saja, suka sekali ngambek' Gu Zhi sedikit was was, bagaimana pun anak terakhir itu selalu di manjakan, karena harapan terakhir.


''Hey, Gu Kael. Kembali ke sini, kau tau kita ada janji untuk bermain bersama''


Mneoleh sesaat karena teranggil ''Perjanjian batal''


Jika Gu Kael ngembek, itu akan semakin susah apalagi kalau Gu Kael akan mengadu pada kedua orang tua, yang ada kedua kakaknya ini harus menuruti perkataan dari Gu Kael. Keduanya tampak sangat pasrah,Gu Chuan hanya bisa melihat.

__ADS_1


''Aku katakan juga apa, kenapa kamu sangat keras kepala sekali'' Gu Chuan menutup kembali laptop miliknya, menatap Gu Zhi seolah Gu ZhI tengah melakukan kejahatan yang paling parah.


__ADS_2