
"Kenapa kamu terima?" Ming Xia berteriak kesal, pikiran Ming Xia awalnya Mei Lin menolak keras, tapi ternyata Mei Lin malah setuju.
"Ya mana aku tau?" Mei Lin tidak memperdulikan perkataan Ming Xia, hari ini Mei Lin ingin menikmati hari yang tenang, tapi kenapa Mei Lin tidak bisa.
"Haduh, aku berpikir kamu menolak tapi k-"
"Aku bisa saja menolak, tapi kamu tau kalau mereka itu seakan akan memakan diriku"
"Mana mungkin, mereka hanya bisa menyertakan tanpa bukti"
Tidak mau ambil diam, Mei Lin langsung menampar lengan Ming Xia "Huh, kalau aku di bunuh di sana bagaimana?"
"Aww, kamu kasar sekali" Ming Xia menarik telinga Mei Lin keras, berharap Mei Lin jera akan tindakan nya.
Setelah bertengkar kecil, Ming Xia memilih memainkan ponsel miliknya sendiri, mengabaikan protesan Mei Lin sambil meminum minuman Chocokies pesanannya.
"Kamu lihat tatapan Ling Yue sama kamu itu seperti tatapan jatuh cinta" tatapan binar Ming Xia lihat, kenapa Mei Lin ini suka sekali bergosip tentang Ling Yue?
"Dan kamu coba lihat tatapan milih Ace yang ingin mengurung mu" kali ini Ming Xia melihat tatapan ngeri sekaligus takut, membayangkan Ace yang menarik Mei Lin lalu Mei Lin yang pergi entah kemana.
"Kenapa kamu tidak romantis sekali, tapi aku melihat tatapan aneh Ace itu. Apa yang dipikirkan nya ya?" minuman green tea itu di aduk aduk tanpa ada niatan untuk diminum.
TAK!
Ming Xia menyentil kening Mei Lin "Menculik mu lalu mengurung mu, berharap kamu tidak bisa kabur lagi"
Mei Lin bisa membayangkan apa yang dikatakan Ming Xia, kenyataan kalau benar Mei Lin pasti tidak bisa hidup bebas dan tenang, lihat saja.
...****************...
"Gu Zhi, aku mendapat laporan kalau Qin Suiyin ingin menemui mu nanti" Gu Kael kali ini berada di ruang milik Gu Zhi, ruang pribadi dokter psikolog.
Bau obat dan buku itu menjadi satu, asalnya Gu Zhi menyukai buku dan hampir saat masuk di ruangan milik Gu Zhi pasti melihat begitu banyak buku yang tertata rapi.
__ADS_1
Tembok putih, barang barang kebutuhan psikolog dan obat obat terlihat sangat rapih, bahkan tidak ada barang yang berserakan satu pun , kali ini Gu Kael yakin kalau Gu Zhi memiliki penyakit semacam OCD kebersihan.
"Lalu?" Gu Zhi masih melihat malas ke arah berkas pasien hari ini, tidak ada banyak pasien hanya ada tiga orang.
"Bagaimana kalau perkataan Kak Ming itu benar?"
"Kalau benar, aku akan berhati hati"
*Malam itu, mereka semua melihat kebusukan keluarga Qin, malam yang panjang karna hampir menyita beberapa jam lebih untuk beberapa video singkat atau bahkan panjang. *
*"Hanya ini, tapi aku yakin kalau kalian menyerahkan langsung ke polisi, keluarga Qin pasti akan langsung di penjara tanpa pernah mengharapkan kebebasan" Ming Xia memandang Arlo Gu, pandangan nya penuh arti. *
*"Tapi ingat, jangan sampai Gu Zhi masuk perangkap Qin Suiyin. Kalau sampai aku tidak yakin keluarga Gu akan utuh seperti sekarang" *
*"Apa maksud mu?" Gu Zhi tau permasalahan ini, kalau Gu Zhi di rumor kan berdekatan dengan Qin Suiyin karena Qin Suiyin sangat baik hati. *
"Ayolah, jangan terlalu polos, aku hanya bisa mengatakan ini selebihnya aku tidak tau rencana apa itu"
"Kak, jangan melamun, hati hati loh" Gu Kael melambaikan tangan di depan wajah Gu Zhi yang langsung di tempis pelan.
"Boom, aku akan menghukum mu" secara tidak sengaja, Ming Xia berbicara dalam satu ruangan.
"Astaga" Gu Kael melompat dari kursi, mendekat ke arah Gu Zhi karena berpikir kalau Ming Xia itu hanya bayangan nya.
"Gu Zhi, papa bilang kalau malam ini ada acara makan malam" Ming Xia mengabaikan tanggapan Gu Kael.
"Kenapa kakak tidak kabari saja lewat telfon?" Gu Zhi bangkit, berjalan ke arah Ming Xia laku menarik Ming Xia untuk duduk di kursi yang tadi di duduki Gu Kael.
Gu Kale merasa terhina, diabaikan begitu saja seolah olah tidak Gu Kael disini.
'Kakak kakak sekalian, Gu Kael ada disini kenapa kalian jahat sekali'
"Wajahmu kenapa? Aku tadi memintamu untuk memberitahukan ini kepada Gu Zhi, tapi ternyata kamu malah bergosip di sini" serangan secara tiba tiba menyadarkan Gu Kael dari asli melamun, Gu Kael gelapan.
__ADS_1
"Aku tadi lupa, kakak jangan marah" Gu Kael mendekat, mengusap baju Ming Xia yang sialnya Ming Xia meringis kesakitan.
"Eh eh, kak. Kakak kenapa" Gu Kael melepas tautan itu, melihat ke arah wajah Ming Xia panik.
Sejak kapan mereka bisa akrab begini? Jelas sejak kejadian malam membongkar kebusukan keluarga Qin, Ming Xia dekat dengan mereka bertiga, tapi tidak dengan yang lain, anggap saja masih perkenalan.
Ming Xia menenangkan Gu Kael, melihat ke arah Gu Zhi "Aku tidak apa apa, tadi terpentok pintu. Itu saja"
Sesepeleh itu, tapi keluarga Gu tidak bisa menanggapi alasan sepele Ming Xia.
"Coba lihat" Gu Zhi protektif terhadap Ming Xia, ingin menarik lepas jas milik Ming Xia tapi di halangi langsung oleh tangan lentik itu.
"Heh, enak aja. Aku gapapa, lebih baik antar aku pulang, aku ingin pulang tapi tangan ku kram" Ming Xia membuat alasan seolah olah dia wanita yang tidak berdaya, padahal wanita ini bisa menghancurkan apapun itu yang menghalangi nya.
"Kakak, aku tau tipikal kakak itu seperti apa" Gu Kael merasa aneh, bahkan sangat aneh.
"Tidak apa, ayo berikan kunci mobil aku akan menyetir. Sekalian kita bertiga pulang" Gu Zhi langsung melepas jas dokter miliknya, menarik Ming Xia dan meninggalkan Gu Kael begitu saja.
"Eh eh, kalian ini tunggu aku" Gu Kael berlari langsung keluar, sekarang meninggalkan Gu Zhi dan Ming Xia.
Mereka bertiga melangkah berdampingan, banyak pasang mata yang melihat bahkan banyak orang yang iri dengan kedekatan wanita berbagai Ming. Kehadiran Ming di tengah antara anak keluarga Gu terlihat seperti ratu, ratu yang dijaga dengan baik, seperti permata.
"Lihat wanita itu, beruntung sekali"
"Kenapa bisa wanita itu berada di keluarga Gu, memang nya siapa?"
"Atau jangan jangan itu wanita sewaan?"
Gu Kael mendengar itu, tangan Gu Kael dk kaitkan ke arah tangan Ming Xia, jarak mereka berdua hanya sedikit, jadi tidak terlalu berbeda "Kak, aku dengar dari Mei Lin kalau kakak akan ada acara makan makan sama kak ling Yue"
"Kakak? Wanita itu kakak dari Gu Kael?"
"Kenapa kakak bilang ada acara dari keluarga Gu juga?" kali ini Gu Zhi berbicara.
__ADS_1
"Keluarga Gu? Ling Yue? Astaga siapa sebenarnya wanita itu"
Kali ini Ming Xia dibuat kalang kabut saat mendapatkan pertanyaan dari Gu Zhi dan Gu Kael, Ming Xia langsung menarik keduanya tanpa mempedulikan mereka yang berteriak kesal "Sudahlah tanya nya di rumah, sekarang diam"