
Persiapan pernikahan Gu Yi dan Ming Qiao sudah mendekati 100%, saat ini hari yang dinanti nanti Ming Qiao dan Gu Yi akhirnya tiba, dimana mereka berdua akan melaksanakan pernikahan.
Kali ini acara pernikahan terlihat sangat meriah, beberapa jam yang lalu mereka berdua telah melakukan acara pernikahan yang sesungguhnya dan sekarang mereka berdua telah menjadi sepasang suami istri yang sah.
"Selamat ya"
"Selamat"
"Semoga hubungan keluarga ini menjadi awet"
Banyak orang yang berdatangan mengatakan selamat, dari kenalan keluarga Gu maupun keluarga Ming.
Gu Yi dan Ming Qiao sibuk dengan tamu undangan nya, sedangkan keluarga Gu sendiri sibuk membicarakan tentang masalah perkataan Ming Xia dua hari yang lalu.
"Apa yang dikatakan memang benar?" Gu Arlo memijat pelipis nya.
"Aku tidak tau, dia hanya mengatakan seperti itu" Gu Kael mengatakan sambil mengangkat bahu nya ke atas.
"Sebenarnya apa yang si sembunyikan oleh anak itu?" Gu Li semakin penasaran.
"Dimana Ming Xia?" Gu Chen penasaran akan rupa gadi itu.
"Arah jam dua" kali ini Gu Zhi yang menjawab, sedari tadi pandangan nya tidak lepas dari sosok Ming Xia.
Para laki laki keluarga Gu menoleh ke arah wanita yang menggunakan dress merah maroon lagi, wanita yang tidak lain adalah Ming Xia tengah berdiri memandangi sekeliling ruangan seolah olah mencari apa yang ingin dicarinya.
"Aku sepertinya pernah melihat nya" pandangan Arlo Gu menoleh pada lelaki muda di sampingnya, Gu Peng cucunya.
"Dimana?"
"Saat aku memiliki misi untuk membuat Frengky Qin terjebak di dalam ruangan berasap, aku melihatnya tengah menyiksa seorang yang sama sama memiliki latar belakang keluarga Qin" fakta baru secara tidak sengaja selalu berdatangan.
__ADS_1
"Lalu?" Gu Zhao memandang Gu Peng dengan lis yang menukik tajam.
"Entahlah, aku tidak tau apa yang dibicarakan nya. Tapi yang aku ingat dia mengatakan "Jangan pernah menggangguku atau aku akan membuat hidup keluarga Qin jatuh" hanya itu" kali ini tetua Gu berpikir ada yang salah dengan keluarga Ming.
Hingga pandangan Arlo Gu menatap Ming Xia yang berjalan ke arah nya, mengkode untuk memberi tau apa yang sedang ingin Ming Xia bicarakan lewat tatapan nya.
Ming Xia sedari tadi tau kalau dirinya tengah di pandang okeh orang orang di belakang nya, namun ia tidak memperdulikan hingga seseorang lelaki datang memberikan nya flashdisk baru.
"Terimakasih" Ming Xia mengangguk lalu berjalan ke arah Arlo Gu yang terus terusan menatap nya, orang tua ini pasti memandang nya sebagai penyusup atau apa lah itu.
Sampai tidak terasa Ming Xia telah tiba di kerumunan keluarga Gu, kaki panjang itu terhenti. Di tatapnya Arlo Gu lalu menyerahkan sebuah flashdisk hitam di tangan nya.
"Apa ini?" bukan Arlo Gu yang mengambilnya melainkan Gu Chen yang ada di samping kiri Arlo Gu.
"Menurutmu? Aku hanya bisa memberikan ini, selebihnya kembalikan flashdisk ku dan aku akan mengembalikan flashdisk milik mu Tuan Arlo" sampai disini Ming Xia berusaha tetap tenang, rencananya harus berjalan dengan lancar.
"Apa yang kamu ketahui tentang keluarga Gu?" tatapan tidak senang Arlo Gu layangkan pada Ming Xia.
"Mantan suami?" Gu Chen menyerngit bingung.
Tersadar akan perkataan nya, Ming Xia lantas berkedip tidak menentu, salah satu alasan dan ciri ciri kesalahan Ming Xia. Kegugupan Ming Xia dapat terlihat saat Ming Xia gugup atau dia melakukan kesalahan pasti mata itu berkedip tidak menentu.
"Apa yang salah? Tuan Gu Yi saja sudah tau, kenapa kalian tidak?" Ming Xia menormalkan suasana hatinya.
'Apa yang salah dengan Ming Xia? Kenapa saat dia tertangkap basah matanya akan berkedip?' Gu Zhi ini sangat tau tentang psikolog orang orang, karena Gu Zhi sejauh ini adalah dokter psikolog.
"Aku ternyata terlalu meremehkan mu" Arlo Gu menyerah sedemikian rupa, keras kepalanya di kalahkan oleh anak muda di hadapan nya.
...****************...
"Selamat ya, semoga hubungan kalian bertahan lama"
__ADS_1
"Terimakasih"
Hari ini Ming Qiao sangat senang, penantian nya bertahun tahun lamanya telah tiba, mendapatkan pasangan yang di idam idamkan kaum hawa. Mendapatkan kasih sayang dari pasangan, kebahagian dan lain sebagainya.
Gu Yi mempererat pelukan di pinggang Ming Qiao, pasangan yang baru menikah ini sangat serasi di hadapan publik!
"Kamu senang, sayang?" Gu Yi melihat senyuman manis Ming Qiao yang menurutnya sangat candu itu, memperlihatkan wajah cantik Ming Qiao yang awet muda.
"Jelas sekali, aku menantikan hari ini"
Mereka berdua mengabaikan semua orang yang ada di ruangan ini, memfokuskan dirinya pada pasangan masing masing seakan akan hanya ada mereka berdua yang ada di sana.
Memang ya, kalau sudah jatuh cinta seolah olah dunia hanya milik mereka berdua, yang lain hanya mengontrak di sini.
"Setelah ini, kita akan tinggal di rumah besar keluarga Gu. Keluarga besar selalu tinggal di sana, kecuali kalau ada kerjaan di luar negeri" Gu Yi tersenyum manis, kali ini Gu Yi tidak akan membiarkan siapapun mengambil Ming Qiao darinya, termasuk Frengky Qin.
Mengingat Frengky Qin sudah membuat Gu Yi sedikit kesal, apalagi keluarga Qin yang tidak tau malu, mengingat saja membuat Gu Yi jijik.
"Memangnya tidak apa?" sedikit keraguan dalam bertanya.
"Tidak apa, aku sudah memberitahu mereka semua" tangan Gu Yi mengelus punggung Ming Qiao dengan sayang.
"Tapi bagaimana dengan Ming Xia? Ming Xia tidak terlalu suka dengan lingkungan baru" di ingat ingat Ming Xia sangat benci orang baru dan lingkungan baru, apalgi sekarang menyangkut keluarga baru, mungkin ia akan memilih menginap di rumahnya atau di apartemen nya? Ming Qiao juga tidak tau.
"Aku akan membujuk nya, kamu tenang saja* Gu Yi tau fakta ini, anak ini memang agak sulit untuk didekati apalagi kalau menyangkut ibunya atau keluarga nya.
Kabar nya, waktu itu seseorang perempuan hampir pernah mencelakai Ming Qiao dan Ming Xia melihatnya, alhasil perempuan itu di masukkan ke penjara dan entah kemana perempuan tersebut.
"Aku berharap lebih denganmu, hati hati Ming Xia tidak suka bicara keras apalagi kekerasan, ia akan menjadi nakal padamu" Gu Yi hanya mengangguk membenarkan, tapi hatinya terlalu keras untuk modelan anak semacam Ming Xia.
Berharap Ming Xia tidak sekeras dan sesudah itu untuk di dekati.
__ADS_1