Menjadi Nyonya Muda Pertama

Menjadi Nyonya Muda Pertama
Berkas Dan Ajakan


__ADS_3

"Aku ingin tau apa isi flashdisk itu, tunjukkan padaku" Gu Arlo mengambil flashdisk biru, menancapkan flashdisk itu di laptop yang entah sejak kapan berada di samping Ming Xia!


'Betapa bodohnya aku' Ming Xia sedikit meringis malu.


Arlo Gu membawa laptop itu ke arah Ming Xia, memperhatikan layar yang terkunci dengan kata 'Masukkan Kata Sandi Yang Cocok', Ming Xia menekan dan memasukkan kata sandi.


Muncul beberapa folder di sana sesuai dengan tahun video, malam ini mereka habiskan dengan nonton kejahatan keluarga Qin. Entah apa yang akan direncanakan mereka, hanya mereka saja yang tau.


...****************...


"Apa yang terjadi semalam?" Mei Lin bertanya pada Ming Xia, melihat Ming Xia yang sedari tadi melamun aneh.


"Entahlah, intinya aku sudah tidak mencampuri urusan keluarga Gu lagi. Biarlah mereka bertindak sesuka mereka" lirikan malas tidak bereamangat.


Pagi ini Ming Xia telah datang di kantor, entah angin darimana yang menerpa Ming Xia, tapi Ming Xia kali ini ingin menghancurkan keluarga Qin lewat kantor nya.


Orang orang tidak tau siapa dibalik kantor ini, mereka hanya tau yaitu Mei Lin CEO kantor Ning Crop, tapi mereka masih belum tau pemegang sh kantor tersebut. Memang ini salah satu rencana Ming Xia, mengajak bekerja sama lalu membuat keluarga Qin kepalang ribut dengan berita.


"Apa yang kamu lekukan sekarang?" Mei Lin masih senantiasa memandang Ming Xia, melihat Ming Xia bekerja hingga pagi pagi buta terkesan aneh.


"Lihat saja" senyum misterius Ming Xia muncul seketika.


"Kirim ini pada produser TV, sisanya biar aku yang urus" lagi dan lagi Ming Xia memberikan sebuah flashdisk berwarna hitam di tangan Mei Lin, mengabaikan tatapan penuh tanda tanya.


'Aku hanya bermain main sebentar'


...****************...


"Tuan, teman teman ingin bertemu dengan anda"


"Biarkan mereka masuk"


Tidak butuh beberapa menit, sekitar empat orang masuk ruangan, terlihat setelan jas yang mungkin hanya bisa dibeli oleh beberapa orang dan itu mungkin terjadi. Pakaian rapi, rambut rapi dompet pun rapi.

__ADS_1


"Ling Yue, bagaimana kabarmu? Kita membawa berita baik hari ini" salah satu di sana berseru semangat, duduk di sofa ruangan Ling Yue tanpa melihat protesan Ling Yue.


Ling Yue hanya menaikkan alisnya, solah olah bukan hal asing bagi mereka, dasar kutub.


"Kontrak mu dengan Ning Crop diterima, sangat aneh bukan?" Hao Yu melihat Ling Yue yang tengah disibukkan dengan berkas berkas.


Kegiatan Ling Yue terhenti, menatap ke arah Hao Yu seperti melihat lotre, rasa bahagia muncul dalam luk hati Ling Yue, kebahagiaan yang telah lama tidak dirasakan.


"Aku tau pemilik saham sah Ning Crop itu Ming Xia, tapi kenapa dia memilih merahasiakan?" Haku memandang penuh arti.


"Kalau tidak dirahasiakan, Frengky pasti akan beralih mengambil perusahan itu, orang tamak hanya ingin memikirkan diri sendiri" Hyun Jin menatap malas, Hao Yu langsung menggangguk.


"Tapi apa tujuan mu setelah itu? Berharap Ming Xia dapat membalas Cintamu? Membuat rekayasa perjodohan? Atau apa?" Ace bertanya menghadap Ling Yue, sedikit kasihan usaha nya terbuang sia sia.


"Memang seperti itu, a-" belum sempat Ling Yue berbicara, telfon kantor berbunyi seketika.


Tangan Ling Yue menekan tombol jawab "Tuan, Nona Lin dan Nona Ming ingin bertemu dengan anda, katanya ingin menyerahkan kontrak Tuan"


Entah sejak kapan jantung Ling Yue berpacu cepat, seolah olah menemukan apa itu arti kesenangan sesungguhnya!


"Tuh kan, apa kata kita. Kalo jodoh gak bakal kemana" Hau Yu tersenyum, sedikit tertawa melihat teman nya yang salah tingkah.


"Aduh, kenapa nasib kalian terlalu kasihan ya" Hau Yu memandang Ling Yue dan Ace secara bergantian dan langsung dihadiahi sebuah lemparan bantal sofa "Aduh, kalian ini"


Tok, Tok, Tok


"Masuk" Ling Yue mendengar suara ketikan pintu, menyuruh seseorang yang berada di balaikota pintu untuk masuk, hati Ling Yue berkata kalau orang itu Ming Xia dan Mei Lin.


Pintu terbuka, Mei Lin dan Ming Xia masuk ke dalam ruangan, kata pertama yaitu "Bersih, teratur, nyaman" Ming Xia dapat menyimpulkan kalau Ling Yue ini penyuka kebersihan.


Ming Xia melirik ke arah kanan, melihat teman teman Ling Yue yang tengah menatap mereka berdua, tapi Ming Xia menutup pintu lalu beralih ke arah samping tembok pintu dan berdiri di sana.


'Apa yang mereka lakukan di sini?' tidak mau ambil pusing, Ming Xia kembali melihat ke arah depan tempat Ling Yue.

__ADS_1


"Sesuai perjanjian" Mei Lin menaruh berkas kontrak yang di ajukan Ling Crop kepadanya, melihat Ming Xia yang entah kenapa ada di sana.


Ling Yue membuka berkas tersebut dan membaca secara perlahan, selagi Ling Yue fokus pada berkas, Mei Lin mengisyaratkan Ming Xia untuk berdiri di samping nya, tapi Ming Xia malah bersedekap dada sambil menggeleng.


"Hanya ini?" kertas itu di tutup anggun.


"Lalu, kau ingin apa?" bukan Mei Lin yang menjawab, tapi Ming Xia di belakang.


Arah pandang Ling Yue terganti pada Ming Xia, di tatap dari atas sampai bawah tenang, pakaian formal kantor, rambut di kuncir kuda, poni tergerai dan kacamata emas.


'Penampilan mu masih sama'


Melihat keterdiaman Ling Yue, Hau Yu bangkit bertepuk tangan "Ekhem, bagaimana kalau kita merayakan pertemuan pertama kita setelah beberapa tahun?"


"Boleh, ayo Ling Yue yang traktir!" Hyun Jin membantu rencana Hao Yu yang terkesan dadakan, Hyun Jin melompat mendekat ke arah Hao Yu, merangkul tersenyum penuh arti.


"Tidak bisa, kita masih ada meeting" Mei Lin menolak secara terang terangan.


"Ayolah jangan menolak, kalian ini seharusnya bahagia bukan?" Hao Yu menaik turunkan alis nya.


"Tidak bisa, banyak waktu yang terbuang sia sia" kali ini Ming Xia yang berbicara, semua mata tertuju padanya, tapi Ming Xia buta hal itu.


"Aish, kenapa kamu terlalu kolot?" Hao Yu berujar, berusaha meyakinkan wanita yang paling susah di bujuk itu.


"Terserah, kalau Mei Lin mau aku ikut" Ming Xia malas berdebat, melangkah kan kakinya membuka knop pintu dan keluar.


"Bagaimana?"


"Baik, nanti sore" Mei Lin hanya mengangguk pasrah, cepat cepat melangkah meninggalkan ketertinggalan Ming Xia. Dalam hati Mei Lin, takut sekali Ming Xia akan marah.


Mei Lin berlari membuka pintu dan langsung menutup nya tanpa ragu, di ruangan itu mereka dapat menyaksikan bau abu asmara yang akan terjadi, tapi memilih tidak tau.


"Lihat? Rencana kita berhasil, jangan sia siakan kesempatan ini" Hyun Jin membuat gerakan tos ala ala Hao Yu, lalu tertawa senang.

__ADS_1


Senang sekali melihat asmara orang yang tumbuh kembali.


__ADS_2