
"Oh Nyonya Ming" Qin Suiyin mendekat ke arah tempat keluarga Gu dan Ming Qiao, senyum nya sangat indah.
Namun Ming Xia hanya berdecih sinis melihatnya, dipikir pikir berapa topeng yang dipakai Qin Suiyin hari ini? Memikirkan nya saja sudah membuat Ming Xia muak.
"Nona Qin" wajah Ming Qiao sedikit tidak suka kehadiran Qin Suiyin.
'Apa yang akan dilakukan orang ini? mengambil hak orang lain lagi? atau membuat kehebohan lagi?' Ming Xia ingin sekali memukul wajah Qin Suiyin.
Suasana langsung menjadi sangat canggung, aura tidak mengenakkan di keluarkan eh Ming Xia, tentu saja Gu Yi menyadari.
"Tuan Gu, ternyata kamu juga ada disini ya?" Qin Suiyin tersenyum manis ke arah Gu Yi, sangat manis dan terkesan seolah sedang menggodanya.
'Oh lihatlah senyuman itu, menjijikkan' Ming Qiao meruntuki perilaku Qin Suiyin.
"Benar, seperti yang kamu lihat Nona Qin" Gu Yi sedikit melirik ke arah Ming Qiao, wajahnya begitu masam.
Gu Kael menendang kaki Gu Chuan di bawah meja, mau tidak mau Gu Chuan menoleh lalu mengangkat alisnya bertanya.
"Lihatlah keduanya" Gu Kael berbicara menggunakan gerakan bibir nya, tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
"Nyonya Ming, aku baru melihatmu di acara seperti ini" Qin Suiyin menatap Ming Qiao maish dengan senyuman jahat nya.
"Karena aku malas bertemu banyak orang yang munafik" bahu Ming Qiao bergerak asal, membiarkan wanita itu membual sembarangan.
"Ouh, atau kamu takut bertemu dengan Nyonya Qin? Secara dia selalu datang di acara seperti ini, hanya saja kali ini dia sangat sibuk" dari perkataan Qin Suiyin, mereka yang ada bisa merasakan nada ejekan yang ketara.
"Untuk apa takut? Kalau ujung ujungnga sama saja? Cari muka, bukan begitu nona Qin?" lirikan Ming Xia berikan untuk Qin Suiyin, hanya sekedar melirik tidak lebih tapi lirikan itu membuat Qin Suiyin sedikit tertegun.
"Ya, kebanyakan orang seperti itu. Lalu aku juga baru pertama kali melihatmu?"
"Aku hanya terlalu malas terlihat di publik, sangat memuakkan melihat orang orang jahat di balik topeng baik nya, aku tau kau mengerti maksud ku kan?" Secara dirimu lah yang melakukan nya Qin Suiyin.
Mengerti apa yang dimaksud Ming Xia, Qin Suiyin mengabaikan perkataan Ming Xia dan memilih mempertanyakan misi nya kali ini.
__ADS_1
"Tuan Qin mengajakmu makan malam besok, bisakah Tuan datang?" Qin Suiyin berdiri di sisi Gu Yi, memandang Gu Yi dengan senyum nakal.
Gu Chuan melihat kejanggalan Qin Suiyin, melihat ke arah Ming Xia dan Ming Qiao yang wajahnya sangat tidak senang, dan bahkan Ming Xia sedikit mencibir tindakan nya, walaupun tidak ada suara.
'Menggoda tanpa tau situasi he?'
"Tuan Qin atau Nyonya Qin, nona? Kamu tau kedua kata itu berbeda" Ming Xia merasa jengkel dengan keberadaan Qin Suiyin.
Merasa di tantang, Qin Suiyin malah tersenyum senang "Dan Nyonya Qin tentunya, kamu ingin ikut juga? kalau di ingat ingat kamu akan menjadi nona muda pertama di keluarga Gu bukan?"
Ming Qiao sedikit kesal, lantas di bangkit dari tempat duduknya "Aku akan ke kamar mandi, kalian lanjutkan saja"
Melihat Ming Qiao yang menjauh dari sini, Qin Suiyin sangat senang, melihat wajah cemburu Ming Qiao membuat rasa dendam Qin Suiyin semakin naik.
'Akan aku rebut Gu Yi dari mu, Ming Qiao' senyum ejekan Qin Suiyin dapat dilihat oleh Ming Xia, sangat terlihat malah.
"Kalau iya ada apa, kau iri dengan ku Nona Qin?"
Melihat situasi yang memanas, keluarga Gu merasa ada kejanggalan dalam situasi ini, seperti mereka pernah kenal secara dekat dan berakhir menjadi musuh.
Tidak tau malu, Gu Zhi sedikit menggeram mendengarkan perkataan Qin Suiyin, sangat tidak sopan.
"Jangan lupakan perselisihan keluarga Qin dan Gu Nona Qin, jangan lupakan fakta terdahulu" Ming Xia sengaja membongkar fakta ini, fakta yang tidak diketahui keluarga Gu!
Kerutan Gu Yi tunjukan saat mendengar perkataan Ming Xia "Apa maksudmu?"
"Jangan sekali kali kau mengatakan itu kepada mereka, lihat saja aku akan menghancurkan kalian semua Ming Xia" terlihat sekali kalau Qin Suiyin panik saat Ming Xia mengatakan permasalahan keluarga Gu dan Qin terdahulu.
Qin Suiyin sangat kesal, daripada rencana gagal. Qin Suiyin memilih meninggalkan mereka berempat dan pergi entah kemana.
"Apa maksud dari perkataan mu?" tatapan terkejut di layangkan Ming Xia dari Gu Chuan.
"Kenapa kamu tah banyak tentang keluarga Gu?" kali ini Gu Yi yang bertanya.
__ADS_1
"Pikirkan sendiri, aku akan menyusul ibu ku" Ming Xia bangkit dari sana, tapi Gu Chuan tidak bisa membiarkan nya tangan Gu Chuan ingin menarik Ming Xia tapi di halangi oleh Gu Zhi.
Kepalanya menggeleng mempertandakan jangan sekarang.
"Kita tunggu waktu yang tepat" Gu Kael melerai perang dingin saudara nya ini, berakhir lah mereka menikmati acara dengan perasaan tidak enak.
...****************...
Seorang wanita yang tengah duduk bersandar di tempat duduk penumpang mobil sambil menghela nafas, dadanya sedikit baik turun kala meredam emosinya. Butuh banyak waktu saat dirinya menormalkan emosinya, pikiran nya terus melayang dimana mana.
Hingga seseorang mengetuk kaca jendela mobil itu, wanita itu menoleh mendapati Ming Xia, anaknya yang mengetuk kaca tersbeut.
Dibukalah pintu itu, lalu Ming Xia masuk dan duduk di kursi pengemudi "Aku antarkan mama pulang ya, jangan pikirkan perkataan wanita itu, anggap tidak pernah terjadi oke"
Ming Qiao hanya mengangguk, kali ini Ming Qiao sangat lelah.
Tubuhnya yang lemas di sandarkan pada kursi penumpang, kepalanya terkulai lemas di sana. Lama kelamaan, Ming Qiao merasakan matanya yang menutup dan berakhir ia tertidur.
Mobil sport hitam itu melaju cepat, membiarkan angin menembus mobil hitam itu tanpa memperdulikan jalanan yang kian ramai.
Ming Xia melirik ke arah Ming Qiao yang tertidur lelah, di ambilnya ponsel milik Ming Xia untuk menghubungi teman nya, beberapa saat sambungan pun terhubung.
"Kamu sudah menemukan nya?"
"Iya, di tempat yang sama mungkin video tersebut masuk di flashdisk mu"
"Sial, kau tau flashdisk itu di tangan keluarga Gu? Tidak bisakah kau memasukkan di flashdisk yang lain?"
"Aku tidak tau, ambil saja flashdisk mu itu dari tangan mereka. Memangnya mereka tidak menginginkan flashdisk mereka? Kau bisa menggunakan ancaman sebagai gantinya bukan?"
"Aku terlalu malas membahasnya, aku akan menghubungi mu lagi"
"Tunggu, kamu harus berhati hati dengan keluarga Qin, mereka mungkin sedang merencanakan sesuatu"
__ADS_1
"Akan ku usahakan, berhati hatilah"
Panggilan itu terputus saat Ming Xia menekan tombol merah di layar, melajukan mobil yang sempat tertunda tadi.