Menuju Bahagia

Menuju Bahagia
Cia bangga


__ADS_3

Hari telah berganti minggu, dan Nadia juga pulang hari ini. Kevin pun menjemput Nadia ke bandara setelah tahu Nadia pulang hari ini.


Kevin hanya sendiri menjemput Nadia Karena Cia masih sekolah dan tidak bisa ikut menjemput Nadia.


“ Kakek…” ucap Nadia sambil berjalan menuju sang kakek dan juga melambaikan tangannya setelah melihat Sang Kakek berdiri menunggunya.


“ kamu sudah sampai Nak, ucap Kevin sambil memeluk cucunya itu untuk melepaskan kerinduannya terhadap cucunya itu.


“ iya Kek, Nadia sudah sampai Selamat seperti yang kakek lihat ini” ucap Nadia sambil membalas pelukan kevin, Karena Nadia juga merindukan kakeknya itu.


setelah melepaskan rindu, kevin pun mengajak Nadia untuk pulang ke rumah.


“ syukurlah Nak, kamu baik-baik saja, ya sudah Mari kita pulang Nad! Ucap Kevin.


“ Ayok Kek kita pulang, tapi Cia dimana Kek kok tidak ada disini” ucap Nadia yang setelah sadar tidak melihat adiknya itu.


“ adikmu sekolah dan belum pulang, ya sudah kita sekalian saja jemput adikmu di sekolahnya” ucap Kevin sambil mengambil koper Nadia berjalan menuju tempat menunggu taksi menarik pelanggan.


setelah tiba dirumah dan duduk bersantai di sofa diruang tamu, Kevin pun bertanya pada Nadia apa saja yang dilakukan Nadia di Jakarta.


“ jadi apa saja kegiatanmu selama seminggu ini di jakarta Nad? Ucap Kevin.

__ADS_1


“ Nadia tidak banyak melakukan kegiatan Kek,


Nadia Hanya Ziarah pada makam Papa dan Mama, dan juga berkeliling dan menonton di mall dengan Shandy Kek” ucap Nadia.


“ Jadi selama temanmu itu sekolah, apa saja yang kamu lakukan dirumahnya? Ucap Kevin.


“ Nadia, hanya berdiam diri dikamar dan terkadang mengobrol dengan Tante Cindy bila tante Cindy tidak bepergian kemaa-mana kek” ucap Nadia.


“ oh, ternyata tidak begitu membosankan selama Kamu di jakarta” ucap Kevin.


“ tidak Kek, Nadia merasa senang Kek, rasanya kepenatan dan kerinduan Nadia terasa sangat terobati walaupun hanya sebentar saja Nadia di Jakarta Kek” ucap Nadia.


“ baguslah, bila Nadia senang, dan bila libur sekolah tiba kita akan ke Jakarta nanti, adikmu juga rindu dengan orangtua kalian” ucap kevin.


“ Iya Nad, ya sudah kamu istirahat dulu kamu pasti capek karena sudah melakukan perjalanan yang jauh” ucap Kevin.


“ Iya Kek, kakek benar Nadia lelah ini. Ya sudah Nadia ke kamar dulu ya Kek istirahat” ucap Nadia sambil berjalan menuju kamarnya yang telah seminggu ini dia tinggalin.


setelah Nadia Sudah masuk ke kamarnya, Kevin pun melihat Cia yang daritadi hanya diam saja dari masuk ke mobil sampai tiba dirumah.


“ Cia, apa kamu ada masalah Nak? Daritadi kamu diam saja kakek perhatikan” ucap Kevin.

__ADS_1


“ Cia tidak kenapa-napa kok Kek” ucap Cia.


“ bila tidak ada apa-apa, terus Cia kenapa hanya diam saja dan tidak bicara dengan mba mu? apa kamu dan Mba kamu bertengkar? Ucap kevin.


“ Cia tidak bertengkar kok Kek dengan Mba Nadia, Cia hanya kangen saja sama Mama Karena Cia tidak pernah merasakan kasih sayang Mama” ucap Cia.


“ maafkan Kakek nak, yang tidak bisa memberikan kasih sayang Seorang Ibu padamu. Tapi kakek akan selalu memberikan kasih sayang kakek padamu begitu juga dengan Mba Nadia mu” ucap kevin yang begitu tersayat hatinya mendengarkan perkataan Cia, dan memeluk cia.


Kevin tidak bisa memungkiri Perasaan Cia yang sering melihat Cia kadang merasa sedih bila Cucunya itu melihat teman-temannya yang sering bersama dengan kedua orang tuanya.


“ Kakek, bila Mama meninggal Karena sakit yang di derita Mama, kenapa Cia tidak ada satupun fotonya dengan Mama ya kek? Sedangkan mba Nadia begitu banyak sekali” ucap Cia.


“ oh itu, waktu itu Mama kalian sakit parah dan kamu masih bayi dan mungkin papa kalian saat itu begitu panik, dan juga tidak berpikiran sampai kesana Nak” ucap Kevin.


“ benar juga ya kek, pasti papa saat itu sangat kerepotan mengurus mama dan Cia waktu itu” ucap Cia


“ Iya Nak, dan kamu harus bangga yang memiliki yang hebat seperti Mama kamu yang ber gitu menyanyangi kamu dan juga Nadia” ucap kevin.


“ pasti Kek, Cia akan bangga pada Mama yang telah melahirkan Cia, Karena tanpa Mama Cia tidak akan pernah ada seperti sekarang ini” ucap Cia.


🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


^^^Bersambung….. ^^^


__ADS_2