
Kakek…
Nadia minta maaf sebelumnya, karena Nadia tidak pamit sebelumnya. Nadia pergi ya ke ke Jakarta, Nadia akan pulang kok Kek. Nadia hanya seminggu saja di Jakarta, kakek tidak perlu mengkuatirkan Nadia. Kakek jangan marah ya Kek! Nadia hanya membutuhkan menenangkan pikiran sejenak saja.
Bila Nadia sudah tiba di Jakarta Nadia akan menghubungi kakek kok, jadi kakek tidak perlu kuatir dan kakek tidak perlu bingung Nadia punya uang darimana buat pergi ke Jakarta.
Karena Nadia punya tabungan Kek, dulu papa buatkan tabungan buat Nadia karena papa dulu sering pergi keluar kota saat kerja, jadi papa buat tabungan sama Nadia, supaya bila ada kebutuhan mendadak papa tidak perlu kuatir bila papa sedang diluar kota kek.
Nadia pamit ya kakekku Sayang…..
Maafkan Nadia ya kek yang pamit hanya melalui surat tanpa pamit langsung pada kakek.
Nadia Sayang Kakek
*
begitu Kevin membaca kertas yang berisi pesan Nadia, seketika Kevin sangat syok dan terduduk lemas di kursi meja makan.
“ ada apa ini yang sebenarnya? Kenapa Nadia pergi ke Jakarta apa yang dia lakukan disana?
kenapa anak itu begitu tiba- tiba pergi ke Jakarta tanpa berunding terlebih dahulu?
apa yang terjadi dengan Nadia? Apakah dia baik- baik saja?” Dalam pikiran Kevin yang saat ini begitu syok setelah melihat dan membaca pesan Nadia itu.
__ADS_1
Setelah selesai berpikir panjang, Kevinpun segera mengambil ponselnya di kamar untuk menghubungi Nadia.
” Nomor yang Anda Tuju sedang tidak Aktif atau berada diluar jangkauan! Silahkan menghubungi beberapa saat lagi, terima kasih!” Bukan Nadia yang berbicara namun suara operator yang Kevin dengar dari ponsel nya itu. Berulang kali Kevin menghubungi No ponsel Nadia, namun tidak tersambung juga dan hanya operator yang selalu menjawab kevin sama dengan perkataan operator sebelumnya.
Kevin yang tidak tenang pun, berjalan mondar- mandir di ruang tamu sambil berkata “apa yang harus lakukan saat ini, Ya Tuhan! Ucap Kevin.
Cia tang melihat Kakeknya daritadi berjalan mondar- mandir tidak jelas pun bingung dan mengkerutkan dahinya serta menatap aneh kakeknya itu. Karena Sang Kakek masih begitu selama lima menitan, akhirnya Cia yang dilanda kebingungan dan penasaran itu Cia pun tidak dapat menahan diri ada apa dengan sang Kakek.
“ kakek.. kenapa dari tadi mondar- mandir kek?
Apa ada sesuatu yang tidak beres kek? Ucap Cia.
Kevin pun segera berhenti dari acara mondar-mandirnya dan segera duduk di samping Cia, setelah Cia berhasil membuatnya tersadar akan kegelisahan hatinya itu.
“ apa maksud kakek mba Nadia pergi ke Jakarta kek? Kok Cia tidak di ajak mba Nad Kek? Cia jugakan rindu rumah yang di Jakarta kek, serta rindu teman- teman Cia juga kek” ucap Nadia.
Kevin pun menarik napas mendengarkan runtunan pertanyaan sang Cucu yang membuatnya semakin pusing.
“ Nak..Nak… kakekmu ini sedang pusing nak memikirkan keadaaan Mba mu yang tidak bisa dihubungi, kamu malah nambah ikutan buat kakek pusing juga” sahut Kevin.
“ tapi kenapa kakek bisa tahu Mba Nadia ke Jakarta kek? Jika Mba Nadia tidak pamit sama kakek? Memang mba Nadia kapan perginya kek? Kan tadi mba Nadia sama-sama pergi ke sekolah juga kek!” Sahut Cia.
sambil memberikan surat yang Nadia tinggalkan di atas Tudung Saji, “ kakek tahu dari ini Nak, mba mu meninggalkan surat ini” ucap Kevin dengan pikiran yang tidak tenang.
__ADS_1
cua yang melihat kertas yang di sodorkan kakeknya segera mengambil dan membaca surat tersebut. Setelah selesai membaca surat itu Cia sedikit kesal dengan Mba nya yang tidak mengajak dirinya ikut pergi ke Jakarta, karena Cia baca di surat itu bahwa Mba nya punya tabungan yang diberikan sang Papanya.
“ kakek Tenang saja dan tidak perlu kuatir kan mba Nadia kek, mba juga akan pulang lagi kok” ucap Nadia, sambil memberikan surat yang telah Selesai dia baca.
“ kakekmu ini tidak bisa Tenang lho nak, mba mu tidak bisa dihubungi ini nak” ucap Kevin.
“ mungkin saja saat ini mba Nadia masih di pesawat kek, kan dipesawat ponsel tidak dapat digunakan” sahut Cia.
“ hmm, benar juga kamu nak, kenapa tadi kakek tidak kepikiran ya” ucap Kevin sambil menganggukkan kepalanya setelah mendengarkan perkataan Cia.
“ baiklah, ayo! kita makan malam dulu, nanti kakek akan mencoba menghubungi mba mu lagi setelah kita selesai makan” ucap Kevin.
Setelah 20 menit Kevin dan Cia makan, Cia pamit ke Kamarnya untuk belajar dan Kevin sibuk menghubungi Nadia yang tidak dapat dihubungi Kevin di Ruang tamu.
“ kenapa Nadia tidak bisa dihubungi juga?
Ya Tuhan lindungi Cucuku Nadia” batin Kevin yang tidak kunjung dapat dia hubungi.
🌟🌟🌟🌟🌟
^^^Bersambung ….^^^
Silahkan tinggalkan komentar maupun
__ADS_1
masukannya ya para kakak-kakakku sayang!