
Akhirnya selesai Mandi juga, setelah dirinya mencuci pakaian, memasak dan membereskan rumah. Cia pun membawa Tas yang lumayan besar untuk keperluan Sang Kakek, tidak lupa cia membawa makan untuk siang dan makan malam, dan lumayan mengirit biaya karena Sang Kake saaat ini butuh biaya yang besar. Dan Cia sungguh beruntung saat bawa Kevin ke rumah sakit tadi karena sebelumnya Cia tidak membawa apa-apa karena dia sendirian yang mengurus Kevin dan terlihat panik saat Kevin hampir tidak sadarkan diri.
Dan beruntungnya Cia saat membawa sang kakek ke rumah sakit, taksi yang dipesankan datang cepat dan supir taksi itu juga mau membantu Cia mengangkat sang kakek ke taksi yang dipesan Cia.
Saat tiba dirumah sakit Cia dan masuk keruangan Kevin, terlihat sang kakek tertidur dan Kevin tidak merasa terusik akan kedatangan Cia. Cia pun segera meletakkan makanan yang dia bawa dan segera menyusun pakaian sang kakek ke lemari pakaian kecil yang tersedia diruangan itu. Setelah beberapa saat pintu ruangan Kevin menginap terbuka, dan terlihat suster sibuk membuka pintu. Cia pikir suster mau cek kondisi sang kakek, ternyata ada pasien yang akan masuk ke ruangan itu. Maklum ruangan untuk kevin terdapat tiga tempat tidur, dan pasti akan ada beberapa pasien baru akan memasuki ruangan itu.
“ maaf ya bu sedikit berisik” sahut sang suster yang saat ini sedang sibuk merapikan tempat tidur pasien di sebelahnya.
“ oh iya Sus tidak apa-apa, saya maklum kok” sahut Cia menjawab suster itu.
setelah suster itu selesai berbenah, Pasien yang akan di rawat inap itu pun sudah berbaring di ranjangnya. Terlihat pasien itu nampaknya masih muda, mungkin seumuran dengan Cia.
“ Kakak ini sakit apa Bu? Ucap Cia pada Ibu yang menjaga pasien di sampingnya, untuk memecahkan keheningan yang ada. Karena kedua pasien yang ada di ruangan itu nampak istirahat tenang, dan TV diruangan itu juga tidak menyala agar tidak mengganggu kenyamanan pasien.
“ sakit Asma nak, ucap sang ibu itu.
“ semoga cepat sembuh ya bu anaknya, terlihat anak ibu juga masih muda pasti anak ibu akan cepat sembuh” ucap Cia.
“ Amin, terima kasih ya nak, ouh iya Nama kamu siapa Nak? Sepertinya kamu juga seumuran dengan anak tante ini. Panggil saja Tante Rita nak” ucap Ibu itu.
“ Nama saya Cia tante, umur 16 tahun tante” ucap Cia
“ kamu seumuran dengan Anak tante ternyata, Siska juga 16 tahun ini kelas 1 SMA” ucap Tante Rita.
__ADS_1
“ iya tante Cia dengan Anak tante seumuran” ucap Cia.
“ ouh iya Nak, yang sakit ini ayah, atau kakek kamu?” Ucap Rita.
“ yang sakit Kakek Cia tante, Kakek sakit ginjal kronis” ucap Cia sedih.
“ mudah- mudahan kakek Cia juga cepat sembuh ya nak, ouh iya orangtua kamu kemana? Kenapa kamu yang menjaga kakek kamu? Kamu tidak ke sekolah? Ucap Rita yang baru ngeh bahwa Hanya Cia yang menjaga Kevin.
“ Cia Sudah tidak punya orangtua Tante, orang Tua Cia sudah lama meninggal. Hanya Kakek dan Mba Nadia yang Cia miliki tante” ucap Cia yang semakin sedih mengingat orangtuanya itu. Bahkan air matanya hampir lolos jatuh, dan saat ini mata Cia nampak berkaca-kaca.
“ maafkan Tante ya Nak yang mengungkit masa lalu kamu, tante tidak tahu nak” ucap Rita sembari mendekat ke Cia dan memeluk Cia yang terlihat sedih , bahkan hampir menangis.
“ Iya Tante, Cia tidak apa-apa kok” ucap Cia yang sambil menguatkan hatinya agar tidak menangis.
“ iya Tante, terima kasih” ucap Cia yang melepaskan pelukan tante Rita itu.
Setelah moment haru itu, tidak lama ruangan itu nampak hening kembali menerpa ruangan itu. Karena Rita pergi dari ruangan itu untuk menebus obat Siska setelah Suster memberikan surat resep. Sekitar 15 menit Rita datang Kembali dengan kantong plastik yang di tentangnya itu.
“ terima kasih ya Nak, telah menjaga anak tante” ucap Rita.
“ Iya Tante sama-sama, Siska tidak terbangun dan butuh sesuatu kok tante” ucap Cia dengan apa adanya itu.
Tidak lama kemudian, makanan siang pasien pun datang. Saatnya para pasien untuk makan siang.
__ADS_1
“Ini makan siangnya ya bu, mohon dihabiskan pasien. Dan setelah makan siang mohon obatnya diminum pasien juga ya bu” ucap suster yang mengantarkan makanan pasien tersebut.
“ Iya Sus, terima kasih” ucap Cia sambil menerima makanan untuk sang kakek dari suster itu.
“ Kakek, bangun kek makan siang dulu biar bisa minum obat setelah makanan” ucap Cia sambil menggoyangkan tubuh Kevin agar terbangun.
beberapa saat kemudian Kevin pun bangun, dan Cia segera merubah posisi tempat tidur dan meletakkan bantal dibelakang Kevin, agar Kevin tidak terlalu capek untuk duduk di ranjangnya itu. dan Cia pun menyuapi sang kakek dengan telaten dan makan siang Kevin pun habis. Setelah 5 menit Kevin selesai makan Cia pun membantu Kevin untuk meminum obatnya itu, dan habis minum obat. Kevin masih duduk seperti dia saat makan tadi, dan kevin juga menanyakan mengenai Nadia Cucunya,
“ Cia, bagaimana dengan Mba mu? Apakah dia marah karena kakek menutupi penyakit kakek ini? Ucap Kevin.
“ Mba Nadia bukan marah sama kakek, tapi Mba Marah sama Cia karena Cia ikut-ikutan menutupi penyakit kakek ini. dan Mba Nadia juga akan Datang besok kek, kata mba Nadia tadi di telp” ucap Cia
“ maaf ya Nak, karena kakek kamu, pasti sudah diamuk mba mu” ucap Kevin
“ nggak usah minta maaf kek, yang penting kakek sehat kembali” ucap Cia.
“ iya kakek pasti sembuh. Kamu sudah makan belum nak? Ucap kevin yang melihat ke arah meja nampak masih terlihat Rantang makanan itu masih rapi.
“ Cia makan setelah kakek tidur lagi, Kakek tidak perlu kuatir sama Cia” ucap Cia.
🌟🌟🌟🌟🌟
^^^Bersambung….. ^^^
__ADS_1