
Pagi tiba, Cia nampaknya membangunkan Kevin yang akan pulang lebih awal karena dia akan kembali sekolah.
“ kakek… kakek…” ucap Cia sambil menggoyangkan badan Kevin agar terbangun.
setelah beberapa panggilan akhirnya Kevin pun bangun.
“ kenapa Nak, apa ada sesuatu” ucap Kevin yang masih setengah sadar itu, efek baru bangun.
“ ini kek Cia mau pulang dulu, Cia mau sekolah nanti kakek dibantu dengan Tante Rita ya kek, semalam Tante Rita menawarkan membantu kakek saat Cia sekolah, dan Cia akan datang lagi setelah pulang sekolah kek” ucap Cia.
“ baiklah, kamu hati-hati di jalan ya Nak” ucap Kevin.
“ baik kek, Cia pergi dulu ya kek” ucap Cia sambil mencium telapak tangan Kevin dan setelah itu dia pun bergegas pulang.
*
setelah Cia sampai dirumah diapun segera membuatkan sarapan, setelah selesai Cia pun langsung mandi dan memakai seragam putih abu-abunya.
saat Cia saparan di meja, terdengar suara pintu terbuka. Cia pun melirik ke arah suara tersebut. Ternyata Nadia yang telah bangun dengan kondisi rambut yang masih berantakan.
“ Mba Nadia sudah bangun, cuci muka dan gosok gigi dulu mba, Abis itu sarapan ini sudah ada sarapan Cia masak tadi” ucap Cia.
“ memang kamu buat apa” Ucap Nadia.
“ Nasi goreng pakai sosis, bakso dan telur mba” ucap Cia.
__ADS_1
“ baiklah” ucap Nadia sambil bergegas ke kamar mandi.
5 menit kemudian Nadia pun ikut Bergabung sarapan. Ditengah sarapan Cia pun mulai membuka pembicaraaan agar bukan hanya terdengar suara centengan sendok dan piring saja.
“ Mba Kemarin kenapa bicara seperti itu, apa maksud perkataan mba? Pasti ada sesuatu ya yang tidak Cia Tahu? Karena tidak mungkin mba bicara tanpa sebab? Ucap Cia.
Nadia langsung menghentikan makannya.
“ ternyata ada niatmu mengajakku sarapan, baiklah akan aku kasih tahu yang sebenarnya bahwa kamu itu memang pembawa sial. Andai dulu mama tidak melahirkanmu pasti aku tidak akan kehilangan Mama, aku pasti tidak akan menjalani kehidupan yang seperti ini. Karena kamu lahir ke dunia ini hidupku menjadi berantakan, karena kamu juga sekarang kakek harus sakit. Harusnya kamu itu tidak lahir kedua ini, kamu itu pembawa sial dengan orang di sekelilingmu” puas kamu sekarang ucap Nadia dengan suara tinggi.
“ Mama meninggal karena sakit bukan karena Cia, mba Nadia tidak perlu menyalahkan Cia. Itu sudah takdir yang harus kita jalani. Kakek juga sakit bukan karena Cia, kakek sakit karena Tuhan sayang sama kakek, dan Tuhan sedang menguji kita Mba” ucap Cia yang tidak terima perkataan Nadia itu.
Ha…ha… ha…. Nadia tertawa dengan kata-kata yang di lontarkan Cia padanya.
“ jadi selama ini papa bohong sama aku” ucap Cia yang mengingat kembali setiap dia ulang tahun tidak pernah papanya ikut merayakan. Cia pun tidak pernah ada moment dengan sang papa saat ulang tahunnya.
Cia merasa dirinya seperti disambar petir mendengarkan perkataan Nadia dan mengingat kembali kejadian-kejadian saat tinggal dengan sang Papa sebelum berpulang pada sang Pencipta.
“ apa sekarang kamu percaya dengan omonganku, jadi sebaiknya kamu sadarkan diri kamu jadi kamu tidak perlu dekat-dekat denganku karena aku tidak mau tertimpa sial” ucap Nadia dingin sambil pergi meninggalkan Cia.
*
“Jadi ini alasan Mba Nadia tidak suka denganku, dan ternyata papa sedih karena saat aku lahir mama meninggal” batin Nadia.
setelah beberapa saat kemudian Cia pun akhirnya berangkat ke sekolah.
__ADS_1
di sekolah Cia terlihat tidak semangat seperti biasanya, Cia terlihat murung dan sedih.
“ Cia kamu kenapa sih? Udah tenang saja aku Yakin kakek kamu pasti sembuh kok” ucap Citra sahabat Cia.
“ aku tidak sedih karena kakek kok” ucap Cia.
“ jadi mukamu kusut jelek begini karena siapa lagi coba? Ucap Citra.
“ aku hanya sedang berpikir bahwa aku sangat tidak berguna dan beban saja” ucap Cia.
“ ngawur kamu kalau ngomong, jelas kamu itu berguna dan tidak beban. Murid teladan sepertimu beban dan tidak berguna, terus aku ini apa dong? Ucap Citra.
“ bukan seperti itu maksud aku Siska cantik” ucap Cia
“ jadi karena apa? Cerita dong makanya memang saya cenayang gitu yang tahu isi hatimu itu” ucap Siska.
“ lain kali ya Sis, saat ini aku masih bingung mulainya dari mana” ucap Cia.
“ Ok, tapi kamu hutang cerita sama aku ya” ucap Siska.
“ Iya bawel, pasti aku ceritain” ucap Cia.
🌟🌟🌟🌟🌟
^^^Bersambung….. ^^^
__ADS_1