Menuju Bahagia

Menuju Bahagia
Nadia???


__ADS_3

Suasana di halte tempat Nadia dan Cia seperti biasanya terasa sunyi, Karena cia dan Nadia hanya duduk manis tanpa berkata apapun. Hanya sesekali terdengar suara kendaraan yang pada lewat di jalan raya. Mereka terlarut dengan pemikirannya masing-masing. Saat angkot tiba mereka pun pergi ke sekolahnya masing-masing Seperti biasanya.


*


di tengah kebun yang tidak terlalu luas yang berukuran 200x 80 Meter, kevin tampak sibuk mengurus perkebunannya yang saat ini sedang menyiangi rumput-rumput liar yang terdapat di tanaman cabenya, nampaknya kevin begitu sungguh- sungguh dalam bekerja walaupun saat ini terik matahari. Air keringat Kevin pun bercucuran di dahi dan punggungnya, walaupun Kevin sudah tua. Namun kevin begitu semangat bekerja, agar kedua cucunya Tidak kekurangan apapun untuk biaya sekolahnya maupun untuk kebutuhan mereka sehari-hari.


“ Kek, kakek sudah tua namun akhir-akhir ini semakin lama kakek semakin sering ke kebun bercocok tanam. Sebelumnya kakek kan sudah menyewakan kebun kakek ini pada Pak Toto tetangga sebelah, kenapa sekarang kakek yang mengelola lagi?” Ujar pak Trisna tetangga Kevin.


“ bila saya sewakan, maka hasil yang aku Terima tidak sebanyak bila aku yang mengelola pak” sahut Kevin.


“ Iya sih Kek, tapi kan kakek ini sudah tidak muda lagi, harusnya kakek sudah bisa santai dan tidak perlu capek- capek, lagian juga tanpa kakek kerjakan sendiri juga kakek kan masih terima hasilnya dari sewaan kebun ini” ucap Pak Trisna.


“ benar perkataan mu pak, tapi saat ini saya perlu biaya yang lebih untuk memenuhi kebutuhan cucu-cucuku pak, bapak sudah tahu sendirikan bahwa kedua cucu-cucuku sudah yatim piatu. Aku pun harus bertanggung-jawab pada kedua cucuku menggantikan kewajiban mediang anak aku!” Jawab Kevin.


“ benar juga perkataan kakek, tapi ingat jaga kesehatan ya Kek, Jangan terlalu dipaksakan apalagi saat ini terik sekali mataharinya kakek perlu istirahat dan bila sudah lumayan berkurang teriknya kakek dapat lanjutkan kembali, Lagian ini sudah jam 12 siang kek” ucap Pak Trisna.


“ Iya pak, ini aku juga Mau berteduh cuma tanggung sedikit lagi selesai barisan ini aku kerjakan” ucap Kevin.

__ADS_1


“ ya Udah Kek, sini aku bantuin supaya kita sama- sama berteduh” ucap Pak Trisna sambil mencabuti rumput liat yang ada pada tan aman cabe milik Kevin. Kevin dan Trisna akhirnya sama- sama mencabuti rumput liat yang ada di tanaman cabe, dan setelah barisan itu selesai dikerjakan, Kevin dan Trisna pun berteduh dan sambil berbincang- bincang di pondok milik Kevin.


Jam 1 siang, setelah Cia sampai dirumah Cia pun segera berganti seragam dan makan siang. Setelah 20 menit selesai makan Cia pun bergegas berangkat ke kebun untuk membantu sang kakek.


“ kakek… ucap cia sambil berjalan mendekati Kevin.


“ Cia, kamu datang Nak” sahut kevin menjawab cia yang memanggil dirinya, dan melihat cia yang berjalan mendekatinya sambil tersenyum.


“ Iya Kek, cia datang untuk membantu kakek” sahut Cia, sambil mencabut rumput liar seperti yang kakeknya lakukan.


Cia dan Nadia sangat bertolak belakang akan sikap dan sifatnya.


Nadia akan selalu banyak memberikan alasan bila Kevin minta Nadia ikut membantunya di Kebun sepulang sekolah. Walaupun terkadang Nadia sering berbohong agar tidak ikut ke kebun, kevin tidak terlalu menuntut Nadia Karena selama ini memang kedua cucunya tidak pernah ke kebun, serta hidup mereka juga sebelumnya bisa dibilang diatas berkecukupan.


Karena mendiang Indra dulunya bekerja sebagai General Manager di sebulan perusahaan besar Di Jakarta.


Kedua cucunya Mau tinggal dengan dirinya di kampung Kevin sudah merasa senang karena kevin memang tidak pernah bekerja di Kota sehingga Kevin memutuskan menbawa kedua cucunya tinggal di kampung halamannya.

__ADS_1


dulu kevin sempat merasa bahwa kedua cucunya tidak akan betah tinggal di kampung mengingat perbedaan dari segala sesuatu.


bisa dikatakan sangat ber banding jauh sekali kehidupan mereka di Jakarta dan di kampung.


*


setelah matahari mulai tenggelam yang menunjukkan jam 5 sore Kevin dan Cia pun pulang ke rumahnya seperti biasanya, Kevin akan selalu pulang jam 5 sore dari Kebun kecuali ada hal yang penting baru akan pulang Sesuai dengan jam keperluannya, seperti pergi kesekolah Cia dan Nadia mengenai rapat antara guru dan orangtua dan hal lainnya.


setelah tiba di rumah, kevin dan Cia pun segera membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri Kevin sedikit bingung kenapa Nadia tidak kunjung muncul, biasanya kevin dan Cia akan selalu mendapati Nadia dirumah kadang lagi masak atau menyiram tanaman. Namun kali ini Nadia tidak memperlihatkan dirinya sampai Cia dan kevin selesai bersih- bersih. Karena Nadia tidak kunjung memperlihatkan dirinya kevin pun mencari serta memanggil namanya.


“ Nad… Nadia… panggil Kevin sambil melihat ke kamar Nadia dan Kevin tidak menemukan Nadia. Kevin pun lalu berahli ke dapur juga tidak melihat Nadia, Namun pandangan Kevin pun terhenti melihat Selembar kertas yang ada di atas tudung saji makanan yang berada di atas meja. kevin pun mengambil kertas itu dengan hati yang tidak tenang.


🌟🌟🌟🌟🌟


Mohon silahkan tinggalkan komentar serta masukannya ya para teman-teman, kakak-kakakku sayang!


^^^Bersambung ^^^

__ADS_1


__ADS_2