
Sudah larut malam Kevin masih tidak bisa juga menghubungi Nadia, Kevin pun semakin Tidak tenang dan kuatir mengenai Nadia.
Akhirnya Kevin pun memutuskan untu istirahat dan akan akan mencoba menghubungi Nadia lagi.
*
Cia sarapan di meja makan dan Kevin nampak sibuk dengan ponselnya menghubungi Nadia yang tidak kunjung mengangkat Telp darinya.
Cia yang melihat hal itu pun, membuatnya kesal karena Mba nya tidak kunjung memberikan kabarnya pada kakeknya yang saat ini sangat mengkuatirkan mba nya itu.
“ kakek Sarapan dulu saja kek, nanti dilanjutkan lagi kek telp mba Nadianya, lagian Mba Nadia juga tidak mengangkat Telp dari kakek, kakek sarapan saja dulu siapa tahu, mba Nadia masih tidur” ucap Cia menenangkan sang kakek yang saat ini dilanda kegelisahan.
“ Kakek belum bisa tenang ini nak memikirkan mba mu ini, kenapa mba mu ini tidak segera mengangkat telp Kakek coba, jika mba mu sudah mengangkat telp kakek baru kakek bisa tenang nak!” Sahut Kevin.
“ ya sudah kalau begitu kek, kakek dapat juga saparan sambil mencoba menghubungi Mba Nadia lagi kek” ucap Cia.
“ iya nak” ucap Kevin sambil menyendokkan bubur yang ada di mangkoknya ke mulutnya.
Cia yang melihat kakeknya menyantap saparannya pun kembali melanjutkan melahap sarapannya juga.
Setelah selesai sarapan Cia pun pamit pergi ke sekolah sepertinya biasanya walaupun saat ini dia berangkat sendiri karena Nadia tidak pergi ke sekolah karena menurut surat yang ditinggalkannya Nadia pergi ke Jakarta.
Kevin yang biasanya sudah berada di kebun pun saat ini berada di rumahnya, karena pikirannya saat ini masih di rundung kekuratiran yang sangat besar, sebab Nadia masih dah tidak kunjung mengangkat telp nya itu.
* bila Kevin sedang dilanda kegelisahan namun saat ini sangat berbeda di sebuah rumah yang cukup mewah yang berada di Jakarta.
Nadia saat ini terlihat tidur sangat nyeyak dirumah Shandy Samudra teman Sekolah serta sahabat Nadia yang di Jakarta.
Shandy yang melihat sahabatnya yang tertidur nyeyak dikamar tamu itupun geleng- geleng kepala melihat sahabatnya yang telah lama tidak bertemu.
…dum…dum…dum…
__ADS_1
( suara musik lagu yellow coldpaly)
anggap aja kayak gitu ya bunyinya🤣🤣🤣
look at the stars
look how they Shine for you
And everything do you
Yeah, they were all yellow
Shandy yang mendengarkan suara Ponsel Nadia pun segera menghampiri dan mengambil ponsel Nadia.
Kakek… Calling begitu tulisannya di Ponsel Nadia yang saat ini berbunyi dilihat Shandy.
Shandy pun membangunkan Nadia yang tidak terganggu dengan suara ponselnya yang berbunyi itu.
Shandy sungguh tercengang melihat ponsel Nadia yang terdapat 130 Telp yang tidak terjawab di layar ponsel Nadia.
Shandy pun segera membangunkan Nadia agar segera tersadar dan segera mengangkat telp nya yang berbunyi daritadi itu.
“ Nad… bangun Nad… kakekmu dari Telp lu, tapi lu nggak dengar sama sekali! Ucap Shandy sambil menggoyangkan tubuh Nadia lebih bertenaga agar Nadia segera terbangun.
“ Shan…. Masih ngantuk” ucap Nadia dengan suara khas bangun tidur dengan mata yang masih merem menyahut Shandy.
Shandy sungguh tidak habis pikir dengan sahabatnya itu yang masih dapat tidur tenang dengan ponselnya yang terus berbunyi bahkan sampai ratusan kali ponselnya itu berbunyi namun Nadia tidak segera bangun. Melihat Nadia yang tertidur kembali Shandy pun membiarkan sahabatnya itu tertidur tenang, mengingat cerita Nadia yang mengalami perubahan hidup yang dibilang sangat menurun drastis itu pun membiarkan sahabatnya itu tertidur lagi.
Shandy pun keluar dari kamar tamu itu dan turun ke bawah ke ruang makan untuk sarapan, yang telah duduk tegap sang Papap dan Kakaknya serta Mamanya juga.
Selamat pagi Papa dan mamaku Sayang, dan selamat pagi Juga Abang sayangku ucap Shandy sambil mencium muka pada mama dan papanya, Namun saat Shandy mencium Abangnya itu James Samudra langsung mencium balik pipi sang adik kesayangannya itu.
__ADS_1
James sangat menyayangi Shandy setelah dia pernah kehilangan adiknya untuk selama-lamanya saat Shandy belum lahir. James mencurahkan semua rasa sayangnya pada Shandy yang kini tidak dapat lagi dia berikan pada Sandra Samudra.
James dulu tidak terlalu dekat denga mendiang Sandra, namun saat Sandra jatuh sakit dan tidak dapat selalu didekatnya membuat dirinya begitu menyesal saat Sandra yang selalu mengajak dirinya bermain boneka barbie James selalu menolaknya, karena baginya bermain boneka itu sangat tidak mencerminkan dirinya sebagai laki-laki, karena dulu baginya laki-laki itu harus bermain robot dan mobil-mobilan. Sehingga dulu James tidak pernah mau menemani Sandra saat Sandra mengajaknya bermain boneka. Namun setelah Sandra di Vonis sakit Kanker Darah stadium akhir James begitu menyesal karena dirinya tidak bisa lagi memutar waktu untuk menemani Sandra bermain. James sungguh merasa terpukul saat kehilangan adiknya dulu, karena itulah James sekarang melimpahkan kasih sayangnya pada Shandy untuk menebus rasa bersalahnya pada Mendiang Sandra sang adik malangnya itu.
Melihat James dan Shandy yang begitu akrab dan saling menyayangi orangtuanya begitu senang. Hati orangtua mana yang tidak senang apabila melihat anak-anaknya saling menyayangi dan kompak.
disela sarapannya Shandy bilang pada James bahwa dia akan ke mall setelah sepulang sekolah, karena James sangat menjaga Shandy apapun yang akan dilakukan Shandy, James akan mengetahui apapun yang dilakukan Adiknya itu. Karena James mempekerjakan seorang mata-mata dari kejauhan untuk menjaga dan melapor kegiatan sang adik.
Awalnya Shandy tidak mengetahui mengenai mata-mata yang dipekerjakan sang Abang kesayangannya itu, namun akhirnya Shandy mengetahui hal itu karena Shandy pernah berbohong pada abangnya karena mau ke mall bersama teman-teman sekolahnya dirinya harus bolos dari less belajarnya.
James marah pada Shandy bukan karena menghabiskan uangnya di mall namun James marah karena Shandy yang berbohong dan bolos dari Less nya, bila Shandy ingin ke mall James akan memberikan izin tanpa harus bolos dari Less. Walaupun Shandy sangat dia manjakan namun James akan marah pada Shandy apabila adiknya itu melakukan sebuah kesalahan.
Karena hari ini ada jadwal Shandy Less sehingga diapun info ke Abangnya pergi ke mall karena bila sudah minta izin begini pastinya Shandy akan tidak masuk Less.
“ Abang…. Hari ini Shandy mau ke mall ya bang please! Ucap Shandy dengan muka melas dan Imutnya.
melihat adiknya yang begitu menggemaskan itu James pun pastinya akan sulit menolak permintaan sang adiknya itu, karena bila ditolak pun Shandy akan selalu dapat meluluhkan hatinya.
“ ok, Abang izinkan namun jangan terlalu sering izin tidak masuk Less ya dek karena itu juga merugikanmu yang ketinggalan pelajaran” sahut James.
“ makasih Abang sayangku” sahut Shandy gemes yang mendapatkan izin dari sang Abang sambil bergelut di lengan sang abangnya itu.
Papa dan mamanya yang melihat tingkah anak bungsunya itu hanya dapat tersenyum manis.
rasanya mereka dapat mengobati kesedihannya yang selalu merindukan Sandra, putrinya yang telah berpulang pada sang pencipta mendahului mereka. Terkadang Rizky Samudra sang Pada dan Cindy Widjaja sang Mama sering merindukan Sandra, mereka sangat terpukul saat kehilangan sang putrinya itu. Sering juga rasa penyesalan selalu muncul di benaknya karena dulu mereka selalu sibuk dengan bisnisnya dan sangat jarang bersama anak- anaknya. Sehingga setelah kepergian sang Putri Nyonya Cindy Samudra itu memutuskan tidak bekerja lagi dan membiarkan sang suami yang melanjutkan pekerjaannya. Cindy menjadi Ibu rumah tangga setelah Sandra pergi meninggalkan mereka untuk selamanya.
sehingga Cindy pun melimpahkan kasih sayangnya pada kedua anaknya, Rizky juga setuju dengan keputusan sang istrinya saat itu karena setelah dipikirkan bahwa waktu mereka memang lebih banyak saat bekerja dan bisa dihitung berapa kali dalam satu minggu bertemu dengan kedua anaknya dulu sebelum Shandy lahir.
🌟🌟🌟🌟🌟
^^^Bersambung…..^^^
__ADS_1