
Seminggu lebih telah berlalu, akhirnya Kevin, Nadia dan Cia pun pulang kembali ke kampung.
setelah mereka tiba di kampung aktivitas mereka juga mulai seperti biasanya hanya Cia yang merasakan suasana yang baru karena saat ini dirinya sudah mulai memakai seragam Putih biru, setelah sudah 6 tahun Cia memakai seragam merah putih itu. Nampaknya gadis kecil yang sedang menginjak remaja itu begitu antusias sekolahnya itu. Nadia juga tidak kalah antusias nya untuk sekolah apalagi Kevin yang akhirnya setuju dengan usulannya yang akan kuliah di Jakarta, Nadia begitu semangat belajar dan sekolah.
bila kedua cucunya begitu semangat belajar dan sekolah, Kevin pun tidak mau kalah dengan kedua cucunya itu. Kevin pun begitu semangat ke kebun untuk bercocok tanam.
tidak terasa satu tahun berlalu, akhirnya Nadia pun pergi ke Jakarta untuk kuliah. Sebenarnya Kevin ingin mengantarkan Nadia ke Jakarta namun Nadia menolak, alasannya mending ongkos sang kakek dia gunakan untuk keperluan kuliahnya saja. Setelah mendengarkan penjelasan Nadia, Kevin pun akhirnya setuju dan Nadia pun berangkat sendiri ke Jakarta.
seminggu sebelum Nadia berangkat ke Jakarta Kevin tentu sudah memberikan nasihat pada Nadia, seperti tidak boleh pulang larut malam, jangan salah pergaulan, tidak boleh berhura-hura, harus bisa jaga diri, menghormati orang yang lebih tua, menghargai teman dan lainnya.
Sekarang Kevin hanya tinggal bersama dengan Cia karena Nadia sudah di Jakarta untuk kuliah, dan hanya beberapa kali saja bertukar kabar by telp.
Kevin dan Cia pun aktivitasnya sama seperti sebelumnya, Cia akan selalu membantu Kevin di kebun setelah pulang sekolah seperti hal yang biasa dilakukan, bila dulu Cia masih sering bermain di kebun. Namun sekarang Cia tidak pernah bermain di kebun lagi, mungkin karena faktor pemikiran yang mulai dewasa.
*
di siang hari Kevin begitu terlihat berkeringat yang saat ini sedang panen jagung itu, Kevin tidak sendirian ada beberapa pekerja uang membantu Kevin.
“ kakek tidak perlu capek-capek, biar kami saja yang melakukan ini kakek istirahat saja” ucap salah satu pekerja Kevin yang melihat Kevin yang telah bermandi keringat itu.
“ tidak apa-apa nak, biar cepat selesai. Bila kakek capek nanti akan istirahat” ucap Kevin.
__ADS_1
“ ya sudahlah, bila begitu kemauan kakek” ucap salah satu pekerja itu sambil melanjutkan aktivitasnya itu memanen jangung kakek Kevin.
Sekitar jam dua siang nampak Cia datang ikut membantu Kevin serta beberapa pekerja yang Kevin itu.
“ wah, hasil panennya banyak ya kek” ucap Cia yang melihat begitu banyak tumpukan jangung yang telah dipanen Kevin dan pekerja itu.
“ iya Nak, syukurlah hasil panen jangung kita ini bagus. Jadi biaya sekolah dan kuliah mba mu terpenuhi” ucap Kevin.
“ iya kek” ucap Cia sambil ikut memanen jagung- jangung itu.
Matahari pun mulai tenggelam menunjukkan sore jam lima, acara panen jangung pun akan dilanjutkan besok kembali. Karena panen jangung ya tidak bisa dituntaskan dalam sehari penuh.
setelah membereskan hasil panen jangung yang hari ini dikerjakan para pekerja itu pun pamit pulang. dan tidak lama Kevin dan cia pun pulang setelah merapikan segala peralatan makan yang mereka pakai itu.
Setelah selesai bersih-bersih Kevin dan Cia pun segera makan karena perut mereka sudah lapar mungkin karena tenaga mereka terkuras saat panen jangung tadi.
setelah selesai makan Kevin pun ke ruang tamu menonton berita seperti biasanya, maka Cia juga sama setelah merapikan meja makan dan mencuci piring Cia pun ke kamarnya untuk belajar.
*
Tidak terasa dua tahun pun telah berlalu, Kevin pun semakin tua dan sudah mulai tidak kuat lagi bekerja di Kebun miliknya itu. Sehingga sekarang Kevin pun mempekerjakan orang lain untuk mengurus kebunnya itu dan dibantu pantau dengan Cia.
__ADS_1
Kevin yang mulai tua itu pun mulai sakit-sakit, sehingga Cia kadang marah sama sang kakek bila Kevin masih terlihat mengurus kebun yang disamping rumahnya itu.
“ kakek, kenapa kakek ada disini, dan kenapa kakek tidak istirahat didalam rumah? Ucap Cia yang mendapati sang kakek di kebun sebelah rumah mereka itu.
“ kakek, tidak ngapa-ngapain kok nak disini, kakek hanya jalan keliling saja” ucap Kevin mengelak karena Cia akan semakin cerewet bila dirinya ketahuan sedang merawat pohon-pohon mentimun itu.
“ bila kakek hanya berkeliling saja, terus kenapa tangan kakek kotor seperti ini? Ucap Cia yang melihat tangan sang kakek kotor dan bercampur tanah itu dan memperlihatkan tangan kakek yang kotor itu.
“ ini anak memang tidak bisa dikibuli” batin Kevin dalam hati.
“ kakek hanya bosan saja nak di rumah” ucap Kevin apa adanya karena dirinya merasa bosan dirumah sehingga dia pun ke kebun untuk mencabuti rumput-rumput liar yang di tanaman mentimun itu.
“ tapi kakek itu belum sembuh total lho kek, kakek itu harus istirahat total. Dan bila kakek sudah sembuh total juga sudah tidak bisa lagi berkebun” ucap Cia yang begitu protektif dengan kesehatan sang kakek.
“ baiklah” ucap Kevin dengan suara lemas mendengar ucapan sang cucu yang begitu protektif dengan kesehatannya itu.
“ ya sudah kakek, duduk dulu di teras. Cia buatkan air hangat dulu buat mandi kakek” ucap Cia sambil berjalan ke dapur untuk merebus air untuk membuat air hangat pada Kevin.
“ baiklah Cucu cerewetku” ucap Kevin.
🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1
^^^Bersambung….. ^^^