
“ Nadia tidak tahu kek, memang Cia menangis kek? Kapan Cia menangis dan apa Cia punya masalah di sekolah kek?” Ucap Nadia. Bukannya menjawab pertanyaan Kevin Nadia malah justru bertanya balik pada Kevin.
Kevin menarik nafas mendengar pertanyaan yang Nadia berikan, berharap cucu sulungnya dapat memberikan jawaban malah Nadia tidak tahu apa-apa mengenai adiknya. “Cia tadi menangis sampai matanya bengkak akibat menangis dan sampai cia tertidur diruang tamu dengan kondisi yang sungguh mengejutkan kakek, karena selama ini adikmu itu tidak pernah sesedih itu kakek lihat.
“ bagus berarti aku aman ternyata anak itu tidak cerita sama kakek” batin cia setelah mendengarkan penjelasan Kevin.
“ Nad, kamu harus lebih peduli lagi dengan adikmu nak, kamu tahu sendiri bahwa adikmu itu orangnya tertutup walaupun adikmu itu periang” ucap Kevin. “ iya kek, akan Nadia lakukan, sebagai kakak Nadia akan melindungi cia kek, karena hanya cia adik Nadia satu-satunya kek, dan kakek tenang saja kek, Nadia tidak akan membiarkan siapun membuat cia sedih karena Nadia begitu menyayangi cia kek” sahut Nadia. Kevin begitu bersyukur karena Nadia menyayangi cia, walaupun terkadang Kevin susah mengarahkan Nadia, namun Nadia begitu menyayangi adiknya.
“ iya nak, kalian harus saling menyayangi satu sama lain, karena hanya kalian berdua yang paling berharga bagi kakek. Dengan kalian saling rukun dan damai kakek sudah sungguh senang” sahut Kevin.
*
sinar matahari sudah mulai menunjukkan keberadaannya, dirumah sederhana Kevin rutinitas seperti biasanya seakan terasa berbeda.
__ADS_1
karena selama ini Cia sudah ramai dengan semua celotehannya, namun cia segera terdiam setelah melihat Nadia muncul dekat dengan dirinya. Cia merasa tidak nyaman karena masalah yang terjadi kemarin, dan cia masih merasa masalah kemarin itu pasti ada hal yang tidak dia ketahui. Karena selama ini Cia tidak mengetahui mengenai hal kematian sang mama, karena selama ini Papanya mengatakan bahwa mamanya meninggal karena sakit yang diderita mamanya, dan bukan karena seperti perkataan sang kakak.
Nadia melihat Cia tidak seperti biasanya namun Nadia tidak ambil pusing, yang penting bagi Nadia sang kakek tidak mengetahui mengenai masalah kemarin. Tapi walaupun kakek mereka belum mengetahui masalah ini, Nadia akan segera angkat bicara pada Cia.
Kevin dan kedua cucunya setelah selesai sarapan kedua cucunya pun berangkat ke sekolah. Setelah kedua cucunya sudah tidak terlihat dari rumah, Kevin pun segera bergegas ke kebun untuk melakukan rutinitasnya seperti biasanya. Kevin sangat semangat kerja dikebun miliknya walaupun kebunnya tidak banyak dan luas, tapi dapat memenuhi kebutuhan dan menabung untuk biaya pendidikan kedua cucunya. Walaupun ada tabungan mediang Indra ditinggalkan beserta asuransi Indra dari kematiannya, namun Kevin tidak mengotak- atik tabungan tersebut. Kevin masih bekerja untuk biaya pendidikan dan kebutuhan mereka bertiga, bagi Kevin tabungan Indra akan mereka gunakan apabila dirinya sudah tidak dapat bekerja atau digunakan untuk biaya yang tidak terduga.
Walaupun Kevin sudah tidak setangguh semasa mudanya bekerja, namun Kevin begitu ulet bekerja dikebunnya walaupun bila tiba saat panen Kevin selalu mempekerjakan beberapa orang untuk membantunya memanen hasil perkebunannya.
*
“ Cia mengenai perkataan Mba yang kemaren, jangan sampai diketahui kakek ya! Jika hal ini sampai kakek tahu awas kamu ya! Ucap Nadia.
“ memang bila kakek tahu kenapa mba? Cia juga ingin tahu mengenai mama kita mba”Sahut Cia.
__ADS_1
“pokoknya kakek tidak boleh tahu mengenai kejadian kemarin, memang kamu mau kakek terkejut bila sampai kakek tahu kita berantam dan membuat kakek bersedih dan sakit? Ucap Nadia. “ Cia tidak mau mba, jika kakek sampai sedih dan sakit karena kita sudah tidak punya siapa-siapa lagi mba selain kakek. Cia tidak akan cerita apapun mengenai kejadian kemarin mba, Cia janji tidak akan pernah membocorkan masalah ini sama kakek mba” sahut Cia.
“ bagus, ini namanya baru adiknya mba, aku pegang janjimu awas sampai kami bohong” ucap Nadia. “ Baik mba, cia janji ” jawab cia sambil mengangkat tangannya dan jarinya membentuk tanda ✌️.
“Tapi apakah Cia boleh bertanya mba? Kenapa mba berkata begitu kemarin, apakah memang benar mama kita meninggal saat melahirkan Cia mba? Tanya Cia.
Mendengar pertanyaaan Cia, Nadia pun bingung mau bagaimana menjawab pertanyaan Cia akibat perkataannya kemarin.
“Kenapa kamu bertanya begitu, kamu itu masih kecil tidak perlu tahu mengenai hal yang dewasa, kamu pikirkan saja sekolah kamu sebentar lagi akan masuk SMP, jadi tidak perlu mengerti mengenai hal yang bukan urusanmu” sahut Nadia sambil berjalan cepat meninggalkan cia yang bingung dengan sikap mbanya yang menurut Cia begitu aneh.
“ ada apa dengan mba Nadia? Kenapa mba Nadia kesal dengan pertanyaanku? dan kenapa mba Nadia bilang mengenai perkataan nya yang kemaren kakek tidak boleh sampai tahu? Apakah ada yang mba Nadia dan kakek sembunyikan dari aku ya” batin Cia sambil berjalan mengejar Nadia yang telah berada jauh dari hadapannya Karena Nadia berjalan terburu- buru.
🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1
^^^Bersambung….^^^