
7 bulan kemudian, Cia menjadi Super sibuk karena harus membagi waktunya mengurus kebun dan sekolah dan tentunya merawat sang kakek.
Walaupun Cia menjalani hidup yang bisa dikatakan tidak seperti pada teman seumur nya Cia nampaknya tidak mempermasalahkan hal itu, karena Cia memang sudah tidak memiliki orang tua. Sehingga Cia pun tahu diri, walaupun terkadang Cia sering dikucilkan karena para temannya karena tidak pernah ikut bergabung nongkrong.
Hanya Siska yang beda dari yang lain, walaupun Siska anak orang kaya namun Siska suka berteman dengan Cia. karena menurutnya Cia orangnya tidak suka menjelekkan orang lain dan terlebih Cia orangnya pinter.
terbukti pintar karena Cia selalu Suara umum terus. Bahkan Siska bersyukur karena Cia mau berteman dengannya walaupun Siska tidak pintar seperti Cia.
saat ini Cia sedang membawa gorengan dan minuman teh di Termos, ke kebun.
Saat Cia sudah sampai, Cia pun memanggil para pekerja untuk istirahat menikmati hidangan kecil yang dia bawakan.
Cia memang mempekerjakan 2 orang untuk membantunya, karena Cia bisa ke kebun saat pulang sekolah atau libur saja. Bila Cia tidak mempekerjakan orang lain, pastinya kebunnya akan tidak terawat karena waktu yang dia miliki lebih banyak di sekolah.
setelah sore Cia dan 2 orang pekerja itu pun pulang. Saat Cia sudah sampai rumah Cia pun segera bersih-bersih dan habis itupun dia memasak untuk makan malam mereka.
Akhirnya Cia pun selesai memasak dan menata makanannya di meja makan.
“ kakek, apakah sudah lapar?” Ucap Cia sambil duduk di samping Kevin di ruang tamu.
“ kakek belum lapar Cia, nanti saja makan setelah lapar” ucap Kevin.
“ baiklah kek, oh iya kita besok kita cek up ya kerumah sakit, Cia sudah janji dengan dokter agar Cek up nya siang aja, supaya Cia tidak perlu izin tidak masuk sekolah kek” ucap Cia.
“ ouh iya Nak, kakek saja lupa bila besok jadwalnya harus ke dokter” ucap Kevin.
__ADS_1
“ tidak apa-apa kek yang penting Cia tidak ikut lupa” ucap Cia.
*
sepulang sekolah Cia langsung mandi dan siap-siap ke rumah sakit dengan kakek untuk cek up.
bila biasanya mereka ke rumah Sakit, Namun kami ini mereka naik motor. Setelah Cia pikirkan sangat boros bila naik taksi kemana-mana, akhirnya 2 minggu yang lalu Cia pun membeli motor matik, agar bila pergi tidak perlu repot repot.
setelah tiba di rumah sakit dan selesai cek up, Cia membawa Kevin jalan-jalan ke pantai. Karena pasti Kevin sangat jenuh dirumah saja, sehingga Cia pun membawa Kakek ke pantai untuk mengganti suasana agar tida terlalu penat.
*
1 tahun kemudian kondisi kevin menurun, bahkan saat ini kevin harus kembali di rawat inap, karena kondisinya Drop.
Cia pun sudah berikan kabar ke Nadia mengenai kondisi kakek, dan Nadia pun akan segera pulang dari Jakarta.
Cia yang mendengarkan penjelasan dokter mengenai kondisi Sang Kakek begitu terpukul,
Karena dua minggu yang lalu saat Cek Up sang kakek baik-baik saja.
namun saat siang tadi Cia sungguh terkejut saat mendapati sang kakek dengan keadaan tanpa sadar di rumah.
saat ini Kevin harus dirawat di Ruang ICU, karena kondisi kevin sangat tidak memungkinkan untuk dirawat dilamar inap biasa.
Apalagi saat ini Kevin masih belum sadarkan diri. Cia pun begitu sangat sedih, karena sang kakek belum juga sadarkan diri.
__ADS_1
Cia selalu berdoa agar Kevin cepat sadar dan sembuh lagi.
Hari pun telah berganti namun kevin juga belum sadarkan diri, Cia pun hanya dapat memohon pada Tuhan lewat doa agar kakeknya segera pulih kembali.
saat ini Cia hanya dapat menatap sang kakek lewat kaca saja, karena tidak bisa menjenguk secara langsung. Bila menjenguk secara langsung itupun hanya beberapa menit dan hanya bisa 2 kali saja dalam sehari.
sore pun tiba, keliatan Nadia datang dengan jalan terburu mendekati Cia yang duduk didepan ruangan tidak jauh dari Ruang ICU itu.
“ bagaimana kondisi kakek sekarang? Apa kata dokter? Ucap Nadia,
“ Mba” ucap Cia sambil menangis memeluk Nadia.
“ kakek mba, sampai saat ini belum sadarkan diri” ucap Nadia dengan nada tersendat- sendat karena Cia masih menangis diperlukan Nadia.
“ apa yang memang dokter katakan?” Ucap Nadia sambil melepaskan pelukan Cia.
“ kondisi kakek sangat drop mba, dan kemungkinan pulih kembali sangat kecil” ucap Cia.
“ kok bisa? Bukannya saat cek up terakhir kondisi kakek baik-bain saja?” Ucap Nadia.
“ Cia juga tidak tahu mba, kenapa kakek tiba- tiba drop!” Ucap Cia
Nadia pun hanya bisa menghela napas, mendengar penuturan Cia.
🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1
^^^Bersambung….. ^^^