Menuju Bahagia

Menuju Bahagia
Berlibur ke Jakarta


__ADS_3

Libur sekolah pun telah tiba, seperti Janji Kevin pada kedua cucunya itu. Kevin akan mengajak mereka saat libur panjang sekolah tiba.


saat ini mereka pun sibuk membenahi koper yang akan mereka bawa ke Jakarta dan membaca pakaian mereka saat di jakarta nanti.


mereka begitu sangat senang Karena Besok mereka akan berangkat ke Jakarta.


Pagi pun tiba, Kevin dan kedua cucunya sudah berada di bandara tempat orang berpisah dan bertemu.


Akhirnya Kevin, Cia dan Nadia Check in. Di dalam pesawat mereka pun tertidur, mungkin karena bangun terlalu awal sehingga mereka tertidur di pesawat.


setelah tiba di bandara Soekarno Hatta, mereka pun bergegas menuju ke arah taksi agar mereka langsung ke tujuan mereka yaitu ke rumah Tempat tinggal Nadia dan Cia sebelumnya. Awalnya Nadia dan Cia pikir mereka akan menginap di hotel ternyata mereka akan tinggal dirumah mereka yang sebelumnya. Nadia dan Cia juga bertanya pada Kevin kenapa mereka bisa ke rumah lama mereka, tentu karena Kevin tidak menjual rumah peninggalan anaknya itu mengingat Indra memiliki dua putri. Tentu Cia dan Nadia berhak atas rumah itu, terlebih rumah tersebut sudah diwariskan Pada Cia putri bungsunya itu sedangkan pada Nadia diwariskan sebuah apartemen. Untuk hal ini tentu saja Cia dan Nadia tidak mengetahui mengenai hal ini, karena Indra tidak pernah membicarakan hal ini sebelumnya dan Kevin juga baru mengetahui hal ini setelah kematian sang putra yang meninggalkan surat wasiat yang ditinggalkannya melalui pengacaranya.


Setelah tiba di rumah papa Indra, Kevin pun mengajak Nadia dan Cia beres-beres mengingat rumah itu sudah lama tidak dihuni.


Tidak terasa satu jam berlalu mereka pun sudah selesai beres-beres.


“ Nadia, Cia ayok nak kita belanja dulu untuk kebutuhan selama kita disini, karena bahan makanan tidak ada sama sekali” ucap Kevin.


“ ayok kek,” ucap Nadia dan Cia bersamaan.


mereka pun tiba di mall untuk belanja kebutuhan bahwa makanan yang akan mereka beli.


kenapa mereka belanja di mall bukan di pasar tradisional jawabannya karena Kevin tidak tahu dimana pasar tradisional baik Nadia dan Cia juga tidak tahu dimana pasar tradisional.


karena selama ini yang berlanja adalah bibi mereka ke pasar tradisional dan kadang juga papa mereka yang belanja dan Indra juga belanjanya di mall bukan di pasar tradisional.


“ kakek, apakah Cia boleh bermain di Time Zone kek? Karena Cia sudah lama sekali tidak main ke time Kek” ucap Cia dengan Muka memelas.

__ADS_1


“ tapi kita harus belanja kebutuhan bahan makanan dulu nak nanti saja ya” ucap Kevin.


“ baiklah kek” ucap Cia dengan suara lesu.


“ ya sudah, kamu ditempat bermain dulu, agar Kakek dan Nadia yang belanja saja. Nanti setelah kami selesai belanja Cia juga harus selesai mainnya ya? Ucap Kevin yang tidak tega melihat muka sedih Cia itu.


“ Ok kek, Cia mau kek” ucap Cia ruang mendengarkan tawaran kakeknya itu, serta menarik tangan Kevin menuju arah time zone yang berapa di lt 3 itu.


setelah mengantarkan Cia ke tempat bermain dan membeli tiket permainan, Kevin dan Nadia pun bergegas ke bawah menuju super market.


ditengah berbelanja Nadia mengutarakan ke inginannya pada Kevin.


“Kakek, apakah Nadia bisa kuliah di Jakarta kek? Ucap Nadia


“ kenapa harus di Jakarta Nad, di Medan juga banyak kok nak” ucap Kevin.


“ tapikan Jakarta jauh Nak, apa tidak sebaiknya kamu kuliah di medan saja Nad” ucap Kevin


“ Nadia maunya di Jakarta kek, lagian juga teman Nadia pada kuliah di Jakarta kok kek kebanyakan. Boleh ya kek Nadia kuliahnya di Jakarta?” Ucap Nadia.


“ bila kamu di Jakarta kuliahnya nanti kamu pasti jarang pulang nak, karena biaya pulang pergi lumayan mahal” ucap Kevin.


“ benar sih kek, tapi Nadia mohon kek, biarkan Nadia kuliah di Jakarta ya setelah Nadia Lulus sekolah” ucap Nadia.


“ akan kakek pikirkan dulu ya nak” ucap Kevin yang masih berpikir itu.


“ baiklah kek” ucap Nadia yang berharap Kevin mengizinkannya kuliah di Jakarta.

__ADS_1


Sekitar dua jam berlalu Kevin dan Nadia pun selesai belanja kebutuhan bahan makanan yang mereka butuhkan. Karena banyaknya belanja mereka, akhirnya hanya Nadia yang ke time zone menjemput Cia agar mereka pulang.


setelah menyelesaikan permainannya Cia pun bergegas, karena Nadia sudah menyamperinya dan mengajaknya pulang.


ditengah perjalanan menuju lantai dasar Cia menabrak seseorang tanpa sengaja.


“ Maaf kak, Cia tidak sengaja” ucap Cia sambil menundukkan kepalanya karena takut.


“ tidak apa-apa lain kali perhatikan langkahmu ya! Ucap orang itu, sambil memperhatikan gadis kecil itu yang sepertinya ketakutan akan dimarahi oleh seseorang.


“ baik kak, terima kasih Cia pergi dulu ya ka” ucap Cia sambil berjalan dan menundukkan kepalanya itu.


“ gadis kecil itu lucu sekali” batin lelaki itu.


Cia…. Ucapnya menyerukan nama gadis kecil yang mengatakan dirinya Cia waktu dirinya menabrak dan pamit padanya, Namanya se imut orangnya.


setelah Kevin melihat kedua cucunya datang menghampirinya Kevin pun mengajak Cia dan Nadia makan terlebih dahulu, karena bila memasak dulu di rumah pasti mereka akan sangat kelaparan mengingat mereka hanya baru makan roti saja saat selesai beres-beres.


“ mumpung kita disini, kita makan dulu kalian pasti sudah lapar juga” ucap Kevin.


“ kakek benar, kita sudah lapar. Kita makan disana saja kek” ucap Nadia sambil menunjukkan ke arah Solaria karena selain murah dan porsinya juga banyak.


“ baiklah kita makan disitu saja” ucap Kevin sambil berjalan menuju arah solaria.


🌟🌟🌟🌟🌟


^^^Bersambung….. ^^^

__ADS_1


__ADS_2